Jurnalis dan Pelaku Usaha Pariwisata Bali Kunjungi Lembata

LEWOLEBA, FBC-Tim Tour Operator ?(T2O) yang? terdiri dari Pelaku Usaha Pariwisata dan sejumlah Jurnalis media cetak dan on line asal Provinsi Bali, melakukan indentifikasi pariwisata di Kabupaten Lembata. Kegiatan indentifikasi pariwisata ini, berakhir di Desa Jontona tempat ?situs rumah adat Lewohala, Senin, 21/1/2013.

Para pelaku usaha pariwisata dan sejumlah jurnalis media cetak dan on line asal Provinsi Bali berfoto bersama dengan masyarakat Jontona dengan latar situs rumah adat Lewohala. (Foto : FBC/Yogi Making)

Sebagaimana di saksikan FBC, 12 anggota team didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Longginus Lega dan sejumah aparat pemerintahan mengungjungi Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur. Sebelum ke situs rumah adat Lewohala, team bertatap muka dengan masyarakat.

Ketua T2O, Yos Amerta saat bertatap muka dengan masyarakat adat dan pemerintah Desa Jontona mengatakan, keindahan alam di Kabupaten Lembata sungguh mengangumkan dan? jika dikelola secara profesional, maka pariwisata dapat memberi dampak positif bagi pembangunan ekonomi masyarakat sebagai pemilik daerah.

Dia menjelaskan, tugas T2O adalah melakukan indentifikasi potensi wisata di Lembata dan memberi masukan kepada Pemerintah tentang konsep-konsep pengembangan pariwisata. Menurutnya, indentifikasi merupakan langkah awal bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Lembata ke depan.

? Masalah pariwisata tidak bisa diciptakan dalam semalam, jadi tugas kami adalah mengindentifikasi seluruh potensi, baik potensi alam juga potensi budayanya untuk memberi masukan kepada pemerintah tentang konsep pariwisata yang paling cocok untuk dikembangkan di kabupaten ini ke depan,? Jelas Yos.

Menurutnya, setelah beberapa hari mengelilingi Lembata untuk melihat keadaan alam dan potensi lainnya, Yos berpendapat, konsep pariwisata yang paling cocok untuk di kembangkan di Kabupaten Lembata adalah ekowisata.

Mewakili seluruh anggota T2O Yos yang juga sebagai salah satu pelaku usaha pariwisata bahari di Bali ini berpesan, hendaknya masyarakat tetap menjaga kelestarian alam, serta menghormati bahasa dan budayanya sendiri, agar pariwisata dapat berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. dia mengingatkan agar jangan sampai pariwisata menghilangkan semua culture yang selama ini terjaga.

?Isi pokok dari ekowisata adalah, tidak merusak lingkungan, masyarakat hendaknya menghormati bahasa dan budayanya sendiri. Harusnya pariwisata memperkaya budaya kita, jangan sampai pariwisata merusak bahkan menghilangkan culture dan bahasa yang selama ini terjaga. Kallau pariwisata ini berkembang di Lembata, maka sudah pasti akan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat? ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, dalam penjelesannya di hadapan T2O dan masyarakat Jontona meminta agar masyarakat adat Lewohala senantiasa menjaga dan melestarikan situs rumah adat, sebagai salah satu aset pariwisata di Lembata.Dia mengatakan, even pesta kacang di Lewohala telah di tetapkan melalui Keputusan Bupati Lembata? Nomor , 37 Tahun 2012 sebagai Even Unggulan.? Dia mengatakan, Sebagai kampung adat di Lembata, hendaknya apapun yang di bangun di Lewohala harus tetap mencerminkan pada budaya lewohala.

?Budaya dan adat yang ada harus tetap di jaga dengan baik. Dari sekian banyak even budaya di Lembata, pesta kacang sebagai satu-satunya yang telah di tetapkan sebagai even unggulan dengan Keputusan Bupati Nomor 37 tahun 2013. Lewohala itu adalah kampung adat, jadi apapun yang di bangun nantinya, tetap mencerminkan budaya? Kata Kadis mengingatkan.

Hal lain yang di sampaikan Longgi Lega dalam pertemuan itu adalah, untuk tahun 2013 ini, pemerintah Porvinsi NTT telah mengalokasikan dana bagi pembangunan fasilitas-faslitas pendukung potensi wisata budaya di Lewohala. Kedepan, menurut Longgi pemerintah ingin mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat, dan berjanji akan menindak lanjuti hasil indentifikasi T2O di Lewohala.

?Untuk tahun ini ada intervensi dana dari pemerintah propinsi sebesar Rp. 50 Juta, untuk membangun faslitas-faslitias untuk mendukung potensi? wisata di kampung ini, dan sudah pasti Pemerintah Lembata juga akan menindaklanjuti hasil identifikasi dan rekomendasi terkait Lewohala dari team yang datang ini,? jelas Longgi.

Setelah bertatap muka dengan masyarakat dan pemerintah desa Jontona, team melanjutkan kegiatan identifikasi ke kempung adat Lewohala, yang berjarak kurang lebih 4 Kilometer dari Desa Jontona.

Untuk diketahui Kampung adat Lewohala yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok ini pernah menjadi lokasi pemotretan dalam rangka Gambara Photo ?Award 2012. Beberapa kali pula FBC berkunjung ke wilayah ini untuk ?memberi laporan tentang budaya dan tradisi masyarakat. (Yogi Making)

Sumber: www.floresbangkit.com

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password