Nua Nera, Daerah Peternakan Potensial

LEWOLEBA,FBC– Bila dari Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata, hendak ke Kedang, ujung timur Pulau Lembata, jangan lupa mampir dulu di Desa Waienga dan Tapo Baran, di Kecamatan?Lebatukan. Biasanya penduduk di sini memulai aktivitas pagi hari dengan memberi makan ternak dan mengiris tuak. Ini pekerjaan rutin dijalankan sejak leluhur tempo dulu.

Dari kerja rutin yang selalu dilakukan, pemandangan lain tertuju pada kesibukan di rumah-rumah pondokan (Oring-oring) ?yang dibangun di pinggiran jalan, pesisir pantai Waienga. ?Memang, pondokan-pondokan kecil ini merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup masyarakat petani di sini tempat yang selalu saja digunakan untuk menyimpan tuak dan hasil kebun.

Tapi tidak cuma itu, di tempat ini pula satu dua orang dapat berkumpul berbagi ceritra, (tobe bau ua gemaket) tentang hidup dan kehidupan mereka. Keramahan penduduk di sini sudah tidak diragukan lagi. Bila hendak menyinggahi pondok-pondok ini, tidak mustahil pemiliknya selalu menyapa ramah dan menyuguhkan se-konok tuak atau segelas tuak.

Ketika berada di desa Tapobaran, nampak pemandangan indah dengan tanjung yang menjulur ke laut, tanah bebukitan bagai leher kambing. Di tanah yang diapiti air laut dan pangkalnya hampir putus digerus air laut ini, disebut warga setempat ?Nua Nera?. Tanah Nua Nera menjadi tempat nyaman untuk beternaknya masyarakat Waienga, Tapobaran dan Tapolangu.

?Kambing dilepas liar secara tradisi dari turun temurun di Nua Nera. Bila warga ingin menangkap kambing, pasti saja menangkap kambingnya yang sudah ditandai untuk menghindari salah tangkap?, ungkap bapak Karolus Kewaman Matarau, salah satu tokoh berpengaruh di desa itu ketika FBC menemuinya di lokasi peternakan sapi kelompok beberapa waktu lalu.

Wilayah Nua Nera, menjadi daerah peternakan yang potensial bagi warga masyarakat sekitar. ?Pemerintah Daerah, masa kepemimpinan Bapak Drs Andreas Duli Manuk, telah membantu, memfasilitasi kami masyarakat dengan? membangun sumur bor di wilayah Nua Nera untuk minumnya ternak. Kami juga diberi pelatihan dan dampingan rutin untuk beternak yang lebih professional?, ungkap Karolus, sapaan akrab bapak Karolus Kewaman Matarau.

Nua Nera, tempat indah yang menyuguhkan masa depan bagi peternak. Masyarakat yang semula berternak kambing, ?kini sudah menanjak ke peternakan sapi. Demikian juga, pola peternakan sapi yang telah dimulai dari perorangan, kini pun mulai tertata dalam bentuk peternakan kelompok. ?Masih ada peternakan perorangan, tetapi jumlahnya ?kecil.?(Lukas Narek)

Sumber: Flores Bangkit

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password