Home Artikel Perayaan Satu Abad SDK Lebao Tengah 1 : ?Jadilah Sekolah Kebijaksanaan?

Perayaan Satu Abad SDK Lebao Tengah 1 : ?Jadilah Sekolah Kebijaksanaan?

220
0

LARANTUKA,FBC– Lembaga pendidikan katolik harus dipandang dan dijadikan sebagai media atau? sarana penting yang dipakai Tuhan untuk mendidik, membentuk dan? membimbing anak-anak, putera puteri Gereja, bangsa,? untuk memiliki kebijaksanaan dalam kehidupan ini.

Uskup Larantuka Mgr. Frans Kopong Kung, Pr mengatakan hal itu dalam kotbahnya pada perayaan syukur satu abad SDK Lebao Tengah I Larantuka Flores Timur, Minggu (14/10/2012).

Perayaan syukur yang bertemakan ?Dengan Perayaan 100 Tahun SDK Lebao Tengah I Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan Sekolah Katolik?, dihadiri ?Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos, Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik Keuskupan Larantuka Rm. Eduardus Jebarus Pr, para mantan Kepala Sekolah dan guru-guru, tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, para undangan dan seluruh umat Paroki San Juan Lebao Tengah.

Menurut Uskup, bila sekolah ini telah membentuk manusia yang teguh dan kuat dalam hidup, dekat dengan alam lingkungan, mengasihi dan mencintai Allah, dekat dengan sesama, mempunyai hati yang peduli dengan orang lain, solider dengan sesama, rela berbagai untuk kepentingan bersama, sekolah ini menjadi sebuah sekolah kebijaksanaan.

?Di usia 100 tahun ini sesungguhnya sekolah ini dan sekolah katolik di mana saja berada merupakan sekolahnya Tuhan dan sekolahnya kita. Pada momen syukur ini kiranya dapat membangun kembali sebuah gerakan sekolah katolik sebagai sekolahnya Tuhan dan kita untuk mendidik dan menghasilkan orang-orang yang memiliki kebijaksanaan,? kata uskup Larantuka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDK Lebao Tengah I, Raimundus Ratu Kean, mengatakan perayaan satu abad sekolahini merupakan momen pemupukan dan pengharapan akan masa depan pendidikan. ?Kiranya para keluarga kita dan generasi kita yang bersekolah di SDK Lebao Tengah I memiliki kesadaran bahwa pendidikan itu sangat penting baik formal maupun non formal,? ungkap Raimundus.

Tonggak Sejarah Pendidikan Anak-anak San-Juan

SDK Lebao Tengah I didirikan sebagai Sekolah Agama pada tahun 1906 di pinggir kampung? Lebao, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Tahun 1911, sekolah agama ini berganti nama menjadi Sekolah Rakyat.? Tahun 1912, sekolah ini dipindahkan ke tengah kampung lebih dekat dengan masyarakat dan lebih strategis dengan akses informasi. Hitungan 100 tahun berdasarkan momen lokasi di tengah kampung itu.

Menurut ketua Panitia perayaan, Bernard Tukan, rangkaian peristiwa perayaan ini dan sejarah lembaga pendidikan ini akan didokumentasikan dan dimaknai dengan penulisan sebuah buku yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar untuk penegasan identitas sekolah katolik di masa depan. ?Kebetulan peristiwanya menyangkut SDK Lebao Tengah I namun dalam pemaknaannya diberi perspektif sejarah dan keberadaan sekolah katolik sesuai visi dan misi Gereja,? kata Bernard.

Menurutnya, peristiwa ini perlu disyukuri karena sebagai sekolah katolik pertama dan tertua telah memungkinkan anak-anak San Juan mengalami pendidikan sekolah. ?Semoga dengan perayaan ini, kita tegaskan identitas sekolah katolik yang bermutu. Kekuatan? perayaan ini ada pada sekolah dan masyarakat, maka menjadi pentinglah otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat,?ungkap Bernard.

Dia menambahkan,? kehadiran Uskup Larantuka memberi tanda ikhwal kepedulian Gereja. Oleh karena itu pentinglah jika sekolah katolik melaksanakan visi dan misi Gereja. Demikian halnya kehadiran Bupati Flores Timur merupakan bukti kepedulian pemerintah.

Menyosong perayaan akbar ini, panitia telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Pada 18 Mei 2011 digelar seminar pendidikan di bawah tema ?Pendidikan Nilai Di Sekolah Tanggung Jawab Kita? yang menghadirkan pembicara Dr. Paul Budi Kleden, SVD, Rm. Eduard Jebarus, Pr, Rm. Sebast Uran Bala, Pr dan dihadiri oleh para Kepala Sekolah dari sekolah-sekolah yang ada dalam Paroki San Juan, para guru Katolik se-Paroki San Juan, para siswa dan mahasiswa sekota Larantuka dan utusan umat. Seminar ini bermakna bagi upaya merefleksikan, mengevaluasi dan memproyeksikan keberadaan sekolah katolik dulu, kini dan di masa depan.

Panitia juga menggelar aneka kegiatan lainnya seperti gerak jalan santai, rally sepeda santai, bakti sosial, ziarah ke makam para penjasa. Sebagai karya monumental, rapat panitia 21 Agustus 2012 menyepakati untuk menetapkan Santu Yohanes Pembabtis sebagai pelindung sekolah dan membangun taman doa di halaman sekolah dan diberi nama Taman Doa Yohanes Membabtis Yesus.

Acara puncak perayaan berlangsung meriah yang didahului dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh uskup Larantuka dan dilanjutkan dengan resepsi bersama. Sejumlah acara budaya ditampilkan dalam momen berahmat ini. (Ansel Atasoge)

Sumber : Flores Bangkit