Joseph Letor, Raih USO Award dari Kementerian Kominfo

LARANTUKA, FBC- Pengelola Pusat Layanan Informasi Kecamatan (PLIK), Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Joseph Letor meraih penghargaan sebagai pengelola Program Kewajiban Pelayanan Universal/Universal Service Obligation (KPU/USO) terbaik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Joseph Letor ketika dihubungi FBC, mengatakan setelah melalui proses seleksi oleh Kementerian Kominfo dan BP3TI akhirnya dirinya ditetapkan sebagai pemenang untuk Regional III yang mencakup wilayah? Bali, NTT dan NTB.

?Proses seleksi dilakukan di Seminyak, Bali pada 16 September lalu,? ujarnya. Lebih lanjut Letor menjelaskan, pemberian penghargaan tersebut dimaksudkan untuk mengukur kinerja pengelola dalam melaksanakan program PLIK di daerahnya masing-masing. ?Penilaian tersebut akan dimanfaatkan oleh ?pemerintah sebagai tolok ukur untuk mengetahui pencapaian target pelaksanaan program PLIK di seluruh Indonesia,? jelas Letor.

Joseph Letor akan menerima penghargaan tersebut di Medan pada tanggal 18 Oktober 2012. ?Saya telah menerima undangan dan akan berangkat ke Medan pada 17 Oktober,? ujar Letor.? Dia juga menjelaskan, penghargaan ini merupakan kehormatan bagi dirinya, dan sekaligus merupakan motivasi bagi seluruh pengelola PLIK tidak saja di Regional III tapi di seluruh Indonesia.

?Penghargaan ini diharapkan dapat memicu teman-teman pengelola PLIK yang lain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan tingkat pelayanan yang baik maka tujuan pemerintah untuk memberikan pemerataan akses internet murah bagi seluruh lapisan masyarakat akan lebih mudah tercapai,? papar Letor.
Joseph Letor selama ini memang dikenal getol memperjuangkan hadirnya layanan murah internet bagi masyarakat. Pria yang berprofesi sebagai PNS itu sejak mengetahui adanya program PLIK dari Kementerian Kominfo langsung membangun komunikasi dengan PT. Wira Eka Bhakti (PT. WEB) sebagai pemenang tender pengadaan PLIK untuk wilayah NTT. ?Selain itu saya juga berusaha membangun komunikasi dengan teman-teman di wilayah kecamatan,? ujar Letor.

Setelah teman-teman di kecamatan menyiapkan infrastruktur, lanjut Letor, ia langsung menghubungi PT.WEB untuk melakukan survei lapangan. ?Setelah survey, dari 18 kecamatan di Flores Timur waktu itu, 17 kecamatan dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan PLIK,? katanya lagi.

Di PLIK Kecamatan Larantuka yang dikelolanya, selain membuka akses internet dengan biaya murah, Letor juga mempersilahkan sekolah-sekolah untuk mengirimkan siswanya datang berpraktek menggunakan internet. ?Kalau sekolah mengirimkan siswa ke sini tidak saya pungut biaya,? ujar Letor. SMK Ile Boleng, lanjut, Letor, setiap tahun selalu mengirimkan siswanya untuk praktek menggunakan internet di PLIK Kecamatan Larantuka.

Selesai memberikan layanan kepada sekolah, PLIK yang dikelolanya pun tetap memberikan layanan untuk umum dengan biaya murah. ?Bahkan, jika mereka mengakses internet dan memiliki bahan yang harus diprint maka internetnya gratis, mereka hanya dipungut biaya print dokumen saja,? ujarnya lagi.

Tak hanya mengelola PLIK Kecamatan Larantuka, Josep Letor pun berusaha membangun komunikasi dengan pengelola di kecamatan lain untuk dapat meningkatkan layanan bagi masyarakat. Dia kemudian membentuk sebuah komunitas pengelola PLIK di Kabupaten Flores Timur, dimana dirinya kemudian ditetapkan sebagai Koordinator Pengelola PLIK Kabupaten Flores Timur.? Dalam posisi sebagai Koordinator, Letor membangun komunikasi intens dengan pihak PT. WEB untuk mengatasi setiap persoalan yang dihadapi oleh pengelola PLIK di setiap kecamatan.

Pada awalnya, praktis hanya 6-7 PLIK saja yang beroperasi di Flores Timur karena sisanya mengalami kerusakan. ?Kerusakan tersebut beragam. Ada yang servernya rusak, ada yang power supply-nya rusak. Kerusakan tersebut tidak dapat langsung diatasi karena PT.WEB tidak memiliki teknisi lokal,? kata Letor menjelaskan. Ia kemudian membangun komunikasi untuk meyakinkan PT.WEB untuk mengangkat seorang teknisi lokal yang bertugas mengatasi kerusakan-kerusakan PLIK di kecamatan.

Teknisi lokal ini, kata Letor, awalnya dibimbing oleh teknisi PT. WEB dari Jakarta. ?Siang malam kami sama-sama melakukan kunjungan ke setiap PLIK untuk memperbaiki perangkat dan menormalkan sistem operasi di setiap PLIK. Hal yang membanggakan dari 17 PLIK di Flores Timur, 16 PLIK sudah dapat beroperasi normal setelah kami bersama-sama dengan PT.WEB keliling memperbaiki,? kata Letor.

Kegigihan Letor untuk memperjuangkan akses internet murah tak berhenti sampai di situ. Ketika ada program mobil internet (MPLIK) dari Kementerian Kominfo, Josep Letor mengetahui bahwa berdasarkan usulan Pemerintah Provinsi NTT, Flores Timur mendapat alokasi tiga unit mobil internet.

Kedatangan mobil internet ke Larantuka, ibukota Flores Timur tak mudah. Pemda Flores Timur tidak memiliki alokasi anggaran untuk operasional mobil tersebut sehingga mobil itu sudah siap untuk dialihkan ke kabupaten lain. Letor berjuang? lagi agar mobil tersebut bisa datang ke Flores Timur.

Berbekal relasi baik dengan PT. WEB yang ditunjuk Kominfo sebagai pelaksana program, Letor melakukan komunikasi agar mobil tersebut bisa tetap dialokasikan ke Flores Timur. ?Di Larantuka saya berusaha mendekati pihak pemerintah dan DPRD Flores Timur, agar mereka yakin bahwa program ini baik bagi masyarakat,? ujar Letor lagi

Namun, imbuhnya, persoalan tak berhenti di situ, alokasi anggaran tetap tidak ada. ?Saya kemudian mengusahakan dana untuk mendatangkan mobil tersebut. Akhirnya tiga unit mobil tersebut telah ada di Larantuka dan sudah mulai beroperasi. Meskipun saya tidak menjadi pengelola mobil tersebut tapi saya puas karena akhirnya masyarakat banyak dapat terbantu untuk mendapatkan akses internet murah,? kata Letor lagi.

Meskipun mendapatkan penghargaan atas semua komitmen dan perjuangannya namun, pria kelahiran Larantuka, 14 November 1976 tersebut tak berpuas diri. ?Penghargaan pemerintah ini hanyalah sebuah langkah awal. Saya sendiri berharap ke depan akan ada banyak orang yang bisa mendapatkan penghargaan ini. Jika itu terjadi, maka sudah pasti rakyat akan semakin mudah memiliki akses pada teknologi khususnya internet dengan biaya murah,? ujarnya sambil tersenyum. (Christo Korohama)

Sumber: Flores Bangkit

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password