Home Artikel Setelah Malaka, Kapan Adonara dan Sikka?

Setelah Malaka, Kapan Adonara dan Sikka?

211
0

Oleh : Bonne Pukan

Bone Pukan

SETELAH menunggu selama tiga tahun sejak awal panji perjuangan dikibarkan tahun 2009 lalu, wilayah Malaka di bagian selatan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya ditetapkan menjadi daerah otonomi baru. Lahirnya kabupaten Malaka ini menambah??jumlah kabupaten di NTT menjadi 21 dan satu kota madya Kupang.

Kerinduan masyarakat Malaka benar-benar terobati setelah wilayah di selatan Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL)??itu menjadi daerah otonomi baru ditetapkan melalui? sidang paripurna DPR RI, Jumat (14/12/2012).

Sejumlah anggota DPR RI asal daerah pemilihan NTT seperti, Setya Novanto, Saleh Husin dan Charles Mesang dan lainnya mengaku lega karena perjuangan mereka untuk pemekaran kabupaten Malaka sudah berhasil. Kini mereka sedang menyusun strategi perjuangan baru untuk memajukan pembangunan di Malaka sambil tidak melupakan perjuangan mereka untuk dua calon daerah otonomi baru yakni Kota Maumere dan kabupaten Adonara.

Malaka kini sudah resmi menjadi kabupaten baru, pisah dari induknya kabupaten Belu.??Komisi II DPR RI telah memberikan rekomendasi rekomendasi dan hasil kesepakatan dalam rapat kerja Komisi II dengan pemerintah. Selain Malaka, DPR RI juga menetapkan daerah otonomi baru lainnya, yakni Kabupaten Mahakam Hulu di Kalimantan Timur, Mamuju Tengah Sulawesi Barat, Kolaka Timur Sulawesi Utara, Kabupaten Taliabu di Maluku Utara dan Kabupaten Pali di Sumatera Selatan.

Malaka memang??sudah sangat pantas menjadi daerah otonomi baru dan akan menjadi sebuah momentum bersejarah dan sebagai langkah awal untuk membangun daerah perbatasan ini??menjadi lebih maju dengan hasil akhir sesuai tujuan pemerintah adalah mencapai kesejahteraan masyarakat.

Berhasilnya perjuangan daerah otonom baru Malaka ini mendapat apresiasi yang besar dari berbagai pihak yang telah meneteskan keringat selama ini.

Bupati Belu, Joachim Lopez yang menjadi tokoh sentral dalam perjuangan ini menyambut baik penetapan Malaka sebagai daerah otonomi baru itu, karena pembentukan Kabupaten Malaka merupakan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal.

Lopez sebagai bupati di kabupaten induk tentu harus siap memperlancar dan membantu pembangunan di Kabupaten Malaka. Tahap awal, Pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran bagi kabupaten baru itu agar bisa cepat kerkembang menjadi daerah yang maju, melebihi kemajuan yang ada di seberang yakni Negara Timor Leste.

Malaka diusulkan menjadi daerah otonomi baru pisah dari kabupaten induk yakni Kabupaten Belu sejak tahun 2009 lalu. Panitia pembentukan kabupaten Malaka berjuang mati-matian untuk mencapai keberhasilan. Dan kini hasil itu sudah di tangan, tinggal bagaimana membangun daerah ini menjadi lebih baik dan maju.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya juga memberikan ucapan terima kasih dan menyatakan profisiat buat masyarakat Kabupaten Belu, dan Malaka khususnya, atas ditetapkannya Malaka sebagai Daerah Otomomi Baru (DOB) melalui Paripurna DPR RI pada Jumat (14/12/12).

Lebu Raya mengakui, ini merupakan hasil perjuangan yang panjang dan tentu melelahkan. Masyarakat menghendaki daerah otonom baru, dan pemerintah sebagai fasilitator memperjuangkan bersama berbagai pihak dan akhirnya berhasil.

Berbagai pihak baik di pusat, provinsi NTT dan kabupaten Belu serta Malaka justru menganggap lahirnya DOB Malaka sebagai hadiah hari Raya Natal terindah buat ratusan ribu warga Malaka yang sedang siap merayakan Natal dan menerima kelahiran DOB Malaka.

Kapan Maumere dan Adonara

Dua calon DOB yakni Kota Madya??Maumere??dan Kabupaten Adonara juga sudah diperjuangan bersamaan dengan Malaka. Sebuah pertanyaan yang muncul saat ini. Mengapa Malaka lebih dahulu menjadi DOB sementara dua daerah ini masih merangkak berjuang.

Pertanyaan ini akan melahirkan aneka jawaban yang tentunya akan bersinggungan satu sama lain apalagi dengan intrik-intrik politik tertentu. Namun yang??pasti bahwa perjuangan masih terus dilakukan.

Maumere menjadi kota Madya dan lepas dari kabupaten Sikka dan Adonara lepas dari induknya Flores Timur juga digulirkan bersamaan dengan Malaka dengan alasan yang rata-rata sama yakni mendekatkan pelayanan??kepada masyarakat.

Maumere sebagai sebuah kota teramai di pulau Flores memang sudah sangat pantas untuk diperjuangkan menjadi kota madya. Dari berbagai segi seperti jumlah penduduk, ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana pendukung sudah sangat memadai.

Adonara, daerah satu pulau ini juga memang sudah mempersiapkan diri sejak lama ketika Lembata pisah dari Flotim tahun 1999 lalu. Adonara sejak saat itu juga menyusun strategi perjuangan agar cepat mengi8kuti jejak Lembata.

Saya teringat sebuah pertemuan akbar masyarakat Adonara di Waiwerang pertengahan tahun 2010 lalu. Orang-orang besar asal Adonara yang berada di Jakarta, Kupang dan daerah lainnya berdatangan mengikuti pertemuan akbar itu. Saat itu lahirlah sebuah kebulatan tekad bahwa Adonara harus segera jadi kabupaten.

Bahkan ada seorang petinggi sebuah Parpol yang datang dari Jakarta mengatakan dengan tegas, ?sebelum matahari terbenam tanggal 31 Desemeber 2010, Adonara sudah menjadi Kabupaten?.

Obral janji sang petinggi??parpol itu beberapa waktu silam menjadi diskusi menarik di dunia maya. Masyarakat Adonara menagih janji orang itu. Ternyata semuanya menjadi sangat kabur saat ini dan belum bisa dipastikan??kapan Adonara menjadi Kabupaten, demikian juga Maumere.

Terbersit kabar bahwa, dua calon daerah otonom baru ini baru bisa dibahas setelah pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2014. Artinya, perjuangan itu baru bisa dilanjutkan tahun 2015 mendatang.

Tetapi sebuah fakta yang menarik khusus untuk perjuangan Adonara menjadi kabupaten adalah masalah tanah atau lahan yang menjadi calon ibu kota kabupaten Adonara. Jika memang lahan itu sudah disediakan dan diberikan kepada pemerintah sebagai lokasi calon ibu kota maka seharusnya diselesaikan dengan bijaksana agar tidak melahirkan masalah baru di kemudian hari.

Kasus perebutan lahan oleh masyarakat Lewonara dan Lewobunga hingga bentrok fisik dan membawa korban jiwa merupana sebuah peringatan berarti yang harus diperhatikan dengan baik.

?Mungkinkan masalah tanah untuk lokasi calon ibu kota kabupaten Adonara itu bebas dari masalah?. Jawabannya hanya bisa diberikan oleh orang Adonara sendiri, karena mereka yang paling tahu tentang itu.

*) Penulis adalah Kontributor FBC, ?tinggal di Kupang

Sumber: www.floresbangkit.com