Masyarakat Tolak Anggaran Beli Mobil Dinas Buat DPRD

LEWOLEBA,FBC-Walau mendapat kecaman keras dari masyarakat, namun DPRD Lembata secara meyakinkan tetap berbulat tekad untuk menganggarkan pengadaan mobil operasional senilai Rp. 4,3 miliar di tahun 2013. Anggaran sebesar ini akan digunakan untuk membeli 22 unit mobil dinas bagi masing-masing anggota DPRD Lembata.

Sikap ngotot DPRD Lembata untuk membeli 22 unit mobil ini dianggap bertentangan dengan prinsip efisiensi dan efektifitas anggaran sebagaimana diatur dalam Permendagri nomor, 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, dan syarat muatan politik.

Hal ini dikatakan penggiat LSM Corevandus Supherepal Sakeng, atau yang akrab disapa Kor Sakeng saat di temui di kediamannya, lingkungan Wangatoa Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Lembata, Senin, 17/12/2012.

?Saya sedih melihat sikap ngotot DPRD Lembata untuk beli mobil dinas dan dibagi-bagi kepada semua anggota, di tengah kesengsaraan rakyat Lembata yang setiap hari merintih kelelahan ketika melintasi jalanan yang rusak, dan digenangi lumpur setinggi lutut orang dewasa. Adakah mereka yang katanya terhormat itu melintas di jalan dan merasakan? guncangan mobil akibat lubang-lubang yang menganga?? tanggap Sakeng.

Menurutnya, dari sisi efektifitas dan efisiensi anggaran sebagaimana diatur dalam Permendagri? nomor 13 Tahun 2006, maka anggaran sebesar Rp. 4,3 Miliar itu sangat berlebihan dan merupakan pemborosan.

?Saya mau tanya, apakah selama ini mereka tidak efektif dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD? apakah dengan naik mobil, baru mereka bisa kerja? Mereka seharusnya, tanya ke diri masing-masing, sudah buat apa untuk Lembata selama ini. Jalan saat mereka belum dilantik jadi DPRD sampai hampir berakhir masa jabatanpun tetap berlubang, apakah itu yang mereka kasih ke rakyat?, yang benar saja? ujar Kor.

Kecaman serupa pun datang dari aktifis Aliansi Keadilan dan Kebenaran (Aldiras) Emanuel B. Wahon. Saat dikonfirmasi pertelepon Senin, 17/12/2012, Nandes demikian Emanuel B. Wahon disapa mengatakan, menolak tegas rencana pengadaan mobil bagi wakil rakyat itu, karena dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

?Itu kebijakan yang tidak populis, bayangkan rakyat butuh air, juga listrik, disamping jalan yang selama ini menjadi keluhan klasik orang Lembata, wakil rakyat bukannya berpikir soal kebutuhan rakyat itu, malah sebaliknya berpikir tentang naik mobil dinas baru,? aneh, saya tolak tegas? tandas Nandes.

Emanuel B. Wahon : “Itu kebijakan yang tidak populis..”

Sebagai informasi, rencana pengadaan 22 unit mobil dinas bagi anggota DPRD Lembata ini masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Lembata tahun 2013 yang sekarang sedang dalam proses pembahasan. Selain anggota DPRD, Sekda Lembata Petrus Toda Atawolo juga tidak mau ketinggalan. Atawolo meminta mobil dinas baru untuk sekretaris daerah. (Yogi Making)

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password