SUKU – Lamaholot

Adonara dan Lama Holot pada umumnya memiliki banyak sisi unik. Selain gading Adonara yang sudah tersohor, ada pula banyak suku di dalamnya. Bedanya, suku yang ada dalam satu suku besar Lama Holot, tak sekadar nama. Semua yang ada dalam tatanan ini memiliki nama maupun peran masing-masing.?Jika anda memang benar orang Lama Holot, sudah pada tempatnya anda terpaksa atau ?dipaksa? untuk tahu, apa suku anda dan apa pula peran suku anda dalam tatanan adat Lama Holot. Kita tak bicara soal politisasi adat istiadat, namun ketika bicara soal suku, maka peranan yang menyertainya sungguh tak terhindarkan. Itu sebuah konsekuensi.

Dan, tulisan soal suku ini tak bermaksud memetakan orang melainkan untuk memperjelas identitas anak-anak Lama Holot. Dengan cara ini, segenap orang dalam suku Lama Holot barangkali bisa tahu dan mengerti diri dari mana berasal.

Semua suku di Lama Holot menduduki tatanan yang sama. Untuk itu, dalam tatanan adat hanya ada nobo, bukan ?kursi? meskipun untuk sementara orang dengan tanpa beban menyatakan nobo sama alias identik dengan kursi.

Di dalam suku Lama Holot yang besar itu, ada pula suku-suku kecil yang memiliki peran sendiri, baik sebagai raja, patih, rakyat, dan lain-lain, termasuk suku yang bertugas khusus melakukan pemulihan terhadap dosa manusia Lama Holot jika manusia telah melakukan perbuatan salah dan dosa kepada RERA WULAN TANAH EKAN (Sebutan Tuhan bagi suku ini). Bagi kebanyakan orang Adonara upacara pemulihan ini dikenal dengan Geleten Pelumut dan bagi Lama Holot di tanah seberang menyebutnya dengan Geleten Muko Puken, Gelour Wai Matan.

Adapun peran raja, patih, atau rakyat dalam tatanan ini sungguh beda dengan tempat lain. Jika di tempat lain, raja dan patih bertugas memerintah rakyatnya, maka lain sekali dengan suku Lama Holot. Ibarat Injil, raja dan patih Lama Holot adalah mereka yang tanpa kenal waktu dan tempat selalu siap sedia melindungi dan menjadi pelayan utuh bagi masyarakatnya, tidak hanya dari perbuatan jahat suku lain di luar Lama Holot, tetapi lebih dari itu bertugas pula memelihara tatanan adat istiadat Lama Holot sehingga Lama Holot dan segala isinya terjaga dan terpelihara dari berbagai bencana dan wabah. Hal ini bisa dilihat dari berbagai ritual yang dijalankan setiap kali ada kejadian menggemparkan yang menimpa tanah ini. Masalahnya, sanggup atau tidak generasi ini mempertahankan warisan peradaban yang tak ada duanya di dunia ini?

Menilik dari keteraturan peranan suku Lama Holot yang sungguh tua ini, boleh dikatakan hampir tak ada bedanya dengan peranan suku-suku Israel dalam Kitab Suci Injil. Dan yang menjadi tanya pula, darimana sebenarnya nenek moyang Lama Holot mempelajari peradaban hidup yang tinggi itu.

Dr Chris Boro Tokan pernah menyebutkan Indonesia sebagai tempat lahirnya peradaban dunia sesuai pengetahuan maupun buku yang dibaca. Pada tingkatan ini, tampaknya perlu ada penelusuran lebih jauh mengenai di mana tempat tumbuhnya peradaban dunia yang pertama di Indonesia ini. Karena, Indonesia ini sedemikian luas dengan ribuan pulau yang kita sama-sama sudah tahu. Dan jika Lama Holot mengklaim sebagai suku tertua dan lahirnya peradaban tertua, tentu segenap masyarakat dunia akan minta bukti. Pada tahapan ini, apakah Lama Holot punya cukup bukti?

Memang salah satu kelemahan atau mungkin sebaliknya yakni kekuatan Suku Lama Holot, bahwa hukum yang diwariskan bagi pewarisnya, bukan tertulis pada batu atau disusun dalam lembaran-lembaran kitab, melainkan pesan lisan yang disampaikan dari keturunan ke keturunan. Pada tingkatan ini, patut diduga, bahwa dari keturunan yang satu ke keturunan yang lain, ada pergeseran tertentu walaupun tak signifikan. Ini belum ditambah dengan faktor subjektif dari penerima warisan adat itu sendiri. Atau dengan kata lain, patut diduga lumayan banyak terjadi pergeseran dalam warisan budaya walaupun hal itu tidak sampai menimbulkan keonaran.

Pertanyaannya, sanggupkah segenap pewaris menggali kembali ?harta terpendam? ini? Atau semua orang hanya sanggup sibuk mengurus ?perutnya? sendiri? Jika kembali kepada fakta hidup saat ini, patut diakui, betapa jauhnya orang Lama Holot mengalami kemunduran peradaban dan budaya, meskipun bukan tak mungkin Lama Holot masuk dalam jajaran salah satu peradaban tertua, atau bahkan yang tertua di dunia ini.

Hipa lali Duli, Hide Teti Lewo, Koda Dike Kirin Sare, Taan Bura Gere Lewun Tanah?..

Oleh Bernadus Gana

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password