Perayaan Pemberkatan Duplikat Patung Tuan Ma Dipimpin Uskup Larantuka

Kamis (29/03), Pukul 16.00 wita, Umat Katolik Keuskupan Larantuka mengikuti ibadat pemberkatan duplikat patung Tuan Ma (Mater Dolorosa) di Istana Keuskupan Larantuka. Ibadat pemberkatan yang dipimpin Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr ini juga dihadiri segenap pihak antara Lain keluarga kerajaan Larantuka, Konfreria, pihak pemerintah Kabupaten Flores Timur serta umat keuskupan Larantuka.

Dalam khotbahnya, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr. menegaskan, patung bukanlah tujuan, patung hanyalah sarana sikap dan teladan hidup atau alat yang membantu kita untuk lebih menghayati kehidupan iman, patung hanyalah sarana untuk membantu umat untuk lebih mengenal dan mencintai Bunda Maria.

?Patung bukan pusat, dan juga bukan tujuan dari devosi dan ibadat. Ia hanya alat yang membantu agar kita boleh lebih mengenal, mengasihi dan mencintai Tuhan dan Bunda Maria serta mencontohi sikap dan teladan hidup Bunda Maria,? ungkap Uskup Frans

Uskup juga menegaskan Bunda Maria mendapat tempat khusus dan istimewa dalam tradisi dan masyarakat Lamaholot dan dalam keuskupan Larantuka. ??Menurut tradisi dan cerita, lima abad yang lampau Bunda Maria hadir dalam sosok sebuah patung.? Dan pada saat ini patung tersebut sudah berusia 500 tahun yang sudah tentu usia seperti itu sebuah patung akan termakan usia dan oleh hukum alam sehingga mengalami kerapuhan,? demikian Uskup.

Menurut Uskup, ada keyakinan iman dari pengalaman hidup sejarah masyarakat Larantuka dan sejarah keuskupan Larantuka bahwa ada gerakan-gerakan tertentu dari Tuhan melalui Bunda Maria yang menghantar masyarakat dan keuskupan untuk berjalan maju untuk semakin dekat dengan Tuhan dan sesama serta semakin terbuka dengan siapa saja dalam kehidupan.

?Kita semua tidak menghendaki dan menginginkan devosi itu berhenti dan tradisi itu berakhir oleh suatu alasan secara khusus oleh ketuaan dan kerapuhan fisik patung Bunda Maria. Meskipun patung bukanlah tujuan dan pusat ibadat karena ia hanyalah sebuah alat yang membantu, tetapi sebagai alat yang membantu sudah selayaknya kita harus merawat dan menjaganya,?ungkap Uskup.

Sebagai bagian dari devosi dan penghormatan maka pembuatan patung duplikat tersebut tidak terlepas dari? reaksi-reaksi dan tantangan. Uskup juga mengajak semua umat untuk mencintai dan melanjutkan tradisi. Dan oleh karena tradisi itulah maka keuskupan mengambil langkah untuk menghadirkan sebuah patung duplikat dari Tuan Ma agar tradisi tetap langgeng dan devosi tetap berjalan.

Kehadiran patung duplikat ini diharapkan tidak menggoncangkan iman dan tidak membuat kita melihat bahwa tradisi kita sudah bergeser. Kehadiran patung duplikat Tuan Ma akan mulai mendampingi patung asli Tuan Ma yang tidak lagi berjalan keliling untuk mengintari kota karena kerapuhan patung tersebut. Patung asli akan tetap ditahtahkan di kapela Tuan Ma sehingga devosi kepada Maria melalui patung asli Tuan akan tetap dijalankan seperti biasa, hanya yang berjalan keliling adalah patung duplikat.

Perayaan pemberkatan yang dihadiri oleh Ribuan Umat Katolik ini berlangsung dalam suasana yang khidmat dan berjalan dengan aman dan lancar dengan penjagaan yang ekstra dari petugas keamanan dalam hal ini Polres Flores Timur dan juga Polisi Pamong Praja Kabupaten Flores Timur.

Seusai perayaan pemberkatan,? duplikat patung Tuan Ma ini diarak menuju kapela Tuan Ma selanjutnya untuk ditahtakan. Ribuan umat begitu khusuk berdoa dan bernyanyi mengiringi perarakan prosesi Tuan Ma menuju kapela Tuan Ma.

Duplikat patung Tuan Ma ini akan digunakan pada saat perarakan prosesi Jumat Agung tanggal 06 April 2012 yang akan datang. Sedang patung asli Tuan Ma akan tetap ditahtakan di Kapela Tuan Ma. (Emanuel Fernandez)

 

Sumber : Flores Bangkit