Home>Serba-serbi>Eksistensi seorang manusia – PART I
Serba-serbi

Eksistensi seorang manusia – PART I

Eksistensi seorang manusia akan mencapai klimaks saat dia benar-benar sudah tiada. PART I

Advertisements

Aku terpekur diatas kloset toto di kamar mandiku yang mulai berlumut. Tiba-tiba moment membuang hajat ini harus aku abadikan karena ?kalimat diatas? yang spontan lewat. Sedari tadi aku mengeluh karena tandusnya inspirasi, hampir 45 menit lembar kosong microsoft word aku pandangi tanpa ku tulis satu kalimat pun.

Kenapa justru kalimat itu yang terlintas? Sepertinya aku mulai kacau. Beberapa hari yang sulit membuatku berpikir seperti ini. Keadaan sulit justru menimbulkan banyak pikiran baru bahkan ide-ide tidak masuk akal yang bisa saja bagus atau sebaliknya menjerumuskan.

Ide bagus, biasanya ditemukan motivasi baru dari kesulitan yang ada. Manusia sungguh-sungguh kelihatan cerdas, pandai bahkan cerdik saat menghadapi situasi ini. Terdorong oleh keinginan untuk keluar dari kondisi yang tidak menyenangkan atau lebih ekstrim lagi merubah keadaan. Atau mungkin juga mempertahankan eksistensinya yang terlanjur menempel di lingkungan Masyarakat. Orang-orang sukses lah yang bisa menggambarkan ini dengan tepat. Karena saya sendiri belum mencapai kesuksesan seperti yang dimaksud.

Namun saya justru tertarik dengan ide menjerumuskan, jalan pintas menyelesaikan kesulitan yang ada. Kadang-kadang saya diusik banyak pertanyaan ?bagaimana tanggapan orang-orang saat mengetahui saya sudah tiada?? ?akankah mereka merasa kehilangan saya, mencari saya?? adakah yang menyesali kepergian saya atau ketiadaan tindakan mereka untuk mampu menyelamatkan saya dari kondisi saya yang sulit?? Eksistensi seorang manusia akan mencapai klimaks saat dia benar-benar sudah tiada.

Klimaks Terpuji : Orang baik biasanya akan mendapatkan apreasiasi setinggi-tingginya saat dia Meninggal. Tak usah dia Pejabat atau Artis, masyarakat biasa sekalipun. Amal baik dan kerja keras selama hidupnyalah yang membawa setiap orang yang mengenalNya untuk datang melayat bahkan menyampaikan banyak kesan yang mempengaruhi mereka saat masih hidup. Tidak perlu menghitung banyak hadirin yang datang atau panjangnya konvoi menuju peristirahatan terakhir tapi perhatikan kasak-kusuk komentar dan pembicaraan mereka yang akan bertahan lama kurang lebih beberapa minggu setelah yang bersangkutan meninggal. Apalagi kalau sampai keluar penyesalan ?mengapa begitu cepat Ia pergi?? atau ?kalau saja mereka menangani penyakit itu lebih cepat, tentu saja Ia masih bersama kita sekarang? :klasik

Klimaks Lain : Saya tidak mengatakannya orang jahat, namun orang yang saya maksud mungkin selama hidupnya dia memberikan kesan buruk. Terlalu melukai banyak orang, terlampu membawa kerugian bagi sebagian orang yang mempedulikannya. Namun seburuk apapun Dia, masih akan ada yang mendatangi upacara kematiannya, entah dengan ucapan Syukur ?akhirnya dia mati juga? atau cuma karangan bunga yang memenuhi tanah sekeliling kuburannya. Tapi saya belum pernah melihat atau mendengarkan kisah seperti ini karena Manusia sebenarnya Maklhuk pengampun. Semua manusia pada dasarnya BAIK HATI, tergantung pada kondisi yang mendukung perbuatannya sehingga menentukan Manusia itu baik atau Jahat.

Dan saya sudah berjalan terlalu jauh dari pemikiran awal saya yang sesungguhnya, saya ingin mati saja. Jika mungkin, saat ini juga. Sejujurnya saya mulai merasa hidup saya terlalu rumit. Ada saat dimana saya sungguh mensyukuri Hidup ini bahkan ditengah kesulitan saya. Namun perlahan-lahan batas keputus asaan itu merembes terlalu dalam sampai ke sum-sum harapan. Yang ingin saya ketahui, bagaimanakah reaksi orang-orang saat saya benar-benar MENYERAH dan KALAH? Kemudian PERGI SELAMANYA. Ini bukan cara menjaring simpati atau menghitung berapa percent quitioner yang terisi dan mengharapkan saya tetap hidup atau juga membuat saya merasa benar-benar dibutuhkan. Benar-benar PENTING.

*Ini hanya sebuah tulisan yang mengutarakan kekecawaan saat roda hidup berada dibawah dan tidak mampu berjalan lagi untuk merubah posisi.Stuck!*

oleh: Maria Pankratia