Home Serba-serbi Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan

Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan

276
0

Dalam kaitannya dengan perumpamaan yang disampaikan Yesus mengenai benih yang jatuh saat dibawa oleh petani ke ladangnya, Yesus berpesan supaya yang memiliki telinga hendaknya mendengarkan arti perumpamaan tersebut. Yesus menggolongkan setipa orang yang mendengarkan firman Tuhan untuk selanjutnya dibawa dalam kehidupannya menjadi beberapa kategori.
Kategori pertanya yang benihnya jatuh pada tanya yang berbatu, tumbuh sebentar lalu layu karena terik matahari dan sedikitnya tanah. Kategori yang kedua adalah benih yang jatuh di tengah semak. Tumbuh sebentar dan layu karena terhimpit oleh berbagai kepentingan dunia. Dan kategori ketiga adalah benih yang jatuh di tanah yang subur dan baik serta menghasilkan buah yang berlimpah-limpah. Itu hanya sebuah perumpaman.
Sekali lagi di bagian akhir Yesus berkata, siapa bertelinga hendaknya ia mendengarkan. Setiap kita adalah bejana di mana benih yang berupa firman Tuhan akan ditaburkan oleh Allah ke dalam hati kita. Bertumbuh dan berkembang serta berbuahnya benih akan sangat tergantung pada diri kita masing-masing. Kita dapat saja memilih untuk menjadi tanah yang berbatu ataupun tanah yang juga menjadi tempat betumbuhnya semak-semak dan tanah yang subur. Keputusan ada di tangan kita sendiri. Tuhan memberikan kehendak bebas bagi kita untuk memilih. Namun Tuhan juga mengingatkan kepada kita untuk mendengarkan. Mendengarkan bisikan dan rencana Tuhan atas hidup dan kehidupan kita. Tuhan ingin kita semua menjadi tanah yang subur dan dapat menghasilkan buah yang berlimpah. Buah yang dihasilkan tiap orang berbeda menurut talenta yang diberikan oleh Tuhan, hanya bahwa Tuhan ingin kita berbuah yang lebat.
Mendengarkan apa rencana Tuhan sangat penting agar kita tidak salah dalam memilih. Tuhan sudah mengenal kita sejak sebelum kita dibentuk dalam rahim ibu kita. Karena itu Tuhan juga sudah merencanakan dan akan memakai kita menjadi alatNya, sekali lagi, kita hendaknya mendengarkan panggilan Tuhan atas hidup kita. Namun semuanya kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Semoga pilihan kita sesuai dengan panggilan Tuhan atas hidup kita. Semoga

Hans Hallan