Perjalanan Dinas Bupati Lembata Dinilai Berlebihan

LEWOLEBA, FBC-Tingginya frekuensi perjalanan dinas Bupati Kabupaten Lembata Elyaser Yentji Sunur ?ke luar daerah mendapat beragam tanggapan, baik dari tokoh masyarakat maupun Anggota DPRD Kabupaten Lembata.

Tokoh masyarakat Lembata, Petrus Boliona Keraf kepada FBC berkomentar lirih. Menurutnya, perjalanan dinas Bupati Lembata, kini mulai dirasakan sangat berlebihan oleh masyarakat, bahkan dipandangnya sebagai sebuah keadaan di luar kebiasaan normal.

Petrus Boliona Keraf : Saya tentu tidak bilang itu keadaan abnormal, tapi biarkan masyarakat yang menilai

?Kalau normal, kita menyakini sebagai kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat, tetapi kalau berlebihan?. Saya tentu tidak bilang itu keadaan abnormal, tapi biarkan masyarakat yang menilai, ? kata Piter Keraf, panggilan akrab Petrus Boliona Keraf.

Piter Keraf yang pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Lembata, diawal masa otonomi Kabupaten Lembata di tahun 1999 lalu, saat ditemui di kediamannya di bilangan Kota Baru Kelurahan Lewoleba Tengah, Selasa 11/12/2012 mengatakan, walau dirinya pernah menjabat sebagai Bupati sementara, namun ketika itu ia sadar,? jika keseringan meninggalkan tugas, apalagi dalam kapasitas sebagai kepala daerah dapat berdampak buruk bagi pemerintahan di daerah.

?Andaikata, Wakil Bupati tidak tahu kemana dan untuk apa, berarti tugas dia sebagai Bupati tidak ada yang laksanakan. Anda bisa banyangkan seperti apa pemerintahan ini. Tetapi jika ada koordinasi yang baik antar keduanya (Bupati dan Wakil Bupati) berarti tugas-tugas itu dapat dihandel oleh wakil bupati,? kata Keraf.

Aktifkan Humas?

Tak hanya Piter Keraf, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lembata Fredrikus Wilhelmus Wahon pun memberikan komentarnya. Dalam perbincangan dengan FBC di kediamannya di lingkungan Wangatoa Atas, Kelurahan Selandoro Selasa, 11/12/2012, ?dia berpendapat, perjalanan dinas seorang Kepala Daerah dipahaminya sebagai sebuah perjalanan untuk melakukan lobi-lobi baik pada pemerintah provinsi mapun pusat.

Kerena, menurutnya,hingga kini Pemerintah tidak memiliki jurus lain untuk melakukan penggalangan dana pusat ke daerah selain jurus pendekatan. Hal inilah menurut Fredy, sapaan?Fredrikus Wilhelmus Wahon,??sebagai faktor penyebab tingginya?frekuensi perjalanan dinas pada pos kepala daerah.

Fredy menilai, tanggapan negatif masyarakat terhadap perjalanan dinas Bupati Lembata dikarenakan ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan yang di pimpin Elyaser Yentji Sunur sangat tinggi.

?Masyarakat berharap pemimpin selalu ada di dekat mereka, sehingga publik Lembata cenderung melihat negatif terhadap tingginga frekwensi perjalanan dinas Bupati, hal ini pun berkaitan erat dengan bugget perjalanan Pejabat Negara,? ungkap Ketua Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) ini.

Oleh karenanya Fredy berpendapat, pemerintah wajib membuat progres report kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. ?Manfaatkan humas sebagai juru bicara pemerintah untuk menjelaskan kepada masyarakat, apa yang didapat Bupati waktu melakukan perjalanan dinas. jangan diam saja,? katanya.

Lebih lanjut Fredy menambahkan, dalam rancangan anggaran tahun 2013 biaya perjalanan dinas bupati dan wakil bupati Lembata dipisahkan sehingga kinerja anggaran perjalanan dinas dapat diukur, dengan dasar perhitungan 40/60 persen dari total anggaran perjalanan dinas kepala daerah.

Sementara itu, Bupati Lembata Elyaser Yentji Sunur saat dihubungi FBC, ?melalui pesan singkat, menolak jika ada kesan bahwa perjalanan dinas yang dilakukannya ?tidak bermanfaat. Ia bahkan meminta FBC untuk menghubungi Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata, Petrus Toda Atawolo, guna mengkofirmasi terkait dana perjalanan dinas dan hasil dari perjalanan dinasnya.

?Tanyakan ke Sekda dan sampai dengan saat ini, saya belum minta dana tambahan karena dana perjalanan masih ada. Lihat saja apa yang sudah saya berikan pada pembangunan di Lembata dari hasil perjalanan dinas ini,? jelas bupati melalui Sort Masage Service (SMS).

Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan, Sekda Lembata, Petrus Toda Atawolo, belum sempat dihubungi. (Yogi Making)

Sumber: floresbangkit.com

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password