Home>Artikel>Figur Calon Tentukan Keterlibatan Pemilih di Flotim
Artikel

Figur Calon Tentukan Keterlibatan Pemilih di Flotim

LARANTUKA, FBC-?Ketidakpuasan masyarakat terhadap figur calon pemimpin yang ikut bertarung dalam pemilu maupun pemilukada, dan lemahnya kesadaran politik masyaraka menjadi faktor yang menentukan keterlibatan warga Flotim dalam pesta demokrasi baik itu Pemilu Legislatif maupun Pemilu Kepala Daerah.

Advertisements
Seminar Peningkatan Kapasitas Politik-Masyarakat-di Larantuka, Kamis, 13 September 2012

Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Flores Timur, Aloys Kene Masan, SH dalam seminar ?yang bertajuk, ?Peningkatan Kapasitas Politik Masyarakat?, Kamis, 13 September 2012. Seminar ?yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Flores Timur ini, menghadirkan tiga narasumber yakni Pater Dr.Philipus Tule, SVD, Marianus Kleden, M.Si dan Aloys Kene Masan, SH. Seminar dimoderator oleh Bernard Tukan.

Pada kesempatan ini, Kene Masan mengungkapkan jumlah ?pemilih Flores Timur yang ikut dalam pemilu legislatif 2009 dan pemilukada 2011. ?Dia juga mengungkapkan jumlah pemilih yang tidak ikut memilih dalam kedua pesta demokrasi ini. ?Pada pemilu legislative 2009, dari jumlah pemilih tetap 136.821 orang di kabupaten Flores Timur sebanyak 24.403 orang tidak memilih. Pada pilkada 2011, dari 134.958 pemilih tetap, ada 25.605 orang yang tidak memilih,? ungkap Kene.

Terkait lemahnya kesadaran politik dan kapasitas politik masyarakat, ?menurut Saul da Costa, pendidikan merupakan kunci untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas politik masyarakat. Mantan birokrat ini menambahkan, pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk urusan pendidikan politik ini.

Sementara terkait dengan kapasitas calon, dosen Unika Kupang,?Marianus Kleden, M.Si, ?berpendapat, ?syarat ideal untuk menjadi anggota dewan atau pimimpin politik pada umumnya adalah kompetensi, konstituensi dan integritas.

Menurut Kleden, seorang anggota dewan atau pemimpin politik harus memiliki kemampuan di bidang legislasi, yakni mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas tentang hukum dan peraturan karena dia harus menerjemahkan aspirasi rakyuat menjadi produk hukum.

Dia menambahkan, seorang anggota dewan juga perlu mengetahui data sosial ekonomi masyarakat agar dalam membahas anggaran dia respon terhadap kondisi riil masyarakat. Dia juga perlu cermat dalam membaca anggaran sehingga bisa melakukan kontrol terhadap pemerintah bila terjadi penyimpangan.

Seminar sehari ini dibuka oleh Sekda Flores Timur, Anton Tonce Matutina, BA.SH dan dihadiri oleh 150 orang dari unsur partai politik, camat se-kabupaten Flores Timur, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pelajar, utusan?perguruan tinggi dan ?SMA se-kota Larantuka. (?Ansel )

Sumber: Flores Bangkit