Home Deskripsi Umum Pesona Wisata Kedang yang Terlupakan

Pesona Wisata Kedang yang Terlupakan

348
0

LEWOLEBA, FBC– Kedang, sebuah kawasan di sisi paling Timur Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pesona alamnya amat elok dengan latar kaki gunung Uyelewun.

Warga sehari-hari bertutur dengan bahasa mereka sendiri. Pelancong benar-benar akan merasakan suasananya sungguh berbeda saat menikmati beragam obyek pariwisatanya yang tergolong sangat menawan.

Untuk mencapai Kedang, kita dapat? menumpang angkutan umum dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Pilihan lain adalah kapal laut ke Balauring, ibu Kota Kecamatan Omesuri atau ke Weirian, Ibu Kota Kecamatan Buyasuri.

Namun, umumnya, pengunjung yang hendak ke Kedang lebih sering menggunakan transportasi darat. Sedangkan, angkutan laut biasanya digunakan oleh para saudagar atau pedagang dari dan ke Sulawesi atau Alor/Pantar dan wilayah lainnya.

Mobilitas orang Kedang terkesan lamban. Maklum infrastruktur jalan di wilayah ini? buruk. Demikian pula kondisi angkutan umumnya. Tak heran? wisatawan baik domestik maupun mancanegara enggan berkunjung untuk menikmati beragam obyek wisata itu.

Sebut misal, wisata alam Pantai Bean di Kecamatan Buyasuri yang terkenal memiliki pantai berpasir putih yang indah dan terbentang luas mencapai puluhan kilometer. Demikian pula dengan wisata budaya dan adat istiadatnya yang hingga kini masih terpelihara dengan baik.

Selain Pantai Bean, kawasan Pantai Wailolong dalam bilangan Desa Wailolong, Kecamatan Omesuri juga memiliki panorama alam mempesona. Wailolong dapat ditempuh selama 1 jam perjalanan dengan kendaraan dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Panorama alam pantai Wailolong tergolong indah karena terdapat hutan bakau dan pepohonan kelapa yang berjajar menghiasi bibir pantai yang landai.

Selain itu, pada saat pasang surut, masyarakat setempat beramai-ramai turun ke laut mencari ikan, kerang laut atau biota laut lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau sekedar untuk melepas kepenatan. Sementara pada saat pasang naik, pengunjung dapat menikmati deburan ombak pantai Wailolong dengan olaraga diving atau snorkeling. Pemandangan alam bawah laut dikabarkan masih cukup menakjubkan bagi siapa saja yang datang ke wilayah itu.

Disamping menikmati indahnya panorama alam, para pengunjung dapat menikmati hidangan khas berupa air kelapa muda atau tuak putih serta jagung titi bersama rumpuh rampe sebagai makanan khas asli daerah setempat. Kebiasaan masyarakat wilayah ini? yakni berburu binatang hutan seperti babi hutan atau rusa. Bila para pengunjung datang pada saat yang tepat maka sajian daging rusa atau babi hutan dapat dinikmati secara gratis.

Wailolong merupakan sebuah kampung kecil terletak di sebuah lembah mungil diintari perbukitan yang dihiasi padang savanna yang luas. Disebelah barat berbatasan dengan Tanjung Baja, di sebelah Timur dengan Tanjung Liang Bonoq dan di sebelah utara terdapat lautan biru dengan pasir lautnya yang berwarna kecoklatan. Pada musim kemarau, tampak gersang namun pada musim hujan alam kembali tampak hijau dan masyarakat setempat menjadikan padang savanna sebagai lokasi penggembalaan ternak.

Obyek wisata alam Wailolong merupakan perpaduan antara wisata alam, wisata bahari dan budaya. Di wilayah ini terdapat pula sungai Wailolong, tempat hidup bagi puluhan jenis ikan air tawar. Menangkap ikan dan berburu binatang hutan bukan tidak mungkin dapat dikembangkan menjadi sebuah atraksi pariwisata yang mengasyikan bagi para wisatawan.

Singkat kata, kawasan Kedang memiliki beragam obyek wisata yang dapat dikembangkan ke depan. Kini, saatnya pemerintah dan masyarakat Lembata mulai melirik berbagai potensi pariwisata tersebut untuk dikelola demi kemakmuran dan kesejahteraan bersama. (Kornelius Rahalaka)

Sumber: www.floresbangkit.com