Lagi-lagi terdapat pelanggaran terhadap UU oleh KPU Provinsi NTT

Ketidak-pastian proses pelaksanaan pemilu kada di kabupaten Flores Timur hingga saat ini masih berlangsung. Proses hukum yang belum selesai antara pihak-pihak yang saling menggugat semakin menambah panjang daftar yang dapat saja dijadikan alasan penundaan pemilu kada Flores Timur. Belum tuntas permasalahan pelanggaran kode etik yang disinyalir dilakukan oleh anggota KPUD Flores Timur, kini muncul pula kabar yang tidak sangat tidak mendidik bagi perpolitikan di Flores Timur dan di Indonesia pada umumnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, KPU NTT telah mengirimkan surat kepada KPUD Flores Timur, mengusulkan 4 nama untuk menggantikan anggota-anggota KPUD Flores Timur yang diberhentikan akibat pelanggaran kode etik, sehingga proses PAW dapat segera diselesaikan. Lagi-lagi KPU NTT menabrak peraturan yang berlaku karena berdasarkan UU No. 22 Tahun 2007, pada pasal 29 ayat 4 huruf (c), dikatakan dengan sangat jelas bahwa anggota KPU Kabupaten/kota digantikan oleh calon anggota KPU Kabupaten/kota urutan peringkat berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan oleh KPU Provinsi. Bahwa pada awal pemilihan anggota KPU Flores Timur, terdapat 10 calon yang diajukan untuk menjadi anggota KPU Flores Timur. Dengan diberhentikan 4 orang anggota KPU Flores Timur, secara otomatis, 4 orang yang berada pada urutan berikutnya yaitu urutan 6 hingga 9, otomatis menjadi anggota KPU Flores Timur tanpa perlu lagi adanya usulan.

?

Hans Hallan

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password