Home Berita Pemkab Dan TNI Tanam Padi Serempak

Pemkab Dan TNI Tanam Padi Serempak

404
0

Dalam rangka mendukung program upaya khusus (Upsus) untuk meningkatkan produksi, mendukung ketersedian dan swasembada pangan Tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Flores Timur melakukan Kegiatan penanaman padi secara serempak. kegiatan ini melibatkan Kodim (komandan distrik militer) 1624 Flotim dan masyarakat petani kobasoma. kegiatan tersebut berpusat di Desa Kobasoma Kecamatan Titehena, (26/01/2015).

Wakil Bupati Flores Timur, Valentinus Tukan disampingi Dandim 1624 Flotim Letkol.inf. Kusni, S.IP dan Kadis Pertaniaan dan Petrernakan Kab. Flotim, Anton Wukak Sogen serta masyarakat Desa Kobsama melakukakan penanaman Padi di aeal sawah Desa Kobasoma
Wakil Bupati Flores Timur, Valentinus Tukan didampingi Dandim 1624 Flotim Letkol.inf. Kusni, S.IP dan Kadis Pertaniaan dan Petrernakan Kab. Flotim, Anton Wukak Sogen serta masyarakat Desa Kobsama melakukakan penanaman Padi di areal sawah Desa Kobasoma

Dalam sambutannya wakil Bupati Flores Timur, Valentinus Tukan menyampaikan bahwa pemerintah sebelumnya telah meluncurkan berbagai program mulai dari penyediaan sarana prasarana, pembangunan bendungan dan irigasi , penyediaan benih dan pupuk, dan pelatihan pelatihan kepada kelompok tani serta mensosialisasikan pemanfaatan teknologi- teknologi tepat guna yang dapat memberikan keuntungan bagi petani. Namun dalam pengelolannya belum optimal, sehingga setiap tahunnya selalu mengalami kesulitan. Kegiatan kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pada kegiatan tahun ini melibatkan TNI khususnya dari Kodim 1624 Flotim.
Lebih lanjut, Valens menjelaskan kehadiran TNI di desa bukan untuk menakut-nakuti masyarakat tetapi melakukan pendampingan dan pengawasan juga bekerja bersama masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan pertanian. Masih banyak lahan basah yang belum dioptimalkan. Luas lahan pertanian di Flores timur seluruhnya 185.493 hektar, sedangkan lahan yang sudah dimanfaatkan untuk lahan basah/sawah hanya seluas 1572 ha sementara sisanya dimanfaatkan untuk lahan kering.
?Agar tercapainya swasembada beras pada tahun 2015 kita harus bahu membahu dan bekerja sama baik antara masyarakat petani maupun dengan para penyuluh pertanian serta TNI. Dibalik lumpur yang kotor terdapat emas. Jangan melihat lumpur seperti itu lalu mengkerdilkan profesi petani. Sebetulnya profesi petani adalah profesi yang mulia; sehingga petani harus bisa kaya dengan pekerjaannya ? himbau Valens
Selain dandim 1624 Flotim, Letkol.inf. Kusni, S.IP, hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Pertaniaan dan petrernakan Kab. Flotim, Anton Wukak Sogen, Kepala Badan Ketahan Pangan Kab. Flotim Yoseph Molan Tukan, Kadis perindag Fransiskus Chiku Fernandez, para penyuluh, anggota TNI dari kodim 1624 flotim para pelajar serta masyarakat petani desa kobasoma.
Dandim 1624 Larantuka, Letkol. Inf. Kusni, S.Ip, dalam penjelasannya di kantor desa kobasoma mengatakan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan program yang harus dilaksanakan dari Komando Atas, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden RI kepada Kepala Staf Angkatan Darat untuk mendukung sepenuhnya program swasembada beras dan swasembada pangan. Untuk melaksanakan hal tersebut perlu ada MoU dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati.
?Selanjutnya saya akan akan memerintahkan para Danramil untuk menindak lanjuti program ini dengan berkoordinasi dengan Camat serta Babinsa dan Kepala Desa sehingga program ini dapat berjalan secara berkesinambungan. Kami akan melaksanakan pendampingan sehingga petani kita akan lebih giat lagi menanam padi dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,? jelas Dandim Kusni.

Pendampingan ini hendaknya dapat dilakukan dari awal penyiapan lahan, pengolahan lahan, penanaman, irigasi sampai dengan perencanaan yang baik sehingga hasil panennya benar-benar meningkat. Memang terdapat beberapa kendala seperti rusaknya saluran irigasi sehingga kurang lancar dan ini harus segera dibenahi, bagaimana mendapatkan pupuk, bagaimana pola perawatan yang baik tentunya ini harus kita benahi bersama, untuk itu dengan adanya pendampingan oleh PPL dan TNI. Diharapkan semua kendala yang dihadapi petani dapat sesegera mungkin kita selesaikan bersama inilah perlunya keterlibatan semua pihak.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan peternakan Kab. Flotim, Anton wukak sogen dalam kesempatan itu menghimbau kepada masyarakat agar dengan program yang dicanangkan ini bisa meningkatkan produktivitas pertanian lahan basah di area ini.

?Kalau sebelumnya kita panen hanya satu kali setahun kali ini harus dua kali atau sebelumnya dua kali panen dalam setahun, dengan program ini diharapkan bisa 3 kali panen dalam setahun.? Dijelaskan Anton varietas padi yang ditanam adalah variatas ciherang yang merupakan Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-3-1//IR19661. Selain tahan ter?hadap hama dan penyakit varietas ciherang mampu menghasilkan produksi 11,8 ton GKP/hektar. Keunggulan lainnya yakni Umur tanaman ini realatif singkat hanya 116-125 hari. Dengan lahan seluas 4 hektar di desa kobasoma diharapkan bisa menghasilkan 47,2 ton.

Sementara, kepala BP3K Konga, Fransiskus Gregorius menjelaskan teknik penamanan menggunakan teknik jajar legowo dimana jika dibandingkan dengan teknik tanam acak yang selama ini diterapkan menghasilkan lebih banyak rumpun dalam satu hektar dan tentu saja berpengaruh positif terhadap hasil produksi. Teknik tanam acak hanya menghasilkan 180.000 rumpun per hekar sedangkan pada teknik jajar legowo (4:1) menghasilkan 240.000 perhektar, dimana setiap rumpun akan menghasilkan 250 gram beras atau 6 ton per hektar. Peningkatan produktivitas padi dengan teknik baru ini secara ekonomi dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani.

Lahan persawahan di Desa Kobasoma Kec. Titehena

Lebih lanjut Anton juga menghimbau agar masyarakat petani agar lebih bijaksana dalam membenahi manajemen keuangan ketika menikmati hasil panen nanti. Jangan terus mengharapkan bantuan dari pemerintah karena bantuan dari pemerintah hanya bersifat stimulus. Petani harus bisa menyisihkan sebagian penghasilnya untuk membeli pupuk dan biaya perawatan mesin dan peralatan pertanian lainnya.
Penghujung acara wakil bupati Valen dan rombongan berinteraksi langsung dengan masyarakat petani dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat petani, meski sebelumnya wakil bupati Valens mengukuhkan tanam perdana padi dengan kedalaman lumpur sawah dan dilanjutkan dengan menanam padi bersama masyarakat dan TNI seluas 4 hektar. (DIN – HUMAS SETDA FLOTIM)