17 Suku Waibalun Berunjukrasa Menuntut Keadilan

Sekitar 500 orang warga masyarakat Waibalun kec. Larantuka Kabupaten Flores Timur? yang tergabung dalam 17 suku Raja Tuan Nuku Mulu ?melakukan unjuk rasa untuk? menyampaikan pernyataan sikap atas kematian Philipus Lakun Tukan (16) yang meninggal beberapa waktu lalu akibat terkena lemparan beling dan batu yang diduga sengaja dilakukan oleh dua orang pemuda dari San Dominggo Larantuka sepekan yang lalu di Waibalun. Pernyataan sikap ini dibacakan di halaman Polres Flores Timur, Kejaksaan Negeri Larantuka dan ?Pengadilan Negeri Larantuka Selasa, (19/02/2013)

Warga Waibalun dibawah pimpinan Bernad Kudi Balun, bertolak dari Waibalun ?dengan menumpang 12 mobil pick up dan sejumlah kendaraan roda dua beriringan, mereka menyampaikan aspirasi secara damai di hadapan Kapolres Flores Timur, di hadapan Kajari Larantuka, dan di hadapan Ketua Pengadilan Negeri Larantuka.

Ada 5 pernyataan sikap yang menjadi tuntutan utama seperti yang dibacakan Simon Nogo Ama Kerans, sebagai berikut pertama,?Prihatin atas kematian Philipus Lakun Tukan yang adalah penerus Lewotana Waibalun dan generasi penerus bangsa. Kedua,?Kematian anak kami sangat tidak wajar dan tidak manusiawi oleh perlakuan oknum yang tidak bermoral dan tidak berperikemanusiaan. Ketiga,?akibat perbuatan keji oknum tersebut menyebabkan anak kami Philipus Lakun Tukan meninggal dunia dengan tidak wajar, maka kami masyarakat waibalun mengutuk perbuatan tersebut dan menunutut hukuman yang seberat-beratnya. Keempat, Masyarakat waibalun akan tetap mengawal proses hukum/peradilan sampai pada keputusan pengadilan. Kelima,?apabilah para penegak hukum tidak mengindahkan pernyataan ini maka akan berhadapan dengan seluruh masyarakat Waibalun.

Pernyataan sikap ini merupakan penegasan kembali atas pernyataan sikap karang Taruna Waibalun tertanggal 09 Februari 2013. Diberitakan sebelumnya siswa SMAN I Larantuka, Philipus Lakun Tukan, warga kelurahan Waibalun meninggal dunia di RSD TC Hillers Maumere akibat terkena ?lemparan beling dan batu dari pelaku Felix (20) dan Vento (16) warga kelurahan Larantuka (7/02/2013).

perwakilan 17 suku waibalun bersama lurah Waibalun, Emanuel Pulo Tukan (berseragam keki) menyampaikan pernyataan sikap di  lapangan Polres Flores Timur (selasa,19/02/2013)
perwakilan 17 suku waibalun bersama lurah Waibalun, Emanuel Pulo Tukan (berseragam keki) menyampaikan pernyataan sikap di lapangan Polres Flores Timur (selasa,19/02/2013)

Kapolres Flotim, AKBP Wahyu Prihatmaka, di hadapan pengunjukrasa menjelaskan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Saat ini tengah disusun dan dilengkapi beberapa berkas dalam pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Larantuka.

Kepada Masyarakat Waibalun Kapolres Wahyu, meminta agar bersabar sambil menunggu proses penyelidikan berlangsung. Diharapkan kerjasama dari keluaraga korban dan masyarakat Waibalun agar tidak terprofokasi dengan melakukakan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Kapolres Flotim,  AKBP Wahyu Prihatmaka
Kapolres Flotim, AKBP Wahyu Prihatmaka

?Saya akan menuntaskan masalah ini dan berkomitmen tetap memproses kasus ini sesuai mekanisme dan hukum yang berlaku. Jangan ragu apabila terdapat hal-hal yang berkembang sehubungan dengan kasus ini agar masyarakat bisa proaktif untuk melaporkan kepada polres Flotim? Tegas Wahyu.

Arakan mobil dan sepeda motor kemudian menuju Kejari Larantuka dan Pengadilan Negeri Larantuka. Menanggapi pernyataan sikap ini, PLH Kepala Kejaksaan Negeri Larantuka Bambang Supraymo, SH menyatakan bahwa selaku aparat penegak hukum Kejaksaan Negeri Larantuka akan selalu bekerja proposional dan profesional dalam menangani setiap kasus, termasuk kasus kematian Philipus Lakun Tukan. Sementara itu Ketua pengadilan Negeri Larantuka, I Wayan Sukanila, SH menegaskan bahwa pernyataan sikap ini akan menjadi pertimbangan untuk memutuskan kasus ini nanti. (Din Assan)

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password