Roma Sukses dengan Usaha Perbengkelan

LEWOLEBA-FBC- Konrardus Beker Roma (38) anak keempat pasangan Yoseph Ber Roma (almahrum) dengan Monika Kewa Ladjar (68) kini sukses membangun usaha perbengkelan besi, di lingkungan Kota Baru Atas, Kelurahan Lewoleba Selatan, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Karena tekun dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang datang, ia tidak saja berhasil tapi mulai dikenal banyak kalangan. Usaha perbengkelannya, melayani berbagai pesanan alat-alat permainan dari sekolah-sekolah Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Usia Dini, pesanan pembuatan pagar, las mobil dan berbagai permintaan las terhadap barang-barang lainnya.

Konrardus Beker Roma : “Saya berusaha untuk tekuni pilihan pekerjaan ini..”

Kon, sapaan akrab Konrardus Beker Roma menerangkan bahwa dengan karyawan yang kian bertambah menjadi 5 orang, telah sangat membantu menangani semua pekerjaan pesanan para pelanggan maupun konsumen yang sewaktu mampir di bengkelnya.

Menurutnya, hampir setiap hari, orang selalu datang ?meminta bantuan untuk dilayani dalam urusan las-las berbagai jenis ?barang-. Sementara permintaan dari sekolah Taman Kanak-Kanak atau Paud untuk las alat-alat permaian begitu mendesak.

?Saya lakukan dengan tekun, tulus dan sungguh-sungguh, sehingga nampaknya orang selalu larinya ke sini. Hampir semua proyek pengadaan alat permainan TKK di Lembata, semua larinya ke bengkel kami, bengkel Ile Roma.?, ungkap Roma kepada FBC, ketika bertandang ke bengkelnya, Selasa (10/12).

Anis Lewotana, salah satu karyawan bengkel Ile Roma kepada FBC, Sabtu, (8/12), mengatakan, di perbengkelan tersebut kualitas produksi selalu menjadi perhatian. ?Kualitas sangat ternjamin, pelayanan tepat waktu dengan harga yang sangat bersahabat, membuat kebanyakan orang lebih datang ke bengkel kami,? ungkapnya

Seorang pelanggan, Bernardus Seran membenarkan kalau dirinya paling senang datang ke bengkel Ile Roma bila berurusan dengan soal-soal las dan permohonan bantuan lainnya yang berhubungan dengan bengkel.

?Saya ?pilih bengkel Ile Roma kalau mau urusan las-las karena pelayanan mereka cepat dan tidak banyak rewelnya. Kadang juga, kami diberi kesempatan untuk bisa lakukan las sendiri. Permintaan bayarannya pun tidak membebankan, lebih pada rasa saling pengertian,? ungkap Nadus sapaan Bernardus Seran kepada FBC beberapa waktu lalu di bengkel Ile Roma.

Demikian juga pengalaman Wilhelmus Klobor, Pengelolah Paud, ?di Jalan Sengsara,? Kelurahan Lewoleba Barat, mengakui kalau pesanan alat permainan sekolah Paud-nya dari Kon Roma. Dia lebih memilih ke bengkel Ile Roma karena mudah kompromi, penuh pengertian, hasil kerjanya bagus, tepat waktu dan harganya dapat dikompromikan dengan baik.

?Kalau kualitas kerja dari bengkelnya baik, pelayanannya yang ramah, adanya saling pengertian dan harganya pun terjangkau. Mengapa harus ke bengkel lain karena sudah pasti bengkel Ile Roma pilihan kami?, ungkap Wilem, sapaan sehari-hari Wilhelmus Klobor kepada FBC ketika menemuinya di rumah jalan Sengsara Kelurahan Lewoleba Barat, kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Roma, yang beristri Simprosa Duki (32) guru swasta pada Sekolah Dasar Katolik 1 Lewoleba ini, kini sudah membangun rumah pribadi yang lumayan megah dengan usaha kios di dalamnya. Kendati demikian, dalam perbincangan dengan FBC, dia mengisahkan, kalau sebelumnya hidup mereka penuh dengan kesulitan dan penderitaan lantaran pekerjaan yang masih serabutan.

Setelah menamatkan sekolah tahun 1997 pada Sekolah Teknologi Menengah (STM)? Yupentek 1 Tangerang Jakarta, Roma bekerja sementara di bengkel service mobil di terminal Bratang Surabaya, tahun 1998-1999.

