Minimalisir sengketa batas

BAMA ? MOKANTARAK PERLUH KESEPAKATAN

Adanya penetapan dan penegasan batas desa akan memudahkan masyarakat dan pihak pemerintahan desa dalam melakukan pengadministrasian lahan atau tanah warga. Selain itu, dengan ditetapkannya batas desa secara formal oleh pemerintah desa, akan meminimalisir sengketa batas desa. Penetepan batas desa kerap kali mempengaruhi kepemilikan lahan oleh warga. Padahal, status atau kepemilikan lahan oleh warga tidak mempengaruhi legalitas kepemilikan lahan oleh seseorang. Begitu pula yang terjadi di Desa Mokantarak, Kec. Larantuka dan Desa Bama Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur. Memasuki musim tanam tahun ini masyarakat di dua desa tersebut terusik dengan persoalan batas desa yang belum mendapatan penetapan dan penegasan secara administrasi.

Kepala Desa Bama Lukas Lawe Lein dihubungi melalui telepon seluler (30/12/2015) menjelaskan pemerintah Desa Bama telah dua kali menyurati Kepala Desa Mokantarak. Surat pertama dimaksudkan agar Kepala Desa Mokantarak memanggil warga Mokantarak atas nama Yance Kelen untuk menghentikan pembukaan lahan lahan garapan baru di area tana gatek. Namun oknum yang bersangkutan tetap melanjutkan aktivitas di area tersebut dengan melakukan penanaman jagung. Maka pemerintah Desa Bama melayang surat untuk kedua kalinya yang bersifat penegasan. Dijelaskan Lukas, lahan garapan yang berada di wilayah perbatasan masih termasuk hak ulayat masyarakat adat Lewokluok. sebelumnya areal tersebut perna digarap oleh masyarakat Bama. Dan kalau pun ada masyarakat desa mokantarak yang menggarap lahan tersebut maka lahan tersebut bersifat kongis.
?Desa Bama dan Blepanawa merupakan pemekaran dari Desa Lewoklulok. Sebelumnya Desa bama bersama Desa Blepnawa adalah riang (dusun), secara adat ketiga desa tersebut disatukan dalam satu rumpun adat Lewokluok Demon Pagong. Begitupun dengan batas desa yang tidak dapat dipisahkan dengan hak ulayat yang merupakan tana Lewokluok? ujar Lukas Lein yang merupakan Kepala Desa Bama Kedelapan
Lebih lanjut Lukas megungkapkan, batas antara desa Bama dan Desa Mokantarak sudah ada sejak dulu meski saat ini tidak ada tapal batas, namun tanda alam seperti batu-batuan dan pohon menjadi penanda yang jelas.
?sebelum beranjak dewasa kami sudah diberi tahu akan hal itu. Penuturan sejarah tentang sebuah Lewo (Desa) sudah tentu menyinggung tentang batas wilayah sebuah desa. Secara administrasi Pemerintahan, Desa Mokantarak berbatasan dengan Desa Bama namun secara adat lewo tana, Batas Lewokung (Desa Mokantrak) adalah Lewokluok? Jelas Kades Lukas.
Dalam waktu dekat akan dibangun kesepakatan melelui pertemuan antara Desa Bama dan Desa Mokantarak yang difasilitasi oleh pihak desa. Pertemuan pertama, direncanakan terjadi pada tanggal 6 Januari 2016 di Kantor Desa Bama. Bila belum juga ada kesepakatan maka akan dilanjutkan dengan pertemuan yang di fasilitasi pihak kecamatan. ?kita tetap menjunjung semangat kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan ini dengan menghargai keberadaan masing desa sebagai sebuah komunitas adat? ungkap Lukas.

 

PERLUH PENETAPAN DAN PENGASAN BATAS DESA
penyelesaian batas desa harus dimulai dengan digelarnya pertemuan dengan pihak yang bersengketa. Menurut Peterus Krowe Lein, Kepala Desa Lewokluok munculnya masalah ini karena tidak ditetapkanya batas wilayah desa. akibat lemahnya sistem administrasi yang dilakukan oleh pemerintah desa. Hal ini tidak hanya terjadi di Desa Bama tetapi hampir semua Desa di Kecamatan Demon Pagong. Oleh karena itu, ungkap Krowe perlu ada kesepakatan yang dituangkan dalam bentuk berita acara penetapan dan penegasan batas desa.
Sebelumnya, dijelaskan Krowe, Ketiga desa (Desa Lewokluok, Bama, dan Blepanawa) menggelar pertemuan intern membahas masala ini. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Blepnawa (28/12/2015) dihadiri Kepala Desa dari tiga Desa, ketua BPD, lembaga pemangku adat (LPA), para tokoh adat dan tokoh masyarakat. Disepakati agar persoalan secepatnya diselesaikan melalui forum musayawara antara dua desa dengan tetap melibatkan para pemangku adat di Lewokluok.
?sebagai satu rumpun adat Lewokluok (Bama dan Blepanawa), kami ingin menyelesaikan masalah ini dengan kepala yang dingin dan secara damai. Diharapkan Kepala desa Bama secepatnya berkoordinasi dengan Kepala Desa Mokantarak untuk melakuakan pertemuan membahas masalah ini. Kita tidak ingin hubungan kekerabatan kita terganggu hanya karena masalah ini.? Imbau Krowe. (din)

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password