Pemerintah Tak Dukung, Rapat Istimewa Nyaris Ricuh

LEWOLEBA, FBC-Rapat Istimewa dalam rangka memberhentikan Badan Pengurus dan memilih Badan Pengurus pengganti antar waktu Koperasi Kredit Aneka Karya Aneka Karya? (Kopdit Ankara) Kamis, 27/12/2012 yang digelar di Aula Pusdiklat Kopdit Ankara Lamahora, Lewoleba Timur , nyaris ricuh. Peserta rapat berang, gara-gara Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lembata Ambrosius Lein Menggugat keabsahan rapat.

Rapat istimewa ini diselenggarakan menyusul laporan hasil audit investigasi Tim Independen, dalam rapat insidentil beberapa jam sebelumnya. Tim Independen dalam investigasinya menemukan berbagai dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Badan Pengurus dan Badan Pengawas Kopdit Ankara. Hadir dalam rapat ini, ratusan utusan anggota dan tim managemen dari tujuh kantor cabang Kopdit Ankara di Kabupaten Lembata.

Utusan anggota kecamatan Nubatukan, Stanis Kebesa Langoday, sedang menyampaikan pendapat. (Foto: FBC/Yogi Making)

Lein yang hadir saat rapat langsung diberi kesempatan untuk bicara mewakili pemerintah. Di hadapan peserta rapat, Lein mengatakan, penyelenggaraan rapat insidentil ini melanggar norma hukum,? dan meminta rapat dihentikan untuk dikoordinasikan kembali dengan pengurus lama yang menolak hadir.

Menurutnya, sesuai amanat Undang-undang, rapat istimewa harusnya diselenggarakan oleh Badan Pengurus dan dihadiri Badan Pengawas, Anggota dan Tim Managemen. Koperasi adalah sebuah lembaga berbadan hukum, oleh karenanya segala hal dilakukan mestinya berjalan dalam koridor hukum yang berlaku, jelas Lein. Dia mengatakan kehadirannya untuk menyatakan sikap pemerintah terhadap kegiatan ini.

Lebih lanjut Lein menjelaskan, sebagai pembina koperasi di Lembata, semestinya Pemerintah dapat memediasi menyelesaikan kekisruan dalam tubuh Kopdit Ankara, namun hingga rapat insidentil ini di gelar, pemerintah belum mendapat laporan resmi dari Kopdit terbaik di Indonesia ini.

?Saya sayangkan, hingga kini pemerintah belum mendapat laporan resmi dari lembaga ini, padahal pemerintah sebagai pembina dapat memediasi menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi, sepanjang ini, saya hanya mendengar saja. Bagaimana pemerintah bisa bersikap?? jelasnya.

Rapat Insidentil pemilihan badan pengurus baru Kopdit Ankara (Foto: FBC/Yogi Making)Oleh karenanya, Kadis Koperindag Lembata dihadapan ratusan peserta rapat, menegasan sikap resmi pemerintah terhadap rapat insidentil ini. ?Sebagai pembina koperasi di Lembata saya mau sampaikan bahwa, pemerintah tidak bersama bapak dan mama sekalian, itu sikap resmi pemerintah? tegas Lein.

Pernyataan Ambros ini, disambut hujan interupsi dari peserta rapat. Suasana seketika menjadi gaduh, peserta terlihat berlarian ke depan untuk merebut pengeras suara. ?Polisi dan security Ankara nampak sibuk mengamankan situasi. Situasi kembali tenang setelah salah satu tim formatur bentukan peserta rapat insenditil, Silvester Singga Wutun, mengambil alih rapat.

Upaya Boikot

Emanuel Ubuq, salah satu anggota Kopdit Ankara asal Kedang saat dimintai komentarnya di luar ruang sidang mengatakan, pernyataan kadis Koperindag, adalah upaya menggagalkan tindakan penyelamatan Kopdit Ankara dari kehancuran. Dia mempertanyakan, aturan mana yang sedang dilanggar forum rapat insidentil ini. Menurutnya, rapat insidentil ini diselenggarakan atas perintah AD/ART Kopdit Ankara.

?Koperasi punya aturan main, saya mau tanya aturan yang mana yang sedang dilanggar oleh forum ini. Rapat ini berjalan berdasarkan perintah AD/ART, dan kehendak anggota Kopdit Ankara, kami langgar aturan yang mana? Coba dia ?(Kadis Koperindag)?jelaskan, jangan-jangan dia juga tidak tahu. Kehadiran dia justru bikin suasana menjadi kacau, saya menduga ini upaya untuk menggagalkan pemilihan badan pengurus baru? ungkap Ubuq.

Senada dengan Ubuq, utusan anggota lainnya dari Kecamatan Nubatukan, Stanis Kebesa Langoday, kepada FBC membantah, jika dalam tubuh Kopdit Ankara sedang terjadi dualisme kepemimpinan di Kopdit Ankara. General Manager yang diakui oleh Kopdit Ankara, adalah Fransiskus Nurani. Kekisruan yang terjadi karena adanya mis komunikasi antara Badan Pengurus dan pihak managemen. Rapat Insidentil, menurut Stanis adalah sah bedasarkan Pasal (4) Anggaran Dasar Ankara.

?Rapat ini sah, harus diingat kewenangan tertinggi di Koperasi ada di tangan anggota, dan rapat ini pun berdasarkan kemauan anggota, agar segera dilakukan tindakan penyelamatan, surat dukungan ada di tangan GM, Frans Nurani. Yang hadir hari ini adalah representasi dari semua anggota yang tersebar di kabupaten Lembata,? tambah Kebesa.

Untuk diketahui, setelah mendapat serangan hebat dari peserta rapat, Kadis Koperindag Lembata Ambrosius Lein, akhirnya meninggalkan rapat tanpa pamit. Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Badan Pengurus Antar Waktu, dengan masa bhakti hingga Rapat Tahunan Anggota (RAT) bulan Februari 2013 mendatang. (Yogi Making)

Sumber: www.floresbangkit.com

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password