Warga Watokobu Sulit Dapatkan Pelayanan Medis

LEWOLEBA, FBC-?Cuti melahirkan Bidan Helena Wadu, sungguh membawa kerepotan bagi warga Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Kebupaten Lembata, yang selama ini mendapat pelayanannya. ?Tidak ada pengganti yang disiapkan Dinas Kesehatan Lembata.

Di tengah kondisi alam yang tidak menentu, banyak juga warga yang memilih tetap tinggal di desa mencari pengobatan seadanya, ketimbang harus ke Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata yang berjarak 5 kilometer.


?Bapa, kami warga masyarakat desa Watokobu sejak bulan Nopember 2012 kemarin hingga saat ini sangat kesulitan mendapatkan pelayanan medis.?? Ingin berobat ke rumah sakit di Lewoleba, tetapi kesulitan transportasi karena musim hujan begini. Banyak orang sakit yang hanya pasrah dengan pengobatan-pengobatan alternatif?, ungkap Silvester Suar (33), warga Desa Watokobu, sambil merawat anaknya sakit, ketika FBC bertandang ke rumahnya, Sabtu pagi (26/1-2013).

Silvester menceritrakan, pada musim hujan begini, begitu banyak orang yang manderita sakit sehingga mereka menjadi bingung mencari pengobatan medis. Menurutnya, kalau bidan yang bertugas berhalangan sakit atau cuti melahirkan, sesungguhnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata mestinya mencari pengganti sementara.

?Anak saya sekarang panas tinggi, mau ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Watokobu atau ke Poliklinik Desa (Polindes) Desa Watokobu pun tidak ada petugasnya di sana,? ungkap Silvester.

Sementara Bidan Helena yang dikonfirmasi FBC pertelpon mengakui, dirinya sedang mengambil masa cuti melahirkan sejak bulan Desember 2012 lalu.

?Saya sedang cuti bapa. Saya cuti melahirkan mulai bulan Desember 2012 kemarin dan akan berakhir tanggal 4 Pebruari 2013 ini. Sekitar tanggal 5 Pebruari 2013, saya sudah ke Belang, desa Watokobu untuk kembali bertugas?, ungkap nona Helen ?menjanjikan.

Bidan Helena menambahkan, ?awal Desember 2012 dia masih bertugas. ?Saya justru merasa sakit dan mulai mendapat gejala bersalin ketika di Belang desa Watokobu. Tanggal 3 Desember 2012 saya baru meninggalkan tugas, turun ke Lewoleba untuk persiapan persalinan,? ungkapnya.

Tenaga Medis Datang, Tapi Tidak Membawa Obat

Silvester yang beristrikan Rosa Dalima Pili Uran (32), ?mengakui kalau bulan lalu ada petugas medis yang turun ke desa Watokobu untuk melakukan pelayanan kesehatan tetapi lebih pada pelayanan Posyandu. Sementara, pelayanan medik lainnya, tidak bisa terlaksana karena diakui kalau tidak membawa sarana pengobatan masyarakat misalnya obat-obatan dan peralatan medik lainnya.

Dia menceritakan, di Desa Watokobu terdapat 3 bangunan kesehatan yaitu Pustu, Polindes dan juga Posyandu. Menurutnya, ketiga bangunan ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas pelayanan kesehatan, namun minim petugas kesehatan.

?Kelengkapan yang begitu banyak dengan anggaran yang besar untuk sebuah desa seperti ini, kalau tidak ada tenaga medisnya pun, maka mubasirlah semuanya,?, ungkap Sil sapaan Silvester Suar dengan kecewa.

Benedikta Tupen Kepala Puskesmas Lewoleba yang membawahi Pustu desa Watokobu dihubungi FBC per telepon genggamnya, Sabtu (26/1), mengatakan ketiadaan tenaga medis diganti dengan pendampingan dan penanganan darurat tim medis.Dia mengatakan, bulan lalu sudah ada tim medis Posyandu yang sudah ke desa Watokobu. Dia juga mengakui tim medis yang turun lebih fokus pada pelayanan Posyandu tanpa memberikan pelayanan medis bagi masyarakat umum, menjadi masukan baik bagi pihak Puskesmas untuk disikapi dalam pelayanan kunjungan bulan Januari 2013 ini.

Ibu Bene, sapaan Benedikta Tupen mengatakan kalau bidan Helen Wadu saat ini sedang cuti bersalin dan tentunya dalam waktu dekat akan kembali bertugas setelah habis masa cutinya.

Pantauan FBC, kondisi lingkungan desa Watokobu ?masih penuh dengan semak belukar. Lumpur dan genangan air hujan kian menjadi sarang dan sumber berkembangbiaknya nyamuk.

Kebanyakan warga desa Watokobu yang berjarak kurang lebih 5 kilometer ke Selatan kota Lewoleba ini, menderita berbagai penyakit terutama demam, malaria karena nyamuk yang begitu banyak ketika musim hujan tiba.

Petugas kesehatan harus melakukan penyuluhan kesehatan lingkungan secara rutin. Pemerintah desa pun harus terus berupaya menata kebersihan lingkungan desa, untuk mengantisipasi berkembangbiaknya nyamuk malaria. Di atas semua itu, kebijakan pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat, tentu sangat diharapkan warga wilayah ini.?(Lukas Narek)

Sumber: www.floresbangkit.com

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password