Mengenang 150 Tahun SDK Larantuka I

Oleh : Ansel Atasoge

Ketika kita mengenang sejarah persekolahan di Kabupaten Flores Timur, maka sesungguhnya hal itu tidak melepaskan kita dari alur sejarah Gereja Katolik Keuskupan Larantuka. Berkat perjuangan para misionari asing yang datang ke Indonesia umumnya dan kota Larantuka pada khususnya, kita mengenal dunia pendidikan. Mereka tidak hanya merasul tapi juga melahirkan dunia pendidikan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Sekolah SDK Larantuka I Yohanes Talu Werang, S.Ag dalam sambutannya pada perayaan 150 Tahun lembaga yang dipimpinnya itu.

Tahun 1861, misionaris Belanda memulai misinya di Larantuka. Pater Sanders mengawali misi Larantuka ini dan membuka sekolah bagi anak-anak Larantuka. Namun, sekolah ini dianggap liar oleh Pemerintah Hindia Belanda. Karya Pater Sanders dilanjutkan oleh Pater Franssen. Dari catatan sejarah yang ditulis oleh Rm. Eduard Jebarus, Pr, diketahui bahwa dengan izinan pemerintah Hindia Belanda melalui surat tertanggal 29 Desember 1861, Pater Franssen mendirikan sebuah kapela rumah ibadat di Postoh tanggal 3 Desember 1862. Di tempat inilah, Pater pun merintis karya pendidikan yang telah dimulai oleh pendahulunya, Pater Sanders.

3 desember 1862, saat yang indah, saat bermakna bagi Tanah Larantuka. Saat yang mendulang rasa dengan seribu lilin di tangan kanan. Saat yang membangkitkan kenangan akan titian baru di atas Tanah Larantuka. 3 desember 1862, saat berdirinya sekolah pertama, sekolah Putera. Saat di mana Pater Caspar Johanes Fransiscus Franssen menyatukan tekad untuk mengayunkan langkah membuka jalan gelap menuju sebuah peradaban baru dengan berbekalkan 14 batu tulis dan 25 anak batu tulis serta sebuah papan tulis dipinjam dari tangsi tentara di Posto.

Tiga hari menjelang hari ?H?, SDK Larantuka I bersama-sama merefleksikan kisah dan campur tangan Tuhan di balik usia 150 tahun dalam acara triduum di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka. Kegiatan berpuncak pada perayaan ekaristi di Gereja KRR Larantuka yang dipimpin oleh Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr. Bupati Flores Timur dan sejumlah pejabat daerah Flores Timur juga ambil bagian dalam perayaan ekaristi.

Selepas perayaan ekaristi, Uskup Larantuka, para imam, pihak pemerintah dan para undangan mengikuti resepsi bersama yang digelar di halaman Gedung SDK Larantuka I.?Sejak berdirinya hingga kini, SDK Larantuka I telah menghasilkan 144 angkatan dan sekitar 4.320 alumnusnya. Kini semua mereka telah tersebar di seluruh wilayah nusantara dan sebagiannya telah beralih ke dunia seberang.

Perayaan syukur mengusung tema memaknai sejarah, memantapkan jati diri, menghadapi tantangan zaman. Dalam sambutannya, Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos menghimbau pihak sekolah dan Gereja KL untuk meningkatkan peran pendidikan agama Katolik sebagai jalan keluar menghadapi realitas duniawi yang syarat dengan nuansa kolusif, koruptif.

Acara puncak dimeriahkan dengan sejumlah hiburan reflektif yang dibawakan oleh para murid SDK Larantuka I, di antaranya sebuah teater mini berjudul “caeli novi”, tarian dan paduan musik dan nyanyian.***

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password