Seputar Aksi Di Gereja Katolik St. Paulus Singaraja

Rekan-Rekan PWKI ?????.. melalui kesempatan ini, Solidaritas Jurnalis Katolik Bali (SJKB) menjelaskan beberapa hal terkait aksi umat Katolik di Denpasar saat mengambil alih Gereja Katolik Santo Paulus Singaraja pada tanggal 24 Agustus kemarin, yang telah 15 tahun dipimpin oleh Pastor Paroki yang sudah dicabut yurisdiksinya (wewenang pelayanan patoral) oleh Uskup Denpasar tahun 1996 dan telah dipecat oleh konggregasi SVD di Vatikan pada tahun yang sama. Adapun penjelasan dan kronologis peristiwa sebagai berikut:?

1. Tanggal 24 Agustus pukul 05.20 wita, puluhan umat (96 orang), selain para pastor berkumpul di Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar, Jl. Tukad Musi No 1. Denpasar. Selanjutnya berdoa didalam gereja dipimpin oleh Rm. Kris Ratu SVD, Pastor Paroki Katedral.

2. Pukul 06.15. wita umat dan para pastor berangkat menuju Singaraja menggunakan 4 bus, beberapa umat lain menggunakan kendaraan pribadi (mobil). Tiba di puncak Pancasari, Bedugul pada pukul 7.30 wita. Rombongan istirahat sejenak sambil menunggu rekan-rekan lain yang nyusul dari belakang. Saat itu juga beberapa tokoh umat menjelaskan beberapa hal terkait aksi damai pengambil- alihan gedung paroki.

3. Aksi mengambil alih Gereja Katolik Santo Paulus Singaraja dikomandani oleh Rm. Y. Handrianto Wijaya, Pr sebagai Pastor Paroki resmi yang diangkat oleh Uskup Denpasar (Bali & NTB) Mgr. Dr. Silvester San Pr pada bulan Juli 2010 lalu. Rm Handrianto didampingi oleh Vikjen Keuskupan Denpasar Rm. Yoseph Wora, SVD dan Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, Rm. Herman Yoseph Babey, Pr serta sejumlah imam sebagai wujud solidaritas antar klerus. Kordinator Lapangan adalah Ardi Ganggas dan Yusdi Diaz

4. Dalam perjalanan kami mendapat informasi dari intel Polda Bali dan Polres Buleleng, bahwa, sekitar 15 orang pria bukan agama Katolik telah berada di dalam halaman gereja paroki. Setelah dirahasia oleh intel ternyata, 4 orang didapat membawa senjata tajam dan langsung diamankan oleh aparat. Dan yang lainnya oleh intel diberi pengertian, bahwa ini masalah internal gereja Katolik sehingga yang lain tak perlu ikut campur.

5. Pukul 09.15 wita rombongan tiba jalan Kartini (lokasi gereja) dan bergabung dengan umat Katolik di Singaraja termasuk pastor paroki yang sah. Selanjutnya, dilakukan doa dan nyanyian sebelum memasuki halaman gereja. Namun pada saat yang sama gerbang gereja ditutup dan di depan gerbang dipasang patung Yesus. Padahal, sebelum rombongan tiba, gerbang tersebut terbuka sehingga umat bebas keluar masuk.

6. Beberapa saat kemudian gerbang dibuka paksa dan umat masuk ke dalam halaman gereja untuk mengambil orang-orang yang selama ini telah menguasai gereja Katolik tanpa garis komando hirarki gereja. Memang, gaduh dan ribut karena semua umat berteriak meminta yang didalam kamar untuk keluar. Bahkan ada yang mendobrak karena beredar informasi masih ada preman yang ada didalam ruangan.

7. Setelah gereja dikuasai, Anis Ola—Koster Paroki Singaraja diangkut keluar ruangan. Karena melawan, ybs dievakuasi paksa dan diserahkan ke Ikatan Keluarga Besar Ende Lio (Wuamesu) Denpasar Bali yang langsung mengantarnya ke Denpasar.

8. Beberapa menit kemudian, giliran Rm. Yohanes Tanumiarja dievakuasi keluar dari kamarnya dan diserahkan ke keluarga yang telah menunggunya untuk diantar ke Tuka, Badung. Rm. Yan Tanu pun melawan, namun tetap dipaksa masuk ke kendaraan yang telah disiapkan oleh keluarga. Bahkan room sempat berteriak dan menolak masuk ke dalam mobil.

9. Sebelumnya, ajudan Rm. Yan Tanu juga diambil paksa tanpa perlawanan dan diserahkan ke keluarga besar Manggarai. Selanjutnya, seluruh penghuni di sekitar gereja, dan pastoran diminta untuk keluar semua, karena ruangan akan dibersihkan untuk persiapan pastor paroki baru. Setelah itu, semua umat membersihkan semua yang ada di gereja dan pastoran.

10. Hanya dalam waktu satu jam, lima belas menit gereja dikuasai. Setelah itu, pada pukul 12.30 wita diadakan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Singaraja yang baru Rm. Handrianto Pr dan didampingi 9 imam dari Keuskupan Denpasar

My Friends??? peristiwa 24 Agustus 2010 (kemarin) memang, banyak yang menafsirkan dan memberi pandangan yang berbeda-beda termasuk “sesama bis kota”. Tapi inilah hasil rekaman SJKB yang bisa kami bagikan ke teman-teman untuk dijadikan informasi tambahan seputar aksi yang dilakukan kemarin. Namun, yang terpenting dari semua itu adalah momentum 24 Agustus, kado terindah bagi Keuskupan Denpasar yang pada bulan September nanti berusia 75 tahun


SJKB Bali?

Emanuel Dewata Oja ——- Ketua?
Agustinus Apollo——Sekretaris

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password