Eksistensi seorang manusia – PART II

Pada sebuah perbincangan saat kami melakukan perjalanan ke suatu kegiatan.

Aku : kadang-kadang aku bingung, sebenarnya apa yang dicari manusia dalam hidup ini? Sebagian belajar terlalu keras, yang lainnya bekerja terlalu keras, ada juga yang berpikir terlampau keras sampai benar-benar gila.

Temanku : Kepuasan

Aku : uang yang banyak?

Temanku : bisa jadi tapi juga kebahagiaan. Rasa senang atau bahagia itu disetarakan dengan Kepuasan yang tidak terkira.

Aku : jadi uang bukan satu-satunya?

Temanku : iyahlah.

Aku : lalu untuk apa kita mencari kepuasan toh akhirnya kita mati juga.

Temanku : Jejak. Jejak apa yang ingin kau tinggalkan saat kau sudah tidak ada lagi? Itu kepuasan lain, kepuasan yang abadi.

Aku : maksudmu menjadi terkenal, popular?

Temanku : Bisa jadi juga. Hehehe? hal penting apa yang bisa kau lakukan saat kau masih hidup. Hal tersebut masih terus HIDUP meskipun hanya jasadmu yang tertinggal.

Aku : berpikir keras. Berikan contoh

Temanku : Banyak?. *Gie misalnya? Beliau mati saat baru mau menginjak 27 Tahun, tapi yakinlah Dia tidak akan pernah menyesal mati muda. Lihat saja karya-karyanya yang hidup hingga saat ini. Bahkan sampai di Film-kan.

Aku : ow?aku paham sekarang yang kau maksudkan. Jadi secara sederhana bisa kusimpulkan ?KITA JADI PUNYA ALASAN UNTUK HIDUP KARENA KITA SUDAH TAU HAL PENTING APA YANG INGIN KITA LAKUKAN. JEJAK APA YANG INGIN KITA TINGGALKAN sejak saat ini sampai kita sudah tiada.

Temanku : kira-kira begitu.

Aku : jadi penasaran, kira-kira apa yang bisa aku lakukan?

Temanku : terserahmulah. Pahami kemampuanmu dulu, cari kendaraan yang tepat untuk mencapai tujuanmu. Lakukan yang terbaik sajalah.
Aku : boleh dibilang, Eksistensi seorang manusia akan mencapai klimaks saat dia benar-benar sudah tiada.

Temanku : yah, jadilah Manusia luar biasa. Jangan yang biasa saja. Kalau kau sudah tau apa yang harus kau lakukan untuk menjadi luar biasa, kenapa harus tunggu lama? Kau pasti punya tokoh panutan, idola atau pahlawan besar yang kau kagumi. Perhatikan karya-karya dan sepak terjang mereka. Orang-orang seperti itulah yang pandai menghargai hidup mereka sendiri. Makanya mereka pantas menerima penghargaan atau Bintang jasa. Itu kalau cita-citamu setinggi itu. Mulailah dari yang sederhana dengan orang-orang disekitarmu, kau akan merasakan kebutuhan mereka akan dirimu saat mereka mencarimu atau menanyakanmu bahkan hanya dalam waktu sepersekian detik karena tuntutan alat pencernaanmu (baca : ke toilet).

Aku : tertawa kecil?yah..yah..terima kasih karena aku merasa makin mengerti, aku merasa dicerahkan. Aku jadi tahu, untuk apa aku hidup sekarang.

Temanku : Apa itu?

Aku : Nantilah, terlalu banyak konsep di kepalaku. Kita sudah sampai tujuan.

Temanku : Okeh.

Kami turun dari Bus kami, bergabung bersama dengan yang lain untuk melaksanakan kegiatan kami. Mencoba menghargai hidup kami dengan melakukan hal berarti. Itulah Alasan kami hidup saat ini.

oleh: Maria Pankratia

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password