Terdata 392 Rumah di Flotim Rusak Akibat Angin Kencang

LARANTUKA, FBC– Data yang telah direkap dari berbagai kecamatan di Kabupaten Flores Timur, terdata sebanyak 392 rumah penduduk ?yang rusak akibat angin kencang yang melanda kabupaten ini seminggu yang lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, ?Drs. Paulus Igo Geroda, M.Si melalui Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Flores Timur Abdul Wahid, mengatakan hal itu kepada FBC ?di sela-sela latihan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat di Larantuka, ( 25/01/ 2013).

Saat terjadi angin kencang, tiang-tiang Trafictlight pun ikut miring. Foto diambil persis di tengah kota tak jauh dari rumah jabatan bupati. (Foto : FBC/Melky Koli Baran)

Menurut Wahid, kerusakan terbanyak menyebar di empat kecamatan,? yakni Kecamatan Larantuka, Tanjung Bunga, Titehena dan Ileboleng. Dirincikannya, di Kecamatan Larantuka sebanyak 172 rumah warga rusak, menyusul kecamatan Tanjung Bunga sebanyak 56 rumah, ?kecamatan Titehenda sebanyak 44 rumah dan Ileboleng sebanyak 30 rumah dengan total 302 rumah.? Sisanya dari kecamatan-kecamatan lainnya di Flores Timur.

Dijelaskan Abdul Wahid, kerusakan rumah-rumah dimaksud mulai dari kategori rusak ringan sampai rusak berat. Menurutnya, kategori rusak berat seperti rumah yang dirobohkan angin dan yang tersisa cuma fundasinya saja. Sedangkan rusak ringan seperti atap terbongkar dan bolong.

Terhadap jenis kerusakan seperti ini, Abdul Wahid memperkirakan rumah-rumah itu berada persis dijalur mengalirnya angin kencang serta kualitas bangunan rumah-rumah itu.

Kualitas rumah yang rendah

Camat Larantuka Yosef Tua Dolu mengatakan kebanyakan rumah-rumah penduduk di pedesaan dibangun tanpa besi pengikat antara dinding dan atap. Menurut Camat, kerusakan rumah karena angin kencang itu pada umumnya menerbangkan rangka atap rumah.

?Ini memperlihatkan kualitas rumah yang rendah. ?Kebanyakan rangka atap rumah tidak diikat dengan tembok rumah. Karena itu, menghadapi ancaman angin kencang, rangka atas rumah dengan mudah diterbangkan?.

Camat Larantuka Dolu mengakui, ?angin kencang di minggu kedua dan tiga Januari telah merusakan rumah-rumah warga. Hal inilah yang kemudian mendorongnya memfasilitasi pertemuan para Lurah dan kepala desa sekecamatan Larantuka untuk membahas berbagai ancaman dan jalan keluarnya.

Pertemuan yang berlangsung di Restoran Senaren Larantuka tanggal 18 Januari itu antara lain merefleksikan berbagai ancaman bencana alam di wilayah ini, termasuk angin kencang di samping banjir dan abrasi pantai.

Diakuinya,kota Larantuka terletak di lereng gunung Ilemandiri ?sering terjadi longsor dan banjir bandang. Karena itu, para lurah diharapkan memelopori upaya-upaya swadaya bersama warga kelurahan untuk mengupayakan jalan keluar terbaik.?Ancaman terbesar di kota ini adalah lereng gunung Ilemandiri yang cenderung longsor tiap tahun. Karena itu telah digagas aksi penanaman bambu di lereng gunung itu?, kata camat Larantuka.

Menurutnya, kota Larantuka identik dengan bencana. ?Larantuka itu kota yang identik dengan bencana?, kata Yosef Tua Dolu. Menurutnya, selain banjir bandang tahun 1979 terjadi gempa tahun 1992 juga membawa kerugian bagi warga kota Larantuka. Akibat bencana ini banyak warga menderita karena korban jiwa, kerusakan infrastruktur serta psikologis.

Bencana banjir juga terjadi tahun 2003 di kelurahan Postoh yang memakan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta terakhir tahun 2011 di Kelurahan Waibalun, jelasnya.

Terhadap ancaman-ancaman yang disebutkan, kapasitas masyarakat kota juga masih minim. Sebagai bagian dari proses memulai agenda tahun 2013, camat Larantuka akan bersama BPBD turun ke masyarakat melakukan sosialisasi dan melihat tanggapan balik dari masyarakat akan masalah yang mereka hadapi. (Melky Koli Baran)

Sumber: www.floresbangkit.com

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password