Tuhan sebagian masyarakat Adonara

Kata seorang sahabatku: ”Jika kami tak menanggung adat istiadat yang berat di lewo tanah, mungkin kami bisa beli pesawat.” Kata-kata ini memang agak berlebihan dan patut diduga keluar dari himpitan hidup akibat tanggungan adat istiadat yang kian mencekik anak lewo tanah dari hari ke hari.
Masih soal keluhan temanku, setiap kali anaknya meminta uang utk bayar uang sekolah, selalu dijawab belum ada. Namun ketika opu alap datang menyampaikan segala sesuatu, dalam sekejap saja langsung ditanggapi, dan uang pasti ada tanpa reserf. Entah beli kambing, babi, sarung, atau apa saja. Semuanya selalu tersedia.

Kembali kepada fakta hidup, saya ingin bertanya, Apakah manusia Adonara bisa menyingkirkan kemunafikan hidup ini dan tampil apa adanya? Mengapa harus katakan ada witi, wawe, manuk, dan lain-lain, jika kenyataannya hampir “tiarap”?
Dalam kesempatan ini hendak saya katakan bahwa Tuhan sebagian masyarakat Adonara bukan Tuhan sebagaimana yang selalu Dipuji dan Disembah, melainkan gengsi. Gengsi telah menjadi “tuhan” orang Adonara sehingga demi gengsi, orang Adonara dapat memberikan segenap jiwa raga dan segenap kekuatannya. Kapankah orang Adonara dapat menerima dirinya sendiri apa adanya?
Dapatkah orang Adonara cukup membawa seekor ayam, jika kemampuannya hanya sampai pada seekor ayam? Mengapa anak Adonara bersedia mengorbankan kerbau, padahal kemampuannya hanya seekor kambing yang baru tumbuh tanduknya?
Sebenarnya “penyakit menular gengsi” macam apa yang sedemikian mewabah di Adonara? Mengapa orang Adonara yang gagah perkasa ini tak sanggup mengalahkan gengsinya? Bagi saya, keberanian zaman ini, bukanlah keberanian membunuh orang, membunuh kehidupan, melainkan keberanian dalam memelihara kehidupan pada umumnya, menjaga dan memelihara generasi muda utk kehidupan yang akan datang yang jauh lebih bermartabat dan beradab….Semoga…

Hipa Lali Duli, Hide Teti Lewo, Koda Dike Kirin Sare, Taan Bura Gere Lewun Tanah…..

Bernadus Gana

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password