( Mengenang Mantan Bupati Flotim Letkol Us Purnawirawan Drs Hendrikus Hengky Mukin, SH )

Drs. Hendrikus Hengky Mukin, SH bersama isteri  Ny. Theresia Fernandez Mukin disaat masih menjabat sebagai  Bupati Flotim (1994-1999)

Drs. Hendrikus Hengky Mukin, SH bersama isteri Ny. Theresia Fernandez Mukin disaat masih menjabat sebagai Bupati Flotim (1994-1999)

Kabar duka cita bagi masyarakat Flores Timur. Seorang putra terbaik Lewotanah,  Mantan Bupati Flores Timur Letkol Sus Purnawirawan Drs. Hendrikus Henky Mukin , SH meninggal dunia. Mantan Bupati Flores Timur itu  mengembuskan nafas terakhir di RS Gatot Soebroto Jakarta, Jumat, (19/ 4) pukul 11.40 WIB dalam usia 73 tahun,6 bulan, 14 hari setelah menderita komplikasi penyakit. Ia pergi meninggalkan seorang anak dan 3 orang cucu,  menyusul istrinya Ny Theresia Fernandez – Mukin bulan oktober  6 bulan silam di Larantuka. Masyarakat Flores Timur sangat merasa kehilangan.

Di Bandara Frans Seda  Maumere,  (sabtu, 20 April 2013) Almahrum Hengky mukin diterima dengan upacara militer . Sejumlah pejabat dari Pemkab Sikka dan Flotim hadir  pada kesempatan itu termasuk Bupati Flotim Yosep Lagadoni Herin, S.Sos. Selanjutnya jenasah almahrum Drs. Hendrikus Hengky Mukin, SH, diantar menuju Larantuka, sebelumnya sempat disemayamkan beberapa saat di Lewotobi (Birawan) Kec. Ile Bura guna menjalankan serimonial adat setempat.

Bupati Flotim Yosep Lagadoni Herin di saat upacara penguburan mengakui ketokohan Hengky Mukin. Bupati Yosni dalam sambutanya mengatakan Sosok almahrum sulit tergantikan. Hengky Mukin adalah putra terbaik Flotim sekaligus kakang di tanah kelahiranya dalam lingkaran masyarakat adat  gunung Lewotobi.  Flores Timur sangat kehilangan seorang pemimpin yang begitu bersahaja

“ saya mengenalnya ketika saya masih menjadi wartawan, begitu saya jadi wakil Bupati, pa Hengky jadi anggota DPRD ia berpesan kepada saya :  no ( sapaan manis untuk laki-laki Larantuka, red) Bangun daerah ini dari desa,  bangun air, listrik dan bangun ekonomi untuk masyarakat  Flores Timur. Dan ketika saya jadi Bupati  Pa Hengky sekali lagi mengingatkan : no keria baer-bae ingat masyarakat kecil;  dulu bapa jadi bupati luas daerah ini mencakup dua kabupaten Lembata dan Flotim. Bapa bisa bangun di 4 tempat itu.  Ia pesan kepada saya setiap kali bertemu. Ia menyampaikan hal nini dalam kedekatan personal antara seorang Bapa dengan anak, seorang senior dengan yunior” kenang  Bupati Yosni

Sebagai ungkapan kekaguman dan terima kasih akan ketokohan Alamhrum, Bupati Yosni mempersembahkan sebuah puisi berjudul Lelaki Seribu Gunung.  Puisi karang Bupati Yosni  sendiri  dibacakan untuk mengantar kepergian  Almahrum Drs. Hendrikus Hengky Mukin, SH pada misa requem di Gereja Kathedral Reinha Rosari Larantuka. Diakhir sambutanya Bupati Yosni menyampaikan apresiasi dan ucapan terimah kasih kepada keluarga besar mukin dan rumpun keluarga terkait  yang telah memberikan putra terbaiknya untuk  kabupaten Flores Timur.

