Panca Windu Ikatan Keluarga Lamaholot Denpasar

Tanggal 23 oktober 2010 yang telah lewat, Ikatan Keluarga Lamaholot (IKL) Denpasar merayakan ulangtahunnya yang ke-40. Suatu rentang waktu yang boleh dibilang tidak muda lagi. Banyak duka dan suka yang telah dilewati bersama sejak didirikan pertama kalinya oleh para penggagas. Bermula dari suatu peristiwa duka, akhirnya pada tanggla 23 Oktober 1970 dibentuklah ikatan keluarga Lamaholot Denpasar yang keberadaannya hingga saat ini sangat dikenal baik oleh Perkumpulan Etnis yang ada di Bali maupun dalam pemerintahan kota Denpasar. Hal ini disebabkan oleh kiprah IKL yang tidak saja dalam urusan duka dan suka keluarga melainkan juga turus serta aktif dalam berbagai kegiatan baik yang diselenggarakan oleh gereja lokal maupun pemerintah setempat dalam bidang seni budaya dan olahraga.

Di awali dengan “BAULOLONG” yang dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2010 di “Rumah Besar” IKL yang beralamat di Jalan Letda Reta, di mana sebagai Ama Mehen Lango Belen adalah Om Matutina, perayaan ulangtahun IKL yang ke-40 diadakan di Gedung Komsos keuskupan Denpasar di jalan Jend. Sudirman. Dalam ramah tamah sederhana, yang diselingi dengan acara arisan bersama, diserahkan pula penghargaan bagi para penjasa yang telah berkontribusi bagi keberlangsungan IKL Denpasar. Di samping itu, Unit ikatan keluarga Lewotobi juga menyerahakan data anggotanya dan menjadi bagian dari IKL Denpasar.

Ke depannya sangat diharapkan partisipasi dan peran aktif dari tiap anggota dan warga Lamaholot di perantauan untuk bisa memberikan sumbangsih serta kontribusi bagi keberlangsungan kemajuan IKL Denpasar dan juga kontribusi bagi kemajuan Lamaholot, demikian Ketua IKL Denpasar, Bpk. Abdul Taib dalam sambutannya.

 

Hans Hallan

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password