Tahun 2000, kembali ke Lembata, coba geluti dunia bisinis hasil komoditi. Beli hasil bumi, selanjutnya mengantar sendiri ke Surabaya. Dari hasil kerja ini, ia malah mengongkosi dirinya untuk ke Malaysia. Selama dua tahun bekerja serabutan di Malaysia, hingga akhirnya kembali ke Lembata tahun 2002 untuk memulai hidup baru. Roma melanjut kisah, di Malaysia ia mendapatkan sedikit uang dari hasil kerjanya. Uang ini, kemudian dia gunkan untuk membeli mesin las kapasitas kecil.

Aktifitas-Perbengkelan Ile Roma

Laki-laki, pekerja keras dan ulet ini berencana membangun bengkel las di Lewoleba. Impiannyapun ia realisasi dengan mengawali usaha bengkelnya di lingkungan Berdikari, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, dengan me-las becak yang masih marak di jaman itu. Ia juga menerima permintaan untuk me- las tengki-tengki motor, mencat motor bahkan menambal ?sepeda motor.

Dia menjalani semua pekerjaan yang datang dengan tekun lantaran ?tuntutan hidup mengharuskan dirinya untuk membiayai beberapa keperluan hidup termasuk ?makan dan bayar kos.

?Saya berusaha untuk tekuni pilihan pekerjaan ini walau kadang godaan untuk beralih pekerjaan selalu ada disaat ?tak ?satu pesanan pun yang datang. Saya coba bertahan dengan pengertian bahwa usaha ini baru saya geluti. Belum banyak orang yang tahu, sehingga saya berusaha sabar dan tekun menjalani apa adanya, kadang membantu orang tanpa bayaran. Lama kelamaan, semakin dikenal orang, akhirnya bengkel saya menanjak berkembang seperti ini?, ungkap Roma dengan bangga.

Dengan usaha bengkelnya yang kian maju, kini yang dia pikirkan tidak hanya melebarkan sayap usaha tetapi juga dapat ?mengembangkan investas tanah. Kini ia ?memiliki sejumlah bidangan tanah pekarangan maupun tanah pertanian di kota Lewoleba. Ia juga memiliki bemo kota ?Ile Roma? yang dapat menjadi sumber usaha lain yang didapatkannya dari kemajuan usaha bengkel ini.

Ketika FBC, menanyakan kiat-kiatnya dalam memajukan usaha perbengkelannya, bapak tiga anak, ?Maria Petresia Roma (7 ) yang sudah duduk di Sekolah Dasar kelas 2, Maria Natalia Roma (5) Taman Kanak-Kanak Santo Damian dan? Karolina June Roma (1) yang belum sekolah, mengatakan? bila mengenang masa-masa sulit dalam menggeluti usaha pada awal-awalnya, rasanya sungguh menyedihkan.

Bagi Roma, hanyalah sikap sabar dan tekun dalam menjalani usaha yang ia miliki sambil ?meyakini kalau Tuhan pasti menolongnya. ?Hidup kami sebelum ini, dari kontrakan ke kontrakan orang dengan hanya satu kamar sempit dan? sederhana. Makan minum pun susah. Tetapi saya berusaha untuk menekuni pekerjaan ini sambil berdoa kepada Tuhan karena Tuhan pasti menolong,? ungkap Roma merendah.

Roma, kelahiran desa Lewogroma, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata ini, mengakui? sudah mengantongi sejumlah rencana besar. Dalam waktu dekat, usaha perbengkelannya ?akan mengadakan mesin bubut, mesin chorter, dan lain-lain, sejalan dengan perekrutan tenaga baru.

Ia punya perhatian terhadap anak muda. Khusus orang-orang muda yang berpeluang dapat dikirim? untuk mengikuti kegiatan magang di Jawa dalam berbagai jenis keterampilan bidang perbengkelan. Selain itu, ia ?juga telah melakukan penjajakan pengembangan usaha perbengkelan di kota Mbay, Kabupaten Nagakeo Flores. Tenaga-tenaga muda Lembata yang ada sudah terampil dan siap, akan dikirim ke daerah pengembangan usaha seperti kota Embai.

Orang muda yang sekarang sedang dipersiapkan dan sudah mulai terampil di bengkelnya adalah Anis Lewotana asal Adonara, Bence Lerek asal Atadei, Lili Uran asal Lite, Nadus Kikhau dari Timor dan Ua Ledjab asal Atadei. Kelima putera terbaik Lamaholot ini akan terus bekerja dan melatih diri dan keterampilannya untuk masa depan yang lebih baik. (Lukas Narek)

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password