Home Berita Ratusan Siswa-Siswi: Sambut Pengalihan Status SMP Pati Beda dan SMA Demon...

Ratusan Siswa-Siswi: Sambut Pengalihan Status SMP Pati Beda dan SMA Demon Pagong

886
0
Tarian penjemputan oleh siswa-siswi SMA Demon Pagong

Ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pati Beda dan Sekolah Menegah Atas (SMA) Demon Pagong, Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong, Kab. Flores Timur menari dan membentuk pagar betis di halaman SMP Pati Beda. Mereka menyambut pengaliaan status kedua sekolah tersebut menjadi negeri (23/12/2015). SMPK Pati Beda beruba nama menjadi SMP Negeri I Demon Pagong (Depog)dan SMA Swasta Demon Pagong (Depog) menjadi SMA Negeri I Demon Pagong. Peresmian status kedua sekolah ini diawali dengan dibacakan surat Keputusan (SK) Bupati Flores Timur No.214/2015 tanggal 13 November 2015 tentang pengaliaan status SMP Swasta Pati Beda menjadi SMP Negeri I Demon Pagong dan Surat Keputusan (SK) Bupati Flores Timur No.234/2015 tanggal 23 November 2015 tentang SMA Swasta Demon Pagong.

Sebelumnya kedua sekolah swasta ini dikelola oleh Yayasan Pati Beda. Pada awal didirikan tanggal 10 Juli 1969, SMPK Pati Beda hanya memiliki 28 siswa dan 8 staf pengajar. Saat ini SMP yang terletak di Jalan Trans Larantuka ? Maumere telah melahirkan 43 angkatan dengan jumlah siswa pada tahun ini sebanyak 271 dan 21 guru. Sedangkan SMA Swasta Demon Pagong yang sebelumnya mendapat izin operasional dari Dinas PPO Kabupaten Flores Timur, memiliki 39 siswa dan 18 staf pengajar. SMA yang baru berumur dua setengah tahun tersebut sementara ini mengunakan bangunan darurat hasil swadaya masyarakat setempat dalam melakukan proses belajar mengajar.
Dalam laporan panitia, Valentinus Mali Lein mengatakan bahwa momentum hari ini adalah sejarah baru bagi dunia pendidikan diwilayah Demon Pagong. Dua sekolah swasata dinegerikan sekaligus ini adalah hal yang jarang terjadi di Flores Timur. ?hasil hari ini adalah buah kerja keras dan perjuangan kita selama ini. Saya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkab Flores Timur yang menghadiakan kado Natal Tahun ini kepada masyarakat Demon Pagong berupa pengalihan status sekolah ini? kata Valen yang juga Kepala sekolah SMA Demon Pagong.
Bupati Flores Timur Yosep Lagadoni Herin (Yosni) dalam sambutanya menegaskan pengalihan status kedua sekolah ini dihendaknya dikuti dengan peningkatan dalam pengelolaan dan penyelengaaran pendidikan dalam suasana yang kondisif. Sekolah harus dikelola semenarik mungkin sehingga tidak hanya menarik minat orang tua dan anak-anak di wilayah Kecamatan Demon Pagong namun juga masyarakat lain di sekitarnya. Ia menjelaskan peningkatan kulitas pendidikan harus seimbang antara pengetahuan dan aklak peserta didik.
?status negeri yang disandang kedua sekolah ini tentunya akan meringankan beban orang tua dalam membiayai pendidikan anakannya selama ini. Begitu pula dengan peran yayasan, staf pengajar dan komite sekolah yang sebelumnya berjuang keras melangsungkan proses belajar mengajar. Sejak hari ini pemerintah bertanggungjawab penuh dalam meningkatan saran dan prasaran pendidikan termasuk kualitas staf pengajar yang ada pada sekolah ini.? Jelas Yosni
Lebih jauh yosni mengharapkan agar lulusan SMP tahun depan tidak perluh melanjutkan sekolah di Larantuka atau di tempat lain. Kalau mau cari sekolah negeri Di Demon Pagong sudah ada sekolah negeri ini. Pemerintah beberapa tahun terakhir ini terus mengoptimalkan pedidikan secara merata dengan menjadi satu atau dua sekolah menjadi negeri pada setia kecamatan di Wilayah Kabupaten Flores Timur. Upaya ini dilakukan untuk menurunkan angka putus sekolah.

Penandatanganan Prasasti oleh Bupati Flotim Yoseph Lagadoni Herin
Penandatanganan Prasasti oleh Bupati Flotim Yoseph Lagadoni Herin

Kepada segenap siswa siswi yosni mengharapkan menjadi generasi yang sukses di kemudian hari dengan berani bermimpi di bangku sekolah. Dan ketika Tuhan menhendaki semuanya itu, ingatlah akan sekolah ini dan tanah Demon Pagong yang telah melahirkan kalian. Jadilah orang Lamaholot serratus porsen dan juga orang katolik serratus persen pesan Yosni.

Lanjut Pendidikan di Demon Pagong
Mikael Hera orang tua murid di SMA Demon Pagong mengatakan Selaku orang tua dan masyarkat Demon Pagong kami sangat mendukung niat baik semua unsur yang memperjuangkan pengalihan status kedua sekola ini termasuk pemerintah Kabupaten Flores Timur.
?kami merasa bersyukur bahwa di Demon Pagong sudah ada dua sekolah negeri, yakni SMP negeri Deon Pagong dan SMA negeri Demon Pagong. Ini adalah suatu kemajuan di wilayah kami. Sebelumnya selepas SD dan SMP kami harus merelahkan anak-anak kami melanjutkan pendidikan di Larantuka atau di tempat lain. Namun sekarang tidak lagi. Semuanya harus melanjutkan pendidikan pada kedua sekolah ini? kata mikael yang juga staf Kecamatan Demon Pagong .
Menurut Mikel masyarakat harus diberi pemahaman bahwa mutu pendidikan di Demon Pagong tidak kala kualitas dengan mutu pendidikan di tempat lain. Harapan saya dan masyarakat Demon Pagong agar kedua sekolah ini dapat menciptakan kader-kader penerus bangsa yang tidak hanya bersinar di Demon Pagong namun dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Rio Koten siswa SMA Demon Pagong mengaku selepas SMP ia ingin melanjutkan pendidikan di Maumere Kabupaten Sikka, namun ketika dibuka SMA Demon Pagong ia mengurungkan keinginanya. Kini Rio yang duduk di bangku kelas III IPS merasa sangat bersyukur atas kehadiran sekolah tersebut. Rio yang berasal dari Desa Watotika Ile berharap ketika lulus tahun depan Ia bersama 26 enam temannya menjadi angkatan perdana SMA Negeri I Demon Padong.

Victoria dan Didi jadi Plt Kepala sekolah SMP Negeri I dan SMA Negeri I Demon Pagong

Victoria Jawa Lein Plt SMP Negeri I Demon Pagong saat menerima SK Plt dari Sekretaris Dinas PPO Kab. Flotim Diston Fernandez
Victoria Jawa Lein Plt SMP Negeri I Demon Pagong saat menerima SK Plt dari Sekretaris Dinas PPO Kab. Flotim Diston Fernandez

Victoria Jawa Lein ditunjuk sebagai sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala sekolah SMP Negeri I. Victoria yang sebelumnya menjadi staf pengajar pada SMP Negeri I Larantuka. Sementara Didimus Kuda Lein menjadi Plt Kepala sekolah SMA Negeri I Demon Pagong. Didimus adalah PNS yang mengajari di SMUK Frateran Podor Larantuka. Surat penunjukan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas PPO Kabupaten Flotim yang diwakili Sekretaris Dinas Diston Fernandez pada acara tersebut.
Kepada kedua guru diharapkan agar bisa membangun kerja sama yang baik dengan orang tua murid dan komite sekolah atau pun elemen yang terlibat dalam pendidik sekolah ini. Menjadi guru adalah sebuah panggilan maka Yosni mengharapkan agar kedua guru tinggal dan menetap di Demon Pagong.
Acara tersebut berlangsung meriah dihadiri Anggota DPRD Kab. Flotim Rofin Kabelen, Sekretaris Dinas PPO Kab. Flores Timur, Diston Fernandez, Camat Demon Pagong Petrus Muda Wulngeni, para pejabat dari Pemkab Flotim, para Kepala Desa serta masyarakat tujuh desa di wilayah Kecamatan Demon Pagong. Acara diakhiri dengan ramah tamah sederhana. (Dino Deats ? PMD Kec. Demon Pagong)