Home Artikel Tradisi Prosesi Corpus Chirsti Larantuka

Tradisi Prosesi Corpus Chirsti Larantuka

445
0

LARANTUKA, FBC– Selain prosesi Jumat Agung, di Larantuka, Kabupaten Flores Timur ?masih terdapat beberapa prosesi lainnya, salah satunya yakni Prosesi Corpus Christi. Corpuschristi sendiri berasal dari bahasa Latin; Corpus berarti tubuh dan Christi adalah Kristus. Prosesi ini juga merupakan tradisi keagamaan yang diwariskan turun-temurun.

Di dalam liturgi gereja disebut sebagai Pesta Tubuh dan Darah Kristus, diirayakan seminggu setelah Pesta Tri Tunggal Maha Kudus. Untuk tahun ini perayaan ini jatuh pada hari minggu (09/6). Hal yang berbeda dan menarik, di Larantuka perayaan ?ini ?disertai dengan perarakan (berjalan kaki) membawa Sakramen Maha Kudus menggelilingi kota Larantuka pada malam hari.

?Tradisi ini adalah sebuah pernyataan penghormatan secara khusus terhadap Tubuh dan darah Kristus sekaligus membawa Kristus sendiri ke tengah umat. Maka dibuatlah Armida (stasi) sepanjang rute perarakan?, ungkap Rm. Pius Buri, Pr, pastor pembantu di Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka (PKRRL), kepada FBC melalui telepon minggu pagi (09/6).

?Yang menjadi sentral dalam perarakan ini adalah Sakramen Maha Kudus yang di takhtakan pada Monstrans yang di pegang oleh Imam,? tambah Rm. Buri.

Terkait dengan tradisi perarakan ini, Antonius Riberu, Mestri (Pelayan) wilayah barat Confreria PKRRL, mengatakan, perayaan ini merupakan warisan dari para missionaris penyebar agama Katolik di Larantuka.

?Selain Patung Tuan Ma, Tuan Ana, Ornamento sengsara Kristus (Gendang Do, Matraka, Eus, Ovos), ada beberapa? kesamaan antara kedua prosesi. Terutama dalam hal persiapan lokasi, fasilitator (Mardomu), rute dan jumlah Armida?, terang Riberu.

Ia pun menambahkan, seperti di Jumat Agung, perarakan inipun dimulai dari tradisi Tikam Turo (pendirian pagar bambu tempat Lilin) di kiri-kanan sepanjang jalur perarakan, sehari sebelum hari H. Jumlah Armida memang sama, delapan Armida. Yang berbeda adalah peserta Armidanya, yang mewakili jumlah linkungan (stasi) yang ada dalam lingkup PKRRL.

?Pada Jumat Agung, Armida pertama adalah Miscery Cordia dari Pantai Besar, kedua adalah Armida Tuan Menino dari Kota Rowido; sementara di perarakan ini Armida Pertama dan kedua masing-masing? Armida Lokea Lingkungan Christus Salvator dan Armida Balela Lingkungan St. Philipus. Armida Tuan Menino dan Pantai Besar tidak ikut, digantikan Armida Lokea dan Postoh?, jelas Riberu.

Perarakan akan didahului perayaan Ekaristi sekitar pkl. 17.00 wita. Selepas itu, barisan prosesi akan mulai berarak menuju barat, melalui gerbang gereja sebelah barat dalam doa dan puji-pujian dengan lilin besar di tangan, dalam koridor ratusan terang lilin yang terikat pada Turo sepanjang rute.

Barisan terdepan Salib dan rombongan Confreria PKRRL dengan nyanyian khasnya dalam bahasa Portu dan Latin. Di bagian tengah, rombongan imam dengan? Sakramen Maha Kudus. Yang akan menyinggahi setiap Armida. Prosesi ini akan berlangsung sekitar 1,5 -2 jam, tergantung dari banyaknya umat. (Ans)

Sumber: floresbangkit.com