Home Berita Wartawan diancam akan dibunuh

Wartawan diancam akan dibunuh

217
0

Rally Pelangi – Lewoleba 03/12/12

Wartawan Pos Kupang Feliks Janggu yang bertugas di kabupaten Lembata pada sabtu, (1/12) malam, diancam akan dibunuh oleh wakil ketua DPRD Lembata Yoseph Meran Lagaor SI.Kom.

Ancaman? tersebut gara-gara menulis berita tentang? perjalanan dinas DPRD Lembata dengan menghabiskankan anggaran sebesar Rp2,8 miliar, dimana nama Yos Meran disebut sebagai salah satu pimpinan yang penggunaan dana perjalanan Dinasnya terbesar ketiga setelah ketua DPRD Yohanes De Rosari dan Wakil ketua I Hyasintus Tibang Burin.

Menurut Feliks, insiden ancaman terjadi pada acara renungan Hari AIDS se-Dunia di Taman Swaolsa Tite, Kota Lewoleba, dimana saat itu dirinya menghampiri Yos Meran? yang sedang diskusi bersama wartawan dari media lain.

saat Feliks hendak mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan sang wakil ketua tersebut, langsung disambut Yos Meran dengan kata-kata kasar bernada ancaman.? “Saya tunggu kau dari tadi. Kau ini wartawan, saya ini juga pernah jadi wartawan. Saya ini sarjana komunikasi, kau buat berita tidak konfirmasi saya,” kata Yos meran.

“Kau tulis berita kenapa tidak konfirmasi saya. Kenapa tidak tulis juga Fredy Wahon, Bediona (keduanya anggota DPRD Lembata, Red) Kau telah membunuh karir politik saya, kau mau tantang saya di Lembata. Saya tambah gila dan bisa bunuh kau. Kau tidak adil, kau akan saya bunuh,” katanya dengan nada tinggi? sambil menunjuk-nunjuk jarinya.

Meran juga mengancam akan menghentikan langganan Pos Kupang. Tetapi tidak dijelaskan langganan seperti apa yang dimaksudkannya.
Karena tidak mengerti maksudnya, wartawan Pos Kupang hanya menanggapi, “Itu bukan urusan saya, Pak.”
Tapi Meran mengulangi lagi ancamannya. “Kau berani tantang saya di Lembata. Saya lebih gila lagi, saya akan bunuh kau,” katanya yang ketiga kali.

Sebelumnya, Pos Kupang pernah menurunkan berita tentang perjalanan dinas 25 anggota DPRD Lembata yang telah menghabiskan dana Rp 2,8 miliar untuk melakukan perjalanan dinas selama tahun 2012.
Atas perbuatan yang tidak menyenangkan tersebut, minggu, (2/12)? malam tadi Felix secara resmi membuat laporan kepada pihak kepolisian resort Lembata.

YOS MERAN : SAYA KAGET KO’ JADI BESAR

Atas pernyataan berbau ancaman dan tindak lanjut dari wartawan Pos Kupang Feliks Janggu dengan melapor kejadian tersebut dengan delik perbuatan tidak menyenangkan, Wakil ketua DPRD Yoseph Meran Lagaor SI.Kom kepada media ini di rumahnya senin, (3/12) siang tadi mengaku kaget atas respon Felix.

” Saya kaget ko’? masalahnya jadi besar begini. saya ini orang paling supel bergaul dengan siapa saja di Lembata ini. saya juga tidak ada niat apa-apa saat mengeluarkan pernyataan itu. saya keluarkan pernyataan itu seadanya. saya biasa maingila dengan ade-ade wartawan, meski raut muka saya terlihat marah saat itu hanya karena saya kecewa dengan pemberitaan itu. kalau dia mau fer data yang dia terima itu dimuat utuh, jangan dipotong-potong. malah ada anggota yang frekuensi perjalanan dinasnya lebih besar dari pimpinan, sehingga saya menganggap dia telah membunuh karakter politik saya dari pemberitaan itu. jadi kalau dia membunuh karakter saya sama saja dengan dia membunuh saya, lebih baik saya bunuh dia, tetapi pernyataan itu dalam konteks main gila. tidak ada niat. apa kamu lihat saya ini ada tampang pembunuh. justru saya ini yang sering mendamaikan orang” demikian ungkap Yos Meran.

namun karena sudah dilapor ke pihak kepolisian, dirinya mengaku siap memberikan keterangan saat dipanggil. dan dirinya mengaku bersalah atas pernyataannya itu dan mau menyampaikan permohonan maaf kepada Felix secara pribadi juga terhadap Lembaganya, kalau pernyataannya itu ditanggapi serius, tetapi dirinya mengaku jujur kalau dia tidak berniat apapun atas pernyatanya tersebut.

sementara itu, ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lembata Fredy orolaleng juga menyatakan kesal atas pernyataan anggota partainya tersebut. meski demikian dirinya berharap agar dengan kearifan lokal yang ada dimanfaatkan dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. dan secara Lembaga, partai Demokrat Lembata juga menyampaikan permohonan maaf kepada saudara feliks secara pribadi juga Lembaganya. (CB)

Sumber: www.rallypelangi.com