Dana Desa Tujuh Puluh Delapan Miliard Terancam Hangus

kegiatan pembangunan Jalan Usaha Tani Lewowuik – Kenebe wolor Desa Lewomuda,Kec. Depog Tahun 2017

Dana Desa  tahap II Tahun angggaran 2017 sebanyak 78 miliard  terancam hangus jika kepala desa tidak segera menyampaikan laporan realisasi penyerapan Dana Desa Tahap I kepada Bupati Flores Timur. Hal itu dikatakan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Flores Timur  Ramly Bapa Laot dalam rapat koordinasi para camat  sekabupaten Flores Timur di Aula Setda Flores Timur (15/9/2017). Dari 229 Desa di Kabupaten Flores Timur baru satu  Desa yaitu Desa Bungalawan Kecamatan Ile Boleng yang mencapai output 50 porsen.

Dijelaskan Ramly, Sesuai Peraturan Menteri keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 sebagaimana telah diubah dengan PMK 112/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa, syarat penyaluran dana desa tahap II  yakni kepala desa wajib menyampaikan Laporan realisasi penyaluran Dana Desa tahap I; dan Laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa tahap I.  lebih lanjut ia menjelaskan Sebanyak 62 Desa yang telah melaporkan keuangan desa hanya 58 desa yang mencapai realisasi belanja sebanyak 75 porsen sedangkan saat ini realisasi belanja baru mencapai sebesar Rp. 25.miliard lebih dari Rp. 103 miliard lebih yang sudah ditransfer atau baru mencapai  25,01 porsen.

Semestinya penyaluran dana desa tahap II harus ditranfer sejak bulan Agustus tahun 2017 sebesar empat puluh persen. Ditambahkan,  Ramly bahwa Pengelolaan keuangan desa harus menggunakan aplikasi SISKEUDES untuk menjamin keakuratan data dan tertib administrasi pengelolaan keuangan desa. diharapkan Pemerintah Desa harus segera melaporkan realisasi keuangan dan capaian output ke Badan Keuangan Daerah dan instansi terkait lainnya.

Rapat yang dipimpin oleh Sekda Flores Timur Anton Matutina dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Flores Timur, Rufus Koda Teluma, pejabat yang mewakili Bagian Pemerintahan Desa setda Kab. Flores Timur menyepakati lamanya batas akhir pemasukan dokumen pelaporan satu minggu. Dalam kesempatan itu sekda Tonce menghimbau kepada para camat untuk secara kontinyu melakukan pendampingan dan pengawasan dalam mempercepat penyerapan dana desa.

“harus diakui masih terdapat sikap apatis dari pemerintah desa dalam membuat pelaporan keuangan dan capaian output. Para Camat dan Kasih PMD sebagai ujung tombak Pemerintah harus pro aktif dalam menjalankan fungsi dan perannya. Kedepannya Pemerintah Daerah  Perlu melakukan  penerapan punishment bagi desa yang terlambat menyampaikan laporan. disatu sisi masih banyak  keluhan dari pemerintah desa akan minimnya pendampingan dari tenaga pendamping desa dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu pemerintah akan mengambil langka tegas sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang ada untuk mendukung dan mempercepat pembangunan desa ” Tegas Sekda Tonce, (din)

 

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password