Home Pariwisata Larantuka : Kampung Tori

Larantuka : Kampung Tori

477
0
Tori Lewolere, ada di Kelurahan Lewolere

Tori Mesti di Kampu, milik suku Riberu da Gomes di Kelurahan Larantuka

Hampir setiap kampung di Larantuka (waibalun ? Weri) terdapat bangunan Kapela / Tori. Tori /rumah kecil ini dibangun untuk kepentingan hidup rohani, kegiatan ibadah dan pentakhtaan barang-barang kudus. Umumnya barang-barang kudus yang terdapat di Tori/Kapela merupakan peninggalan bangsa Portugis.

Pada Perayaan Paskah dalam (Tri hari suci) tori/kapela ini dibuka untuk kegiatan ibadah dan pentahktaan barang kudus. Setiap tori atau kapela memiliki patung dan barang ?barang kudus. Keberadaan barang-barang ini mempunyai sejarahnya masing-masing. Kapela Waibalun misalanya terdapat patung St.Antonius Padua milik Suku Kerans. Patung ini diyakini bisa mengabulkan permintaan disaat seseorang mengalami kehilangan barang-barang.

Dalam prosesi pentahktaan patung atau barang kudus pada perayaan Tri Suci? masing-masing Kapela/Tori punya tradisi tersendiri. Di Lewolere tradisi tahunan ini disebut ‘Soga Bapa Deo Lodo’. Patung Bunda Maria milik Suku Werang? diarakan mengeliling kampung. Acara ini terjadi pada hari Kamis Putih setelah upacara di Gereja dan pada hari Minggu Paskah. Pada penutupan (Soga Bapa Deo Gere) dilangsungkan serah terima padu/tenaro kenipo dari mardomu yang telah mengemban tugas pada tahun berjalan kepada mardomu yang? akan menjalankan tugas pada tahun selanjutnya.

Tercatat ada 12 Tori/Kapela terdapat di Larantuka. 1). Tori Waibalun, terdapat di Kelurahan Waibalun. Di Kelurahan ini secara tradisional terdapat Salib milik Suku Marang dan Patung St. Antonius dari Padua milik Suku Lamakera dan Kerans. 2). Tori Lewolere, ada di Kelurahan Lewolere. Secara tradisional suku Lama kleden memiliki sejumlah barang-barang kudus. 3). Tori Mulawato, terdapat di Kelurahan Pante Besa yang dulunya bernama Jawa Riang, tempat pemukiman suku Silva Mula Wato, suku pendatang yang membawa serta Patung Misericordia dalam perjalanan mereka dari Malaka. 4).? Tori Aikoli, dikenal juga sebagai Tori Tuan Trewa milik suku Fernandez Aikoli di Kelurahan Larantuka yang dulu disebut Sina Jawa Riangtukan. 5). Tori Lewai, milik suku Lewai di Kelurahan Larantuka. Khabarnya Tori ini kembar dengan Tori Aikoli namun belakangan ini Tori Lewai semakin tidak dikenal. 6). Tori Mesti di Kampu, milik suku Riberu da Gomes. Suku ini di zaman dulu bertugas sebagai pemimpin doa di kampung, letak Tori ini di Pante Kebis Kelurahan Larantuka. 7). Tori Balela, terdapat di Kelurahan Balela. Di Kelurahan ini ada patung St. Philipus milik Suku Lamury (Lama Hurint) dan sebuah Salib milik Suku Marang. 8). Tori Sau, terdapat di Kelurahan Pohon Sirih, Tori ini milik Suku Sau. Mereka adalah pendatang dari pulau Sawu, sebagiannya menetap tinggal di Kota Sau sekarang ini, Tori ini disebut juga Tori St. Antonius dari Padua. 9) Tori Lokea, Tori ini terdapat di Desa Lokea, menurut cerita (Bpk. R. Nara Kean) bahwa pada Tahun 1770 Kepala suku Kea berpindah dari Lokea dan menetap tinggal di Desa Riang Nyiur yang dulu disebut? Tapo One. Kedatangannya ke tempat ini dengan membawa serta sebuah Salib yang bercorpus dari gading, sebuah Patung Madona dan dua buah Salib Pecadu. Tori ini adalah milik suku Kean Diaz. 10) Tori Gege, terdapat di Desa Gege Kelurahan Puken Tobi. Nama Tori ini yakni Nozsa Senhora da Lajari (Rosari). Kabarnya, bahwa Raja Andreas DVG II punya peranan penting dalam menata patung-patung di tempat ini setelah kurang mendapat perhatian umat. 11) Tori Kampung Tengah, terletak di Desa Kampung Tengah Kelurahan Puken Tobi. Nama Tori ini : Tori San Juan. 12) Tori Raijua (Rowido) dikenal dengan nama Tori Tuan Menino di Desa Kota Rowido Kelurahan Sarotari. Belakangan ini Tori Tuan Menino semakin mendapat perhatian bagi para peziarah.

Hampir di semua Tori terdapat Salib yang corpusnya terbuat dari gading. Tiga Tori menampilkan patung St. Antonius dari Padua, satu Tori menampilkan Patung St. Philipus dan St. Yohanes. Belakangan sebutan Tori sudah tidak akrab lagi dan diganti dengan sebutan Kapela. Namun dari sejarah dan tradisi di Larantuka hanya terdapat dua buah Kapela utama, Kapela Tuan Ma dan Kapela Tuan Ana. Sementara yang lainnya disebut Tori atau kapela kecil. (Dino_Deat?s, sumber Semana Santa di Larantuka, Bernard Tukan)