Lembata Mulai Berbenah Sambut Sail Komodo

LEWOLEBA, FBC- Banyak pihak menganggap Sail Komodo adalah kegiatan masyarakat Manggarai Barat seiring dengan keberadaan binatang komodo di wilayah itu. Namun, untuk kabupaten Lembata, kegiatan nasional yang berpusat di Nusa Tenggara Timur dan menggunakan nama dari Komodo kebangaan masyarakatFloresdan Nusa Tenggara Timur ini merupakan kesempatan untuk memperkenalkan Lembata ke tingkat Nasional dan Internasional.

Sekretaris Desa Lamalera B, Antonius Asimu, kepada FBC, di di Knarior, Lewoleba, Senin (14/01/2013), ?mengatakan pada ?hari Senin, 14 Januari 2013, ?bertempat di ruang rapat wakil bupati Lembata telah dilakukan rapat persiapan untuk menyambut program nasional Sail Komodo.

Antonius Asimu, Sekretaris Desa Lamalera B. (Foto : FBC/ Lukas Narek)

Menurut Anton, rapat yang dipimpin wakil bupati Lembata, Viktor Mado Wathun, SH?dihadiri semua pimpinan SKPD dan empat kepala desa atau utusan dari desa-desa tujuan wisata Sail Komodo 2013 di Kabupaten Lembata. Keempat desa itu, yakni Desa Lamalera A dan Lamalera B Kecamatan Wulandoni, desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan dan Desa Bean, ?Kecamatan Buyasuri.

Anton menuturkan, ?dalam rapat itu wakil bupati menyampaikan bahwa rombongan wisata Sail Komodo yang berjumlah kurang lebih? 300 kapal wisata akan bertolak dari Australia tanggal 27 Juli 2013 dan akan menepi di kota Kupang, ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur.?Diperkirakan rombongan akan tiba di Lembata tanggal 29 Juli 2013 sebagai titik awal perjalanan wisata mereka di Flores-Lembata.

Sesuai rencana, lanjut Anton, para wisatawan Sail Komodo akan berada di Kabupaten Lembata selama dua hari. ?Pemerintah akan membantu memfasilitasi para wisatawan untuk melakukan kunjungan ke 3 titik wisata yaitu ke arah Timur Lembata, pantai dan teluk Lewolein desa Dikesare kecamatan Lebatukan dan pantai Bean desa Bean, serta berkunjung ke desa nelayan tradisinal Lamalera bagian Selatan Lembata,? ungkap Anton sebagaimana dibicarakan dalam rapat itu.

Menanggapi pertanyaan FBC, perihal apa saja yang dibicarakan dalam rapat menyangkut kegiatan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi momentum kunjungan wisata Sail Komodo 2013 ini, Anton menjelaskan bahwa dalam rapat, wakil bupati meminta semua SKPD dan pemerintah desa-desa tujuan wisata untuk melakukan persiapan sosial masyarakat dan persiapan fisik yang menjadi daya pikat dan produk wisata khas kabupaten ini.

?Kami sebagai desa-desa tujuan wisata Sail Komodo 2013 kembali mempersiapkan masyarakat agar dapat menangkap peluang kunjungan para wisata manca negara secara kreatif. Kreatif, mempersiapkan atraksi-atraksi budaya masyarakat, hasil kerajinan masyarakat, tenun ikat (home industry) dan potensi komersial wisata lainnya, termasuk makanan-makanan khas lokal?, ungkap Anton penuh semangat. ?(Lukas Narek)

Sumber: floresbangkit.com

[mapsmarker marker=”1″]

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password