Home Serba-serbi Datang pada Yesus

Datang pada Yesus

400
0

Berdasarkan penanggalan gereja katolik roma, pada setiap hari terdapat bacaan yang telah ditetapkan untuk dapat direnungkan. Hari ini dalam Injil Matius 9: 1 – 4, ditulis demikian: …Maka dibawa oranglah kepada-NYA seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya.
Kemarin dalam salah satu akun facebook sahabat saya, ada komentar yang agak menuduh bahwa saya mengambil kesempatan dalam kesempitan, karena terbawa oleh perasaan dan emosi akibat suasana hati yang tidak kondusif, sayapun membalas komentar tersebut dengan mengatakan bahwa “Lia adalah adik saya dan saya mengetahui permasalahan yang dihadapinya.” Komentar yang menuding saya tersebut datang hanya karena komentar saya sebelumnya, “Mari kita berdoa supaya Lia mendapatkan yang terbaik.”
Saat ini, saat keadaan saya sudah kembali baik, saya berpikir tentang apa yang telah terjadi kemarin. Tadi pagi malam saya mengirimkan sms kepada Lia untuk menyampaikan permintaan maaf saya. Dan tadi pagi, dalam renungan pribadi yang singkat, saya menemukan ayat di atas dan akhirnya membawa saya pada suatu kesimpulan kecil dalam bentuk sebuah pertanyaan, sudah berapa orangkah [dalam konteks kualitas bukan kuantitas] yang pernah saya bawa untuk datang kepada Tuhan Yesus di saat mereka tidak dapat melangkah, di saat mereka tidak tahu harus melakukan apa-apa, di saat mereka tidak berdaya untuk datang pada-Nya meskipun memiliki niat yang sangat besar.
Disamping itu, sudah seberapa seringkah saya datang kepada Tuhan Yesus di setiap saat terutama di saat saya sedang merasa bahagia, merasa tidak ada permasalahan yang sungguh berarti dalam hidup saya yang mengganggu saya sedemikian beratnya sampai mengacaukan seluruh hari-hari saya ?
Membawa orang datang kepada Tuhan, tidak berarti harus membawa mereka yang belum beriman kepada Yesus untuk datang kepada-Nya, tetapi juga bagaimana saya bisa membawa diri saya seutuhnya dengan segala kekurangan dan talenta yang telah dianugerahkan Tuhan kepada saya. Selanjutnya bagaimana saya membawa teman saya, sahabat saya, keluarga saya untuk datang kepada Tuhan Yesus.
Untuk bisa datang kepada Yesus, kita harus berani melepas segala ego kita, melepas segala keakuan kita, melepas keanggkuhan diri, melepas segala “kelemahan” kita, supaya kita bisa kuat untuk datang kepada Yesus.

Hans Hallan