Home Berita Kapolres: Tidak Beralasan Nyatakan Larantuka Tidak Aman

Kapolres: Tidak Beralasan Nyatakan Larantuka Tidak Aman

228
0

Sekedar mengingatkan kembali bahwa Surat yang disampaikan Drs. Simon Hayon pada saat menjabat sebagai Bupati Flores Timur kepada MENDAGRI terkait isu keamanan sehingga tidak mencairkan dana pemilu kada meskipun telah mendapatkan rekomendasi dari Dewan, sangat tidak beralasan.

Minggu, 16 Mei 2010 14:13
Kapanlagi.com – Kapolres Flores Timur AKBP Muhammad Syamsul Huda menegaskan tidak ada alasan untuk menyatakan keamanan di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam keadaan tidak aman bagi penyelenggaraan Pilkada.

“Daerah dinyatakan tidak aman kalau seluruh aktivitas masyarakat di suatu daerah tidak bisa berjalan normal karena ada perasaan takut dari masyarakat. Kalau sekarang saya keluarkan rekomendasi tidak aman, dari segi mana saya mengatakan Larantuka tidak aman,” kata Kapolres Flores Timur AKBP Muhammad Syamsul Huda, dalam percakapan dengan ANTARA melalui telepon genggam dari Kupang, Sabtu.

Syamsul Huda dihubungi terkait kemungkinan penundaan tahapan pelaksanaan Pilkada di ujung Timur Pulau Flores itu karena alasan keamanan.

Dia mengatakan, seluruh aktivitas perekonomian di daerah ini berjalan normal. Masyarakat melakukan kegiatan seperti biasa, anak sekolah juga mengikuti proses belajar dengan aman dan tidak ada hal yang luar biasa di Larantuka, Flores Timur.

Artinya, seluruh aktivitas masyarakat di daerah itu berjalan seperti biasa, sehingga tidak ada alasan bagi Polres Flores Timur untuk mengeluarkan rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum untuk meminta pelaksanaan Pilkada ditunda karena masalah keamanan.

Menurut dia, tahapan Pilkada di Flores Timur bisa dilanjutkan karena Polres Flores Timur memberikan jaminan keamanan kepada seluruh anggota KPU untuk melanjutkan tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan.

Dia mengatakan jika KPU Pusat maupun Provinsi ingin menunda pelaksanaan Pilkada Flores Timur maka bisa dicarikan alasan lain dan bukan masalah keamanan yang dijadikan sebagai alasan untuk menunda pelaksanaan Pilkada.

“Saya tidak akan mengeluarkan rekomendasi, apalagi semua komponen masyarakat dan pemerintah telah memberikan dukungan untuk dilanjutkan tahapan Pilkada di Flores Timur dalam sebuah rapat Muspida belum lama ini,” katanya.

Syamsul Huda juga mengatakan telah mengerahkan seluruh kekuatan untuk membantu mengamankan Pilkada Flores Timur yang akan memasuki tahapan kampanye para kandidat yang mulai digelar pada 17-30 Mei mendatang.

Ditetapkan Mendagri

Sementara itu, Juru Bicara KPU Provinsi NTT Djidon de Haan mengatakan pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah di Kabupaten Flores Timur, yang dijadwalkan 3 Juni kemungkinan besar ditunda karena situasi keamanan di ujung timur Pulau Flores itu dilaporkan tidak kondusif.

Hanya saja penundaan Pilkada hanya bisa dilakukan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi setelah menerima permohonan dari Gubernur Frans Lebu Raya .

“Mekanismenya adalah Polres Flores Timur mengirim surat kepada KPU yang menyatakan bahwa situasi keamanan tidak stabil sehingga pelaksanaan Pilkada ditunda. KPU akan mengusulkan kepada DPRD, dari DPRD ke Bupati dan dari Bupati mengusulkan ke Gubernur untuk diteruskan ke Mendagri,” katanya.

Ia mengatakan KPU Flores Timur belum bisa menggelar pleno penarikan nomor undian dan penetapan nomor urut calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Flores Timur periode 2010-2015, setelah pasangan Simon Hayon-Frasiskus Diaz Alffi diakomodir kembali menjadi peserta pilkada.

Kapolres menambahkan KPU tidak bisa menyatakan bahwa kondisi keamanan di Flores Timur tidak stabil. Instansi yang berwenang menyatakan keadaan tidak stabil adalah aparat kepolisian setelah melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

Dia mengatakan kapan dan dimana akan digelar pleno oleh KPU, aparat kepolisian siap melakukan mengamankan. (ant/roc)

Sumber: kapanlagi.com