Home Serba-serbi Banjir melanda Larantuka

Banjir melanda Larantuka

192
1

Akibat hujan lebat yang mengguyur kota Larantuka pada hari sabtu, 15 januari 2011, banjir yang tidak biasanya melanda kelurahan Waibalun, Larantuka. Banjir lumpur yang menerjang kelurahan Waibalun tersebut membuat panik warga setempat sehingga warga yang berada pada jalur banjir berbondong-bondong mengungsikan diri ke Gereja Paroki dan Gedung Paroki Kelurahan Waibalun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kejadian tersebut mengakibatkan 1 buah rumah warga hanyut, 2 rumah lainnya tergenang lumpur setinggi dada orang dewasa. Terdapat 1 korban luka-luka yaitu Joni Kolin (48 tahun) yang saat ini sedang dirawat di RSU Larantuka.

Kepanikan yang besar terjadi lagi keesokan harinya yaitu pada hari minggu sore saat hujan kembali turun dengan lebatnya. Warga yang berada pada daerah dengan dataran rendah memilih untuk meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi ke rumah kelurga mereka yang berada pada wilayah yang lebih tinggi untuk menghindari jatuhnya korban. Warga kelurahan Waibalun memilih mengungsi di Gedung dan Gereja Paroki St. Ignasius Waibalun, sementara warga kelurahan Lewolere yang berada pada jalur banjir memilih untuk mengungsi ke Podor.

Beberapa saat setelah banjir melanda Waibalun, warga menemukan seekor ular sebesar pohon kelapa yang menurut para tetua adat setempat mempercayai bahwa ular tersebut adalah jelmaan dari penjaga kampung dan menghalau datangnya banjir sehingga tidak melanda seluruh kampung. Karena itu oleh pemangku adat setempat dilakukan upacara adat sebagai ungkapan terima kasih. Begitu upacara adat selesai, ular yang awalnya sebesar batang kelapa berangsung-angsur mengecil. Ular tersebut kemudian dibawa dan dikembalikan ke kampung lama yang bernama Nama.

Hans Hallan