“ selaku Pemerintah Daerah dan masyarakat Flores Timur dari hati yang tulus saya menyampaikan ucapan terima kasih atas karya dan amal baik Almahrum baik sebagai Bupati maupun sebagai anggota DPRD bagi Lewotanah Flores Timur. Selaku Pemerintah Daerah dan mewakili masyarakat Flores Timur menyampaikan permohonan maaf kepada almahrum dan keluarga atas kekilafan yang terjadi semasa almahrum memimpin Lewotanah ini”

Ritual penyambutan jenasah Drs. Hendrikus Hengky Mukin, SH di Desa Birawan Kec. Ile Bura

Ritual penyambutan jenasah Drs. Hendrikus Hengky Mukin, SH di Desa Birawan Kec. Ile Bura

Selain menjabat sebagai Bupati Flores Timur periode 1994-1999,  putera Flores Timur kelahiran 05 oktober 1939 Lewotobi  (Desa Birawan) itu pernah memimpin Lembaga DPRD Flores Timur  (1992-1994) sebelum terpilih oleh DPRD saat itu menjadi bupati Flores Timur menggantikan pendahulunya Letkol H. Iskandar Munthe.

Di masa kepemimpinya menjadi Bupati, dalam karya jurnalistik yang ditulis B.Michael Beding dan S Inda Lestari Beding, Hengky berbicara banyak tentang kepariwisataan. Ia menulis mulai dari wisata bahari jumad agung di Larantuka, penangkapan ikan paus secara primitif di Lamalera,. Kepurbakalaan, batu bertulis ‘nopin jaga’ dan ‘kopong Dei’   di Tanjung Bunga, ‘Ata Dei’ Lembata dan batu berbekaskan telapak tangan dan kaki manusia dengan tulisan dengan tulisan ‘rian sedan waat di sekitar puncak gunung labalekan di Lembata.

Dalam bidang kesejahteraan, ia melukis kapela-kapela unik di Kota Larantuka dan Wureh yang berisikan benda-benda suci peninggalan portugis, benteng portugis di Lohayong Solor Timur, keris tak bersarung di Lembata, papan jati bertuliskan huruf palawa di Leworaja, profil manusia karang laut yang ditemukan di teluk Topolangu Lembata, kendaraan gajah/gading di Lobang Batu Desa Nuri, bennteng Portugis di Desa Oa kec.Wulanggitang dan sejumlah karya seni lainnya.

Prosesi pemakaman Mantan Bupati Flotim Drs. Hendrikus Hengky Mukin, SH di Gereja Kathedral Reinha Rosari Larantuka.

Prosesi pemakaman Mantan Bupati Flotim Drs. Hendrikus Hengky Mukin, SH di Gereja Kathedral Reinha Rosari Larantuka.

Di bidang pembangunan ia merintis jalan Lamakera – Nusa Dani di Solor, sejumlah jalan di lembata, ruas jalan di lingkaran gunung Lewotobi, patung reinha di Sando Minggo Larantuka, Patung Pieta di tengah kota Larantuka dan sejumlah pembangunan di Flores Timur.

Gabriel Dasilva mantan sopirnya selama 5 tahun mengenal Pa Hengky sebagai pribadi yang bersahaja dan ramah. “ Pa Hengky hampir tidak perna marah dengan siapa pun. Meski ia didik dan dibesarkan dalam disiplin militer. Setiap orang pasti disapa dengan no. Entah itu staf atau pimpinan SKPD” kenang Bie 

Hengky terlahir dari 5 bersaudara dari pasangan  almahrum Ignatius Mukin dan almharuma Anna Fernandez. Pendidikan SR di Lewolaga 1946/1953. Sekolah Guru Bawah Katolik (SGBA) dii Larantuka 1953/1956, akademi senirupa indonesia (ASRI) Yogyakarta) 1960/1962, institute Keguruan dan ilmu pendidikan (IKIP ) Jakarta 1965/1968 , 1 januari 1966 masukTNI AU, Fakultas Ilmu Sosial Politik (FiSIPOL) jurusan administrasi negara 1984/1987 Samarinda, fakultas Hukum Jurusan keperdataan 1988/1993 di Samarinda.

Mengikuti sejumlah kursus dan penataran di dalam dan di luar negeri. Menjadi pengajar dari SD hingga SMA. Menduduki sejumlah jabatan penting di ABRI-AU. Menerima sejumlah penghargaan dalam karir kemiliteran seperti Setya Lencana Seroja dan sejumlah penghargaan dalam karir politik di Kalimanatan Timur dan Flores Timur.

Diakhir karirnya ia memilih tinggal di Larantuka. hingga mengalami sakit dan dirawat di Jakarta.  Di kuburkan di Larantuka (22/04/2013) di samping makam isteri tercinta Ny Thersia Mukin. Selamat jalan Pa Hengky. Engkau akan selalu dikenang dan  tercatat dalam lembaran sejarah Flores Timur. (din Assan)