Moting Baowolong, Lehernya Pulau Flores

Orang Belogili Kecamatan Lewolema menamakan tempat ini Moting Baowolong. Areal tersebut tepatnya berada di simpang tiga antara jalur jalan Watowiti ? Wakelibang dan jalan menuju Desa Baluk Hering, Kec. Lewolema. Lima Ratus Meter dari badan jalan menuju utara terdapat sebuah bukit. Dari atas bukit bebatuan tampak panorama alam laut yang begitu indah. Hempasan ombak yang datang dari Laut Flores dan Laut sawu nyaris beradu di teluk Hading, hanya dipisahkan daratan sekitar 5 kilometer. Orang Belogili dan sekitarnya menjuluki tempat ini lehernya pulau Flores.

Pagi, Jumad (06/02/2015) segerombolan anak muda yang tergabung dalam orang muda katolik (OMK) Paroki St. Hendrikus Belogoli dengan ember berisi pasir berjalan menyusuri jalan berlumpur usai diguyur hujan semalam. Di antara bebatuan, mereka mendaki bukit yang terjal. Hari masih pagi, namun teriknya begitu menyengat hingga ?menembus ari pembungkus tulang. Kucuran keringat tak terbendung membasahi sekujur tubuh mereka. Tampak Rm. Lukas Masan, Pr tengah memantau lapangan melakukan persiapan seperlunya. Beberpa Kabelen Lewo dan Tetua Adat mulai berdatangan. Hewan-hewan kurban pun turut serta dibawa menujuh bukit tersebut. Sesaat kemudian digelar Ritual adat setempat untuk meminta restu atas Leluhur Lewo tanah. Menurut kebudayaan masyarakat setempat, jangankan memulai sebuah pembangunan, menebang sebuah pohon pun wajib dilakukan ritual adat.

?Di atas bukit ini hendak ditahtakan patung Bunda Maria?, jelas Rm. Lukas yang juga ketua pelaksana pembengaunan Taman doa dalam laporan pada acara peletakan batu pertama Taman doa Moting Baowololong. Bermodalkan semangat, saya bersama orang muda katolik merencanakan pembanguan taman doa Moting Baowolong. Tahap awal kami akan membangunan landasan untuk mentahtakan patung. Pembanguannya berlangsung selama 8 bulan dan diharapkan rampung pada bulan oktober tahun 2015.

Acara yang dihadiri Asisten Administrasi umum, Mikhael Bulet Ruron selaku pejabat yang mewakili Bupati Flores Timur, Wakil Ketua DPRD Kab. Flores Timur Anton H. Gege Hadjon, Pastor Paroki St. Hendrikus Belogili, Rm. Paskalis Wurek Making, para suster tarekat PRR Belogili serta umat paroki Belogili berlangsung hikmat dan penuh persaudaraan meski sempat diguyur hujan. Sebelumnya dilakukan ritual pemeberkatan batu menurut tradisi gereja katolik.

Rm. Paskalis dalam sambutannya menjelaskan ketika memulai sesuatu dengan hujan maka di sana dibutuhkan semangat. Selain hujan adalah mujizat, hujan adalah sebuah tantangan dalam membangun sesuatu. Tempat ini adalah Golgota bagi kita semua. Untuk mewujudkan Golgota itu dibutuhkan semangat dan perjuangan. Selain sebagai Golgota tempat ini dikenal dengan leher pulau flores. Layaknya leher seorang gadis maka sepantasnya di Moting ini diberi hiasan untuk memperindah wajah pulau Flores.

Rm Lukas Masan, Pr , Pastor Pembantu Paroki Belogili
Rm Lukas Masan, Pr , Pastor Pembantu Paroki Belogili

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD, Anton Hadjon mengatakan ide untuk membangun taman doa yang diperuntukan bagi Tuhan adalah sebuah niat yang luhur. Menurut Anton dengan dibangunnya taman doa ini, orang Belogili hendak menunjukkan keimananya sebagai orang katolik. ?Bahwa di tengah badai yang datang dari utara dan selatan, di ujung Timur Pulau Flores orang Belogili masih kokoh dengan imannya. Hendaknya pewartaan ini tidak sekedar pencitraan namun harus dibuktikan dengan tindakan dan perilaku kita sebagai orang yang beriman.? Harap Anton.

Sementara itu Bupati Flores Timur dalam sambutanya yang disampaikan Asisten Administrasi Umum, Mikhael Bulet Ruron menjelaskan, selain Gereja, pemerintah juga bertanggung jawab atas iman umat. Pembangunan iman dan sumber daya manusia berjalan berdampingan. ?Hari ini kita telah meletakan batu pertama pertanda dimulainya pembanguan taman doa. Taman doa adalah sarana untuk mendekatkan manusia dengan Sang Pencipta.?

Diharapkan Ruron, agar tempat yang masih asri ini tidak hanya menjadi tempat berdoa tapi menjadi obyek wisata religious. Kedepannya harus dipikirkan untuk pengembangan area ini sebagai salah satu obyek wisata religious di Flores Timur. Untuk itu Ruron menghimbau kepada masyarakat pemilik lahan agar mengiklaskan lahannya bila hal itu kelak dibutuhkan. Acara diakhir dengan ramah tamah sederhana. Di bawah tendah di tengan hutan, rombongan asisten dan wakil ketua DPRD kembali menyussuri jalan yang sama menuju simpang tiga Belogili. (din)

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password