Berapa lama Yesus berada dalam makan ?

Saat ini orang-orang Kristen di seluruh dunia sedang bersiap untuk merayakan Paskah. Sebuah peristiwa dengan rangkaian iman bahwa Yesus disalibkan pada hari Jumat dan bangkit dari antara orang mati pada “hari ketiga,” seperti tercantum dalam kata-kata Kredo Nicea kuno.

Tetapi jika Yesus wafat pada pukul 3 sore hari Jumat dan makamNya ditemukan kosong pada fajar pagi di hari Minggu – sekitar 40 jam kemudian – bagaimana hal ini dapat dikatankan tiga hari?

Bahkan Paus Benediktus XVI bergelut dengan pertanyaan yang terakhir dalam buku barunya, Yesus: Pekan Suci, sekitar hari-hari terakhir Kristus. “Tidak ada kesaksian Alkitab langsung menunjuk ke ?hari ketiga.?

?Kronologi seputar waktu sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus merupakan teka-teki,” kata Marcus Borg, seorang sarjana alkitabiah progresif dan rekan penulis The Last Week, sebuah buku tentang Pekan Suci.

Tapi Borg dan ahli lain mengatakan bahwa teka-teki ini dapat diselesaikan jika saja kita mengetahui bagaimana orang-orang Yahudi abad pertama menghitung waktu.
Di zaman Yesus, hari dimulai saat matahari terbenam, sebuah perhitungan yang digunakan oleh orang-orang Yahudi dalam menghitung hari suci seperti hari Sabat. Jadi, Sabtu malam adalah hari Minggu bagi mereka.

Nenek moyang bangsa Yahudi juga menggunakan apa yang sebut “perhitungan inklusif,” yang berarti bahwa setiap bagian dari hari dihitung sebagai satu hari penuh, kata Clinton Wahlen dari Alkitab Advent Hari Ketujuh Research Institute di Silver Spring, Md.

Dengan menggunakan metode ini, perhitungan mundur dari Minggu pagi menuju ke hari Jumat sore adalah tiga hari.

Ungkapan “tiga hari,” adalah perkataan sehari-hari sebanding dengan “langsung”, yang berarti “setelah beberapa waktu,” katanya. Agak sulit mengharapkan para penginjil dalam menggunakan waktu secara presisi seperti manusia modern saat ini, kata Witherington.

“Para penulis Injil tidak berjalan dengan penghitung waktu pada pergelangan tangan mereka seperti yang dilakukan oleh para sarjana modern yang berjalan-jalan dengan jam di tangan mereka,” katanya.

Yang paling mengganggu untuk orang percaya adalah nubuat Yesus sendiri seperti tercatat dalam Injil Matius, bahwa ia akan bangkit dari antara orang mati setelah “tiga hari dan tiga malam berada dalam perut bumi.”

Didascalia Apostolorum, sebuah risalah Kristen abad ketiga, mengambil pendekatan yang lebih radikal.

Ini mengusulkan bahwa Yesus dan rasul-Nya mengikuti kalender yang berbeda dari orang Yahudi lain dan merayakan Perjamuan Terakhir pada hari Selasa, yang berarti penyaliban terjadi pada hari Rabu.
Tetapi titik nubuatan Yesus adalah untuk menarik perbandingan kepada Yunus, yang bersedia mati untuk menyelamatkan teman-temannya sekapal (dan menghabiskan tiga hari dalam perut ikan besar), tidak menetapkan jadwal untuk Kebangkitan, kata Witherington.

Martin Connell, seorang sarjana di St John’s University di Collegeville, Minn, mengatakan bahwa teka-teki mengenai kronologi peristiwa iman orang Kristen merupaka pertanyaan yang tidak pernah berakhir.

Rasul Paulus menulis Kebangkitan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci Ibrani.

sumber: www.huffingtonpost.com
oleh : Daniel Burke

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password