Kota Rowido,Tempat Semayamnya Tuan Menino

Prosesi bahari mengantara tuan meninu menuju Pantai Kebis pada hari Jumad Agung di selat Larantuka
Prosesi bahari mengantara tuan meninu menuju Pantai Kebis pada hari Jumad Agung di selat Larantuka

Di?? Sebelah Timur Kota Larantuka tepatnya di lingkungan Kota Rowido-Kelurahan Sarotari Tengah terdapat sebuah Kapela bersejarah yang dikenal dengan nama Kapela Tuan Meninu (Tuhan Meninu).Di dalam Kapela Tuan Meninu ini terdapat dua buah Tori yaitu Tori besar dan Tori kecil,tempat menyimpan ornament patung-patung tradisi. Di Tori kecil Tuhan Meninu ini disemayamkan Patung Tuan Meninu? atau Patung Kanak Yesus yang diimani oleh umat katolik pada umumnya dan khususnya umat Lingkungan Kota Rowido sebagai pelindung dan Kekuatan nagi tanah.

Patung Tuan Meninu atau Kanak Yesus tersimpan di dalam Tori kecil ( berbentuk seperti tabernakel) selama setahun dan dibuka kembali oleh petugas khusus dilanjutkan dengan ritual ? Muda Tuan ? (upacara dimana Patung Tuan meninu atau Kanak Yesus dimandikan/dibersihkan dengan air kelapa muda dari kelapa khusus pula). Untuk ritual tersebut semua umat datang berkumpul di kapela mengikuti upacara ini. Biasanya air bekas pembersihan patung tuan Meninu dibagikan kepada umat karena diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Disamping Patung Tuan Meninu atau Kanak Yesus, tersimpan pula dalam Tori Besar di Kapela Tuhan Meninu Patung Yesus wafat di salib, yang juga setahun sekali dikeluarkan dari tori besar oleh petugas khusus untuk penyembahan dan penghormatan secara khusus oleh umat/permesa/pesiarah pada hari Jumad Agung di Kapela Tuhan Meninu untuk dihantar dalam suatu perarakan melalui? ?Prosesi Laut ?? yang dalam istilah leluhur disebut ? Persisan, Anta Tuan ? ke pantai Kuce ?Pohon Sirih. Selanjutnya di arak menuju Ramida/Armida pohon asam di pohon siri, sebagai salah satu? Armida dari delapan armada dalam prosesi Jumad Agung.

Selain Patung Yesus Wafat di salib di tori besar Kapela Tuhan Meninu tersimpan juga Patung Maria. Deo Senyora (Maria Bunda Tuhan).? Devosi khusus penghormatan-Nya yaitu selama bulan Oktober setiap tahun. Dahulu ditutup dengan prosesi keliling kampong kota Rowido.

Dari zaman leluhur hingga kini, di Kapela Tuhan Meninu setiap tahun pada masa Pra Paskah dan pekan suci, umat katolik di lingkungan Kota Rowido melakukan Doa, Permesa/promesa dan cimum Tuan. Acara khusus ini terjadi berawal sejak Rabu Abu, Jumad dan Sabtu dan dalam pekan Pra Paskah hingga berakhir pada hari Minggu Alleluya (minggu Paskah). Pada hari Jumad Agung umat Pesiarah dalam upacara khusus di Kapela Tuhan Meninu, setelah melakukan doa, permesa/Promesa dan cium Tuan mengantar Patung Yesus Wafat di Salib melalui? acara prosesi Laut/Bahari.

Adapun Formasi perarakan menghantar Tuan melalui laut menuju pantai Kuce didahului oleh sampan Lajanti atau Pemandu diikuti oleh Berok Tuhan Yesus Wafat di Salib didampingi sampan promesa atau petugas pengawal di sisi kiri dan kanan barisan serta di belakang barisan berok Tuhan dalam prosesi tersebut. Di belakang Pengawal barisan diikuti oleh sampan yang dipadati umat,dan dibelakang barisan umat diikuti peledang Lamalera kemudian disusul oleh sampan para pesiarah.

 

Istilah-Istilah Dalam Tradisi;

Armida(Portugis :Ramida) : tempat perhentian/pemberhentian.(Sebutan leluhur kota rowido)
Anta Tuan : menghantar Tuhan (patung Tuhan Yesus wafat di salib)
Berok : Sampan Kecil
Conferia/Konferia : Organisasi gereja bagi bapak-bapak yang menjaga gereja setempat.
Lajanti(Portugis) : Pemandu
Mama-mama Do : Ibu ibu yang berkerudung hitam sebagai tanda duka cita yang mendampingi patung Tuhan yesus Wafat di salib
Mardomu(Portugis) : Major; Besar dan Domos: rumah.?Diartikan tuan rumah/tuan susah, orang yang angka permesa serewi Tuhan (Deo)
Mengaji : Berdoa/Sembahyang dengan menggunakan bahasa portugis.
Meninu(Portugis) : Kanak Yesus/Bayi Yesus
Muda Tuan : Ritual/upacara membersihkan patung dengan menggunakan air kelapa muda (kelapa khusus). Membaharui? sehingga tampak lebih menarik/cemerlang dan bersinar dari keadaan sebelumnya.
Nagi Tana : Kampung Halaman
Ovos  : Nyanyian ratapan
Perpetu (Portugis)  : Petugas mardomu tahun sebelumnya yang? tetap melakukan pelayanan / serewi Tuhan (Deo) selama tujuh pecan masa Pra Paskah sejak Rabu Abu sampai dengan Rabu Trewa dengan membakar lilin di depan Tori di dalam Kapela.
Permesa (sebutan leluhur)
(Portugis : Promesa) : Orang atau kelompok tertentu yang berdoa dengan niat / ujud / intensi khusus sambil bernazar.

Penggayo : Alat dayung / kayuh.
Telakang : Bambu aur kecil / galah yang digunakan untuk mendorong sampan / berok.
Tori (Portugis : Sanctoarium): Tempat Kudus untuk menyimpan patung-patung kudus / patung tradisi. Altar tempat penyimpanan barang-barang Kudus.
Turo : Batang Kayu (kukung : nama lokal) kecil yang digunakan untuk mengikat lilin.
Peledang : Sampan orang Lamalera untuk menangkap Ikan Paus

(Sumber, Buku Panduan Prosesi laut tahun 2013)

SEKILAS TENTANG PROSESI

prosesi perarakan patung Tuan Meninu menuju Tori Tuan meninu
prosesi perarakan patung Tuan Meninu menuju Tori Tuan meninu

Sekilas tentang prosesi laut menghantar Tuan Menino dari kota Rowido ke pantai Kuce Pohon Siri Larantuka merupakan sebuah peristiwa wisata yang cukup menakjubkan. Para pesiarah berbondong bondong memenuhi pelataran kapela Tuan Meninu. Setelah melakukan doa bersama di kapela kota Rowido para petugas dan pesiarah menghantar Tuan menuju bero (Perahu) yang ditumpangi Tuan di tepi pantai. Di pantai saat itu telah dipadati para pesiarah baik yang tengah berada dalam kapal, motor dan perahu kecil maupun para pesiarah yang berjalan kaki atau mengendarai kendaraan di daratan menghantar Tuan sambil bermadahkan lagu pujian dan doa. Dalam doa para pesiarah melalui ujudnya masing-masing berserah diri dan memohon kasih Tuan dalam suasana kebersamaan.

Situasi prosesi laut dalam kusuknya doa dan panorama laut bergelombang disertai lilin yang bernyala ditangan para pesiarah menjadikan momentum lain yang bersejarah dalam situasi wisata religious. Prosesi panjang yang melelahkan itu tidak seorangpun mengurungkan niatnya untuk kembali sebelum Tuan tiba di tujuannnya Di pantai kuce. Di pantai kuce itu para pesiarah di daratan telah menunggu dalam doa dan menghantar Tuan menuju armada Tuan Menino di pohon sirih. Setelah Tuan Meninu di tahktakan pada armida barulah Patung Tuan Ma dihantar oleh para pesiarah menuju Gereja Kathedral Larantuka.

Di Gereja Katedral Larantuka, para pesiarah mengawalinya dengan perayaan misa mengenang hari wafat Tuhan Yesus. Sehabis perayaan misa kudus di Gereja Kathedral Larantuka dilanjutkan dengan rangkaian acara prosesi Jumad Agung. Pada acara ini para pesiarah dengan lilin bernyala ditangan berbaris rapi membawakan doa dan itensi berserah diri dalam kusuknya doa dan bentuk nyanyian Devosional Tradisional Religious. Semaraknya peristiwa iman yang cukup menarik perhatian masyarakat baik regional maupun internasional ini menjadikan juga sebagai sebuah peristiwa wisata religious yang unik dan istimwea.

Dalam konteks ini juga Pemerintah Kabupaten Flores Timur dibawa kepemimpinan Bupati,Yoseph Lagadoni Herin,S.Sos dan Wakil Bupati Flores Timur,Valentinus Tukan,S.Ap meberikan dukungan sekaligus mendorong semua masyarakat untuk bersama melakukan berbagai persiapan menyongsong pelaksanaan peristiwa iman ini. Terkait dengan pengembangan wisata di Flores Timur, Pemerintah Kabupaten Flores Timur memberikan perhatian untuk terus menjaga dan melestarikan serta mengembangkannya. Peristiwa Semana Santa menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menjadikan Flores Timur sebagai daerah wisata religious. (Hironimus Tukan)

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password