Ikan Flores Timur di tengah isu formalin

Potensi perikanan Flores timur cukup menjanjikan. Dengan luas lautan 2.064,65 kilometer persegi menyimpan potensi perikanan dan kelautan yang amat besar. Ikan dari Flores Timur dikenal segar dan memiliki rasa berbeda dari ikan-ikan yang ditangkap daerah lain. Tidak heran banyak perusahan penampung ikan berskala besar maupun sedang bergeliat di sektor perikanan di Kabupaten Flores Timur. Namun di awal tahun 2015 sektor perikanan Flores Timur dihebohkan dengan pemberitaan media massa yang menyebutkan ikan dari Flores Timur mengandung formalin. Tidak hanya itu Pemerintah Kabupaten Sikka mengklaim bahwa ikan yang beredar di Kabupaten sikka mengandung formalin dan itu berasal dari Flores Timur.

Pelabuan Pendaratan Ikan (PPI) Amagarapati
Pelabuan Pendaratan Ikan (PPI) Amagarapati

Senin (02/02/2015) perwakilan nelayan pole and line, pursein dan bagan dikoordinir Yulius Paru menyampaikan pernyataan sikap kepada Bupati Flores Timur. Kedatangan Yulius dan kawan-kawan diterima oleh Asisten pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Adur Razak Jakra selaku pejabat yang mewakili Bupati Flores Timur di Aula setda Fltotim. Dalam pernyataan sikapnya, para nelayan menuntut agar pemerintah segera mengambil langka tegas untuk menelusuri permsalahan yang tengah dihadapi dan menindak aktor yang berperan di balik permasalahan ini.

Jakra dalam penjelasannya mengakui permasalahan ini (red ikan flotim yang mengandung formalin) bukanlah masalah baru. Sebelumnya sudah ada, hanya kendalanya pemerintah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan belum mempunyai alat test kit formalin. Image positif tentang ikan Flores Timur sudah dikenal tidak hanya di NTT tapi di Indonesia bahkan di luar negeri, harus terpuruk dengan pemberitaan ini. Fakta ini yang harus disikapi bersama. Jakra menyayangkan, bahwa image postif yang telah dibangun selama?bertahun-tahun, harus goyah akibat fakta yang kita hadapi saat ini.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Asisten perekonomian dan pemebanguan Petrus Pemeng Liku, Kadis Kelautan dan Perikanan Erna dasilva, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Fransiskus Ciku Diaz serta para unsur terkait dari pemda Flores Timur, Hilmar, nelayan pole and line dan yang juga karyawan di PT Ochsin mengakui ikan Flores Timur punya keunggulan dalam cita rasa karena sistem penangkapannya one day fishing di pangsa pasar. Sebagai nelayan dan pengusah ikan, Hilmar mengharapkan ketegasan dari pemerintah dalam mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini agar image negatif yang beredar di masyarakat bisa dipulihkan kembali. Ditambahkan Hilmar bahwa image negatif yang berkembang sekarang akan berpengaruh pada pangsa pasar yang pada akhirnya para konsumen tidak lagi membeli ikan dari Flores Timur.

Nelayan tidak tahu ikan formalin

Perwakilan nelayan pole and line, pursein, dan bagan dikoordinir Yulius Paru saat menyampaikan pernyataan sikap di Aula Setda Flores Timur
Perwakilan nelayan pole and line, pursein, dan bagan dikoordinir Yulius Paru saat menyampaikan pernyataan sikap di Aula Setda Flores Timur

Ternyata ikan memberikan rejeki kepada banyak pihak. Tidak hanya bagi nelayan. tetapi bisnis ikan melibatkan pengepul laut, pengepul darat, dan papalele. Yulius dalam penjelasannya mengatakan bahwa transaksi jual beli ikan sudah terjadi di atas laut. Pada saat nelayan mendapatkan ikan para pengepul laut langsung membelinya dan menyimpannya dalam palka-palka kapal. Ikan tersebut selanjutnya dibawa ke pelabuan terdekat. Di darat, para pengepul darat sudah menunggu dengan boks-boks ikan yang berisi es. Dari situ para pengepul darat mendistribusikan ke para pengusaha atau papalele.
Hal senada dibenarkan Thomas Kudi Balun, nelayan bagan asal Waibalun Kec. Larantuka. Ikan yang selama ini dijualnya masih dalam keadaan segar bahkan masih hidup. Sesaat setelah ikan ditangkap baik dengan jarring maupun dengan pukat, kami melakukan kontak dengan para pengepul laut. Para pengepul menuju ke tempat kami. Di atas laut kami melakukan transaksi. Transaksi itu biasanya terjadi dalam perairan Flores Timur dan tidak jauh dari PPI Amagarapati.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Flotim Abdur Razak Jakra
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Flotim Abdur Razak Jakra

Sementara Rahmadan Ahmad nelayan pursein menambahkan bahwa para nelayan pada umumnya tidak punya pengetahuan untuk membedakan ikan yang mengandung formalin atau tidak. Kami hanya membeli dari para nelayan penangkap ikan dan itu terjadi di atas kapal dan kebanyakan terjadi di malam hari dengan penerangan yang minim. Rahmadan mengharapkan pemerintah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikan untuk mensosialisasikan hal tersebut bagi para nelayan.
Menanggapi hal itu Jakra, menegaskan ada yang ?bermain? dalam mata rantai bisnis ikan di Flores Timur. ? saya menduga ada yang bermain di balik mata rantai bisnis ikan di Flores Timur. Maka perlu ditelusuri lebih jauh dari setiap mata rantai, baik itu nelayan, pengepul laut, pengepul darat, pengusaha sampai pada papalele yang terlibat dalam mata rantai bisnis ikan ini. Diharapkan asisten perekonomian dan pembangunan bisa berkoordinasi dengan dinas guna melakukan pertemuan terbatas yang melibatkan pihak-pihak ini?, tegas Jakra.

Perijinan Harus diperketat

Kadis Kelautan dan Perikanan Kab. Flotim, Erna Dasilva pada kesempatan yang sama mengakui bahwa sebelumnya Dinas Kelautan dan Perikanan tidak memiliki alat tes kit formalin untuk ditempatkan di PPI Amagarapati. Namun saat ini alat itu sudah ada sebanyak empat paket dan akan dioperasikan oleh tiga tenaga dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang terlatih dan bersertifikat.

Erna menegaskan sudah dibentuk tim yang bekerjasamasa dengan Dinas Kesehatan, Badan Pol. Pamong Praja dan Polres Flores Timur untuk menuntaskan masalah ini. Kedepannya akan dilakukan pembenahan menyangkut perijinan.
?Semua bongkar muat ikan harus dilakukan terpusat di PPI Amagarapati. Untuk memperketat perijinan akan ada portal untuk pemeriksaan kelengkapan dokumen di Boru kecamatan Wulanggitang?, Tegas Erna.
Di sisi lain asisten Perekonomian dan Pembanguna,?Petrus Pemang Liku mengakui bahwa selama ini pengiriman ikan ke tempat lain di luar kabupaten Flores Timur tidak terpusat di PPI Amagarapati. Fungsi dan peranan PPI Amagarapati belum maksimal. Ikan-ikan dari Flores Timur banyak yang didrop dari Nurabelen, Lamahala, Lamakera dan Tanjung bunga. Hal itu menyebabkan sangat sulit untuk dilakukan pengawasan mengingat kabupaten Flores Timur juga merupakan kabupaten Kepulauan. Pemang juga mengingatkan kepada Dinas Kesehatan Kab. Flores Timur agar memperketat penjualan dan pengawasaan formalin. Hendaknya penjualan formalin diperuntukkan untuk kepentingan yang jelas dan oknum yang menggunakannyapun harus dapat bertanggung jawab atas penggunaannya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kab. Flotim melalui Kepala Bidang Pencegahan Pemeberantasan Masalah Kesehatan, Asterius Sogen menjelaskan formalin merupakan salah salah satu jenis obat pengawet untuk memperlambat pembusukan. Obat ini termasuk obat dalam pengawasan. Sepanjang ini belum ada laporan dari BPPOM atas penyalagunaan obat ini.

Tips mengenali ikan mengandung berformalin
Sebetulnya ikan yang mengandung formalin bisa dibedakan dengan ikan yang tidak mengandung formalin. Moh. Ikram, Kepala Bidang Pengawasan Pengelolahan Pesisir dan pulau-pulau kecil menjelas, ikan yang mengandung formalin mempunyai ciri-ciri sebagai berikur 1.) tidak berbau amis dan tidak dihinggapi lalat. 2.) daging ikan terasa kaku/kenyal bila diraba. 3). Warna Insang ikan yang mengandung merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar selain tidak berlendir (kering) 5) warna ikan cerah, terang (tidak seperti ikan umumnya yang tidak mengandung formalin). 6. Bau menyengat, bau formalin, dan kulit terlihat cerah mengkilat, 7) Warna daging ikan putih bersih

Selain megenali ikan berformalin dengan cara organologi (kasat mata), ikan yang mengandung formalin dapat dideteksi melalui test kit formalin. Alat pendeteksi ikan biasanya dilakukan oleh petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Saat ini Dinas Kelautan dan?Perikanan ?Kab Flotim telah mengoperasikan alat tersebut. Dijelaskan Ikram setiap jenis kapal apapun yang melakukakan bongkar muat ikan di PPI Amagarapati diwajibkan dilakukan tes dengan alat ini. Tiap palka kapal yang berisi ikan diambil sampelnya. Daging ikan disayat kemudian diblender atau diricah hingga hancur dan dimasukan ke dalam tabung yang terisi air hangat lalu dibiarkan dingin. Setelah itu cairan campuran tersebut dimasukan ke dalam botol khusus yang telah steril. Dari situ dimasukan cairan reagen sebanyak 4 tetes lalu dikocok selama 5 s/d 10 menit. Apabila hasil adukan tersebut beruba warna menjadi violet (ungu) maka ikan tersebut positif mengandung formalin. (Din)

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password