JAKARTA, FBC- Kurang lebih dua minggu menjelang hari raya Paskah dalam perayaan suci umat Katolik, pikiran dan hati sebagian umat Katolik sedang tertuju untuk dapat melangsungkan perayaan Pekan Suci  di Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Untuk menyambut perayaan itupun sekarang sedang dipersiapkan umat di Keuskupan Larantuka. Panitia termasuk Dewan Pastoral Paroki Katedral Larantuka, hampir setiap minggu  mengadakan pertemuan, bahkan  di pintu masuk kantor paroki katedral Larantuka telah terpampang agenda kegiatan Pekan Suci 2013.

Tidak hanya umat di Larantuka, untuk umat Katolik di pulau Flores pun,  perayaan Pekan Suci di Larantuka selalu menjadi perhatian setiap tahun saat masa Pra Paskah tiba. Walau tak semua bisa menghadiri perayaan, keinginan untuk datang ke Larantuka pada hari-hari menjelang Paskah, merupakan keinginan untuk melangsungkan sebuah peziarahan kembali pada  tempat pertama benih iman Katolik bersemi di pulau bunga ini.

Sementara umat dan para peziarah yang datang dari luar Flores, saat-saat  ini hanya menunggu waktu berangkat ke Flores. Sudah jauh-jauh hari, peziarah telah menghubungi biro-biro perjalanan ziarah ataupun memesan sendiri tiket perjalanan termasuk memesan penginapan  agar dapat merayakan Pekan Suci di Larantuka.

Semana Santa

Wajar saja orang memberi perhatian pada perayaan Pekan Suci di Larantuka. Sebabnya, perayaan ini tergolong unik bukan saja karena telah mentradisi beberapa abad silam, melainkan tata perayaannya sendiri sungguh  membantu umat ke dalam suasana  perjumpaan dengan Sang Khalik.

Semana Santa dalam bahasa Portugis berarti pekan suci. Semana sancta (semana = seminggu/sepekan, sancta = kudus). Perayaan Samana Santa dimulai saat perayaan minggu Palem dan berakhir pada minggu Paskah. Diantara waktu itu, ada prosesi Jumat Agung yang memungkinkan umat terlibat secara bersama-sama.

Sebenarnya banyak unsur yang dapat membuat orang tergerak hati untuk mengikuti pekan suci di Larantuka.  Selama sepekan umat katolik Larantuka berkumpul dalam kapela untuk berdoa secara bersama-sama. Kehidupan umat  Katolik Larantuka, memang tidak lepas dari peran Tori sebagai pusat iman umat. Tori menurut orang Larantuka berarti tempat yang secara khusus dijadikan tempat ibadah dan tempat menyimpan pantung-patung peninggalan nenek moyang. Sebagian patung dan benda-benda peninggalan, diikutsertakan dalam prosesi Jumat Agung.

Terlepas dari doa dan persiapan, patung-patung peninggalan berabad silam memberikan daya tarik tersendiri baik pada nilai sejarah, perjalanan tradisi ataupun suasana perayaan.  Setiap benda dan patung peninggalan menyertai lagenda hidup suku-suku yang menyimpannya.

Patung Tuan Ma (Mater Dolorosa) dan Tuan Ana (Kanak-kanak Yesus), misalnya, telah menjadi pusat kekuatan iman umat Katolik Larantuka. Sejak dulu hingga kini patung ini  telah menjadi lagenda hidup yang menemani umat Katolik Larantuka.

Patung Tuan Ma, dipandang dan dihormati sebagai ibu.  Umat Katolik Larantuka memperlakukan sebagai tempat mengadu, memohon perlindungan serta meminta agar dikabulkannya berbagai harapan.  Oleh karena sudah menjadi tradisi dan dikenal orang, perayaan semana santa ini pun menjadikan momen perjumpaan. Suatu perjumpaan karena orang ingin kembali untuk bertemu.

Semana Santa 2013

Selama sepekan, Larantuka bagai melewati hari-hari dalam doa. Berdasarkan agenda yang disampaikan Dewan Pastoral Paroki Katedral Larantuka,  Jadwal Perayaan Liturgi Pekan Suci 2013 dimulai dengan misa umat mengenang dan mempringati Yesus masuk ke Kota yerusalem sebagai raja dan menerima penderitaan. Sabtu 31 Maret  pukul 16:30 diadakan misa untuk anak-anak sekolah. Sementara pada minggu 1 April 2013, dilangsungkan  dua kebaktian yakni  pukul 06:00 dan Pukul 17:00, di Gereja Katedaral.

Sejak Senin 2 April hinga Rabu 4 April dilakukan misa umat baik di Gereja Katedral, Kapela Susteran, dan Kapela Pohon Bao. Dalam hari-hari ini juga dilangsungkan pembersihan dan penataan kapela Tuan Ma dan Perlengkapannya serta pertemuan-pertemuan confreria.

Prosesi-laut (Foto Dokumentasi)

Pada Selasa, 3 April, selain misa umat, dilangsungkan pula kegiatan pembersihan dan penataan kapela Tuan Ana dan perklengkapannya. Pukul 15:00, dilangsungkan aktus Jalan Salib yang akan berlangsung di Stadion Ile Mandiri. Aktus ini menjadi tontonan tersendiri yang membawa umat pada suasana perayaan sengsara Kristus.

Sementara kegiatan yang lain, umat mulai mempersiapkan acara tikam Turo (bambu tempat lilin) dan  pada pukul 19:00 dilangsungkan doa suku Fernandaez Lewai.

Sejak Rabu  04 April  atau dikenal dengan Rabu Trewa, selain misa umat, sudah dimulai penutupan jalan raya dan pemasangan kayu tempat lilin sepanjang jalan prosesi dan pembuatan Armida.

Di Kapela Tuan Ma, seperti biasa dilakukan penutupan Mengaji Semana Santa oleh Suku Kapitan Jantera (Fernandez Aikoli). Sementara pukul 18:00 dilakukan Lamentasi di Gereja Katedral Larantuka.

Ada kesibukan di pukul 19:00, yakni general repetisi lagu-lagu Jumad Agung di Istana Raja Larantuka.  Di kapela Tuan Trewa di kelurahan Larantuka berlangsung Doa Suku Fernandez Aikoli.

Pada Kamis, 05 April atau yang dikenal dengan Kamis Putih,  pada pukul 06:30 dilangsungkan pemberkatan Minyak Suci dan Pembaruan Imamat serta janji para imam. Acara berlangsung di Gereja Katedral. Selanjutnya upacara Muda Tuan Ma dan Tuan Ana. Pintu kapela Tuan Ma dibuka dan selanjutnya Pentakhtaan Patung Tuan Ma dan upacara cium Tuan Ma.

Di Gereja Katedral pada pukul 18.30 dilangsungkan misa umat dan dilanjutkan dengan Adorasi Umum Sakramen Maha Kudus.  Malam hari sekitar pukul 21:00, ziarah cium Tuan Ana dan Tuan Ma. Doa Suku Riberu –Da Gomes bersama umat di tori Mestri de Kampo (Pante Kebis). Sepanjang malam dilangsungkan adorasi sakramen mahakudus.

Pada Jumat, 06 April 2012, Penutupan adorasi Sakramen Maha Kudus, dilanjutkan dengan  prosesi mengantar Tuan Menino melalui laut,  juga  prosesi mengantar salib dari kapela ke armida. Pukul 14:00 dilakukan prosesi mengantar patung Tuan Ma dan Tuan Ana untuk di tahktakan di Gereja Katedral,

Sore hari masih dilangsung prosesi mengantar Tuan Misericordiae dari tori di Pante Besar ke Armida di Pohon Sirih. Prosesi mengantar patung Tuan Trewa dari Tori ke Armida. Prosesi mengantar salib Yesus dari Tori Mestri de Kampo ke Armida Pante Kebis. Sore hari menjelang malam zarah ke makam keluarga.

Di Gereja Katedral sejak pukul 18: 00 dilangsungkan acara Lamentasi Jumat Agung. Pukul 20:00 Prosesi Jumad Agung mengelingi kota Larantuka dengan menyinggahi armida-armida. Prosesi diperkirakan berakhir pukul  02:45,   namun di beberapa tempat masih ada upacara yakni penghantaran kembali patung Tuan Trewa, Pengataran kembali salib ke Tori Pante Kebis dan Penghataran kembali Amu Tuan dari Armida ke kapela St. Antonius.

Pada Sabtu 07 April dari pagi pukul 07.00,  prosesi menghantar kembali Patung Tuan Ma dan Tuan Ana dilanjutan ziarah dan cium Tuan. Beberapa prosesi kecil juga masih berlangsung sepertipProsesi mengantar kembali Tuan Misercordia, Prosesi mengantar kembali Tuan Mesias Anak Allah, Prosesi mengantar kembali Patung Tuan Menino melalui Laut. Penyerahan Punto Dama Pintu Tuan Ana dari Tuan Mordomu Tahun 2011 ke Tuan Mardomu tahun 2012.

Misa Malam Paskah pukul 19:00 di Katedral.  Pada minggu 08 April 2012 perayaan misa Kebangkitan Tuhan dan prosesi menghantar patung Maria Alleluia.

Mardomu dan Promesa 

Di Larantuka orang mengenal satu kata yakni Mardomu. Kata ini dari kata mayor, yang berarti besar dan domus berarti umat. Domus juga berarti rumah Allah atau gereja. Mayor Domus lalu dimaknai sebagai Tuan Rumah.

Dengan menyebut Tuan Rumah, orang sudah dapat mengerti bahwa Mordomu adalah mereka yang menjaga kapela. Mereka bukan orang sembarangan karena itu hanya orang-orang tertentu dari suku-suku tertentu yang dapat bertindak

Suasana Persiapan Umat sebelum mengadakan prosesi (Foto Dokumentasi)

sebagai mordomu.

Dalam hal persiapan prosesi atau upacara yang berkenaan dengan suatu kapela tugas mardomu yakni mempersiapkan,  mengatur dan melaksanakan hal-hal yang diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan prosesi (persisan). Orang yang ditugasi menjadi Mordomu haruslah menanggung semua kebutuhan prosesi dari bahan-bahan baku hingga menyiapkan konsumsi bagi umat yang datang di kapela.

Dalam perkembangan menjadi Mordomu bukan hanya menjalankan suatu kewajiban , melainkan di dorong oleh suatu intensi tertentu. Kini tidak saja orang Larantuka , banyak peziarah yang telah dan sudah melamar untuk menjadi Mordomu. Dengan jalan ini orang percaya bahwa Tuhan dapat mengabulkan permintaannnya.

Di Larantuka juga dikenal dengan istilah Promesa. Promesa selalu dikaitkan dengan  janji untuk menjadi hamba dalam melayani Ibu Maria. Untuk menjadi permesa jauh-jauh hari mereka harus mengajukan permohonan kepada conreria. Menurut keyakinan masyarakat setempat, orang promesa harus dapat menyucikan dirinya terlebih dahulu, karena dalam perayaan ia selalu dekat dengan Bunda Maria. (Ben)

Sumber: www.floresbangkit.com