Identitas “The Hobbit” mulai terkuak

Temuan tulang baru yang memiliki hubungan dengan Homo floresiensis ? atau disebut “Manusia Hobbit ” – bersama dengan temuan lainnya, membantu mengungkap kharakteristik spesies ini seperti? bagaimana mereka berperilaku, dan asal-usul mereka.

Temuan terbaru tersebut adalah tulang pergelangan tangan. Karena memiliki karakteristik yang mirip dengan penemuan sebelumnya, sehingga penemuan ini sekaligus membantah pendapat sebelumnya yang menyatakan bahwa manusia Flores tidak pernah ada.

“Orang-orang kecil dari Flores ini bukanlah? manusia modern yang berpenyakit,” demikian ungkap Caley Orr pimpinan dalam study ini seperti kepada Discovery News.

Orr, yang merupakan asisten profesor di Departemen Anatomi di Universitas Midwestern mengatakan bahwa spesies baru manusia ini memiliki tinggi sekitar 3 kaki ‘6 inci, sehingga diberi julukan? The Hobbit.

Dia mengatakan bahwa mereka mirip dengan manusia modern dalam banyak hal. Sebagai contoh, ia menjelaskan bahwa mereka berjalan dengan dua kaki, memiliki gigi taring kecil, dan hidup seperti ?manusia gua.

“Alat-alat batu dan bukti penggunaan api yang ditemukan di gua, bersama dengan sisa-sisa hewan yang telah dipotong, seperti Stegodon (gajah yang relatif punah), menunjukkan bahwa daging adalah makanan mereka,” kata Orr.

Meskipun memiliki kesamaan dengan manusia modern, Orr dan rekan-rekannya juga menunjukkan adanya perbedaan antara manusaia Flores dan manusia Modern.

Para hobbit memiliki lengan yang lebih panjang dari kaki sehingga struktur tubuh mereka agak menyerupai kera. Tengkorak mereka tidak memiliki tulang dagu, sehingga wajah mereka memiliki bentuk lebih oval. Dahi mereka miring dan memiliki ukuran otak yang lebih kecil. Dengan demikian tingkat kecerdasa mereka lebih dekat dengan simpanse.

Berdasarkan tulang pergelangan tangannya, manusia Flores mirip seperti Australopithecus. Namun kini kandidat utama leluhur adalah Homo erectus.

Ada kemungkinan bahwa populasi homo erectus ?terdampar di pulau Indonesia dan menjadi kerdil dari waktu ke waktu karena proses adaptasi dengan lingkungan di mana mereka tinggal, demikian kata Orr. Hal ini masih terus dalam penelitian.

“Fosil-fosil yang ditemukan ini menujukkan lebih jauh, bukti nyata bahwa H. floresiensis bukan manusia modern yang memiliki penyakit atau morfologi primitif terkait ukuran tubuhnya yang ?kecil. Hal ini menunjukkan bahwa mereka spesies yang unik dan menarik,” kata Tracy Kivell, palaeoantropolog dari Max Planck Institute of Evolutionary Anthropology.

Dari temuan ini, tim mengetahui bahwa meski tulang pergelangan tangan spesies ini lebih primitif, mereka tetap mampu membuat peralatan. Hasil penelitian dipublikasikan di Journal of Human Evolution.

Sumber: Discovery News

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password