Home Berita Soal Gerbang Emas, Bupati Flotim Jangan Benturkan Dewan dan Masyarakat

Soal Gerbang Emas, Bupati Flotim Jangan Benturkan Dewan dan Masyarakat

210
0

KUPANG. FBC-??Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Flores Timur, Yoseph Sani Betan meminta bupati harus jujur menjelaskan kepada masyarakat terkait alokasi dana untuk mendukung program Gerbang Emas. Karena terkesan, Bupati sedang mengadu masyarakat dengan DPRD Flotim.

Yoseph Sani Betan yang biasa disapa??Nani Betan itu mengatakan, pemberitaan media masa terkait proses pengamanan program Gerbang Emas yang disampaikan Bupati seolah-olah memersalahkan dewan. Karena itu antara pemerintah dan dewan harus satu bahasa.

Nani Betan : Soal mengatasi tingkat pengangguran di Flotim ? Yang benar saja. (Foto: FBC/ Bonne Pukan)

?Benar bahwa pemerintah mengusulkan 67 desa penerima dana 250 juta, namun DPRD cuma menyetujui 19 desa. Ini dilakukan semata-mata karena penghematan anggaran yang terbatas. Dewan menginginkan, program untuk masyarakat itu harus diuji coba dulu, karena itu disetujui 19 desa sebagai pilot project,? tegas Nani kepada FBC melalui telepon dari Larantuka, Kamis (17/1) malam.Nani bahkan mempersilahkan Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin untuk membuka??kembali risalah sidang DPRD Flotim??dari awal hingga akhir pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2013. Semua Fraksi DPRD Flotim sangat mendukung program Gerbang Emas. Bukti dukungan tersebut, telah diperlihatkan lembaga DPRD hingga melahirkan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang RPJMD,yang memuat soal program besar yang namanya Gerbang Emas itu,? jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam??Rancangan KUA ?PPAS, Pemkab Flotim menyodorkan kepada lembaga dewan, persoalan??utama yang sedang dihadapi pemerintahan saat ini adalah bagaimana menekan angka pengangguran di Flotim. Oleh karenanya, sebagai mitra pemerintah, DPRD menyepakati untuk bersama mengatasi persoalan utama yang sedang dihadapi pemerintah saat ini. Caranya adalah menggairahkan kegiatan investasi di Flotim. Untuk itu, belanja modal perlu ditambah.

?Dengan bertambahnya belanja modal itu artinya banyak pula pekerjaan fisik. Banyak pula tenaga kerja yang terserap. Artinya banyak angkatan kerja yang mendapat pekerjaan. Nah, persoalan itu diatasi.?Dalam kaitan dengan Gerbang Emas, kami bertanya, berapa besar dampaknya program itu dalam mengatasi persoalan utama sebagaimana yang disodorkan pemerintah???Kita di dewan minta pihak eksekutif menggambarkan desain teknis pengelolaannya, namun kami tidak mendapatkan jawaban yang detail,? tegasnya.

Jadi kata Nani,??sisa dana untuk 48 desa lainnya sesuai usulan pemerintah itu dialihkan dan dimanfaatkan untuk menambah belanja modal SKPD, tidak untuk kepentingan anggota dewan. Semuanya untuk masyarakat,dan menjawabi keluhan soal tantangan masih besarnya angka pengangguran di Flotim itu.

Bagi Nani, kematangan perencanaan mutlak perlu, tidak sekadar??menggelontorkan program. Dan sebagai pimpinan Fraksi Partai Golkar, dia memberi garansi, bila enam bulan ke depan,19 desa pilot project Gerbang Emas itu berhasil??mengelolah dana 250 juta tersebut, maka di Perubahan APBD 2013, pihaknya akan mengakomodir sisa desa yang ditunda ?dalam APBD 2013, tidak harus menunggu APBD 2014.

Nani meminta semua pihak untuk belajar dari pengalaman sejumlah program yang gagal, akibat ketidakmatangan perencanaan itu. Proyek pemberdayaan di Dinas Kelautan dan Perikanan, untuk nelayan pol and line, Rp 17,9 M. Sudah hampir 10 tahun ini, baru mampu dikembalikan Rp 700-an juta rupiah. Dana lainnya sebesar Rp 3,8 M dana bergulir yang masih tersendat di Dinas Koperasi, dan masih banyak dana yang digulirkan ke Gapoktan juga semuanya tidak jelas.

?Nah, semuanya itu akibat ketidakmatangan dalam perencanaan. DPRD tidak menolak Program Gerbang Emas itu, namun marilah secara bijak kita melihat, apakah 250 juta dana Gerbang Emas??untuk setiap desa itu mampu mengatasi pesoalan utama pemerintah, soal mengatasi tingkat pengangguran di Flotim ? Yang??benar saja ,? tegasnya. (Oni)

Sumber: www.floresbangkit